backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Manfaat Brokoli untuk Ibu Hamil, Baik untuk Otak Janin

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

Manfaat Brokoli untuk Ibu Hamil, Baik untuk Otak Janin

Brokoli dikenal sebagai sayuran dengan beragam manfaat untuk semua kalangan, mulai dari menyehatkan jantung, menurunkan tekanan darah, hingga membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil.

Nah, bagi Anda yang sedang hamil dan ingin mengonsumsi sayuran yang satu ini, simak dahulu informasi berikut, yuk!

Apakah ibu hamil boleh makan brokoli?

Brokoli bukanlah makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Artinya, ibu hamil boleh makan brokoli setiap hari.

Brokoli bahkan disebut sebagai superfood karena kaya akan zat gizi. Beberapa nutrisi yang bisa Anda dapatkan dari brokoli adalah serat, kalsium, fosfor, vitamin C, dan zat besi.

Tak hanya itu, sayuran hijau ini juga mengandung asam folat yang sangat dibutuhkan selama kehamilan.

Namun, pastikan Anda memasaknya sampai benar-benar matang, sebab makan sayuran mentah saat hamil justru bisa membahayakan janin.

Manfaat brokoli untuk ibu hamil

sumber vitamin E bisa didapat dari brokoli

Selama diolah dengan tepat dan tidak dikonsumsi secara berlebihan, brokoli bisa memberikan berbagai manfaat bagi ibu hamil. Berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Mengurangi risiko diabetes gestasional

Berbagai perubahan tubuh selama kehamilan membuat wanita berisiko mengalami diabetes meski sebelumnya tidak memiliki riwayat kondisi serupa.

Untuk mengurangi risiko kondisi yang disebut diabetes gestasional ini, salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah makan brokoli.

Kandungan sulforaphane dalam brokoli akan membantu produksi insulin sehingga kadar gula dalam darah bisa terkontrol.

Ketika kadar gula darah terkontrol, risiko berbagai masalah pada janin, seperti kelainan jantung, bibir sumbing, hingga makrosomia, juga dapat berkurang.

2. Mendukung perkembangan otak janin

Asam folat atau folic acid memiliki peranan penting untuk mendukung perkembangan otak janin.

World Health Organization (WHO) telah menyebutkan bahwa kekurangan asam folat dapat meningkatkan risiko cacat lahir pada otak.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Anda bisa mengonsumsi sayuran yang kaya akan asam folat, termasuk brokoli.

Namun, karena kebutuhan asam folat harian ibu hamil cukup besar, pastikan Anda memenuhinya dengan makanan lain atau suplemen bila perlu.

3. Mengurangi risiko berat bayi lahir rendah

Mengutip dari penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One, kekurangan zat besi terbukti meningkatkan risiko berat bayi lahir rendah hingga persalinan prematur.

Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan akibat dari anemia yang terjadi selama kehamilan. Ibu hamil memang lebih berisiko mengalami anemia karena peningkatan kebutuhan zat besi.

Sebagai sayuran hijau, salah satu manfaat brokoli untuk ibu hamil ialah mengurangi risiko BBLR dengan membantu memenuhi kebutuhan zat besi harian.

4. Membantu mengatasi sembelit

Peningkatan hormon progesteron selama kehamilan membuat otot-otot usus bekerja lebih lambat sehingga menyebabkan sembelit.

Meski awalnya hanya menyebabkan rasa tidak nyaman, sembelit yang tidak diatasi ternyata bisa berkembang menjadi wasir.

Brokoli bisa membantu mengatasi sembelit pada ibu hamil berkat kandungan serat sekaligus kadar airnya yang tinggi. 

Serat akan membantu proses penyerapan air supaya feses Anda menjadi lebih lunak sehingga mudah dikeluarkan.

5. Menjaga kesehatan tulang

Kalsium merupakan salah satu zat gizi yang penting untuk pertumbuhan janin. Oleh karena itu, kebutuhan kalsium wanita akan meningkat sebanyak 200 mg saat hamil.

Jika kebutuhan kalsiumnya tidak terpenuhi, janin akan mengambil mineral ini dari tubuh ibu hamil. Apabila dibiarkan, kondisi ini bisa memengaruhi kesehatan tulang ibu hamil.

Nah, Anda bisa mengonsumsi brokoli untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian. Dalam 100 gram brokoli, Anda bisa mendapatkan kalsium sebanyak 47 mg.

6. Meningkatkan daya tahan tubuh

Sebagai salah satu sayuran yang mengandung vitamin C, brokoli bisa membantu meningkatkan sistem imun ibu hamil.

Brokoli juga mengandung selenium dan beta karoten yang memiliki manfaat serupa. Sistem imun yang kuat dibutuhkan untuk menjaga ibu hamil dari berbagai serangan penyakit.

Selain bekerja dengan cara memperkuat sistem imun, vitamin C juga bisa berperan sebagai antioksidan untuk menangkal paparan radikal bebas.

7. Membantu mencegah kaki kram

Kaki kram merupakan salah satu keluhan yang kerap dialami ibu hamil, terutama pada trimester ketiga.

Kondisi ini bisa disebabkan karena berbagai hal, seperti kenaikan berat badan, tekanan janin, serta kekurangan kalsium dan magnesium.

Brokoli merupakan makanan yang kaya kalsium dan magnesium. Mengonsumsi sayuran ini bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah kaki kram saat hamil.

Rasa kenyang dari serat dalam brokoli juga bisa mengurangi nafsu makan yang tinggi saat hamil sehingga ibu hamil tidak makan secara berlebihan.

Cara memasak brokoli untuk ibu hamil

Sebelum memasak brokoli, pastikan Anda sudah mencuci sayuran ini sampai benar-benar bersih.

Jangan makan sayuran mentah selama hamil. Masaklah sayuran hingga matang untuk membunuh berbagai bakteri penyebab infeksi.

Lantas, berapa lama waktu yang tepat untuk merebus brokoli bagi ibu hamil? Supaya zat gizinya tetap terjaga, cukup rebus brokoli selama 2–3 menit. 

Selain merebusnya sendiri, ibu hamil bisa membuat masakan brokoli dengan campuran sayuran lain dan menambahkan protein, seperti telur dan daging ayam.

Ingat, meskipun memiliki banyak manfaat, brokoli tetap tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan karena bisa menyebabkan perut begah atau kembung.

Kesimpulan

  • Sebagai sayuran cruciferous, brokoli merupakan sumber nutrisi yang bermanfaat bagi ibu hamil.
  • Beberapa manfaat brokoli untuk ibu hamil adalah mengurangi risiko diabetes gestasional, mendukung perkembangan otak janin, membantu mengatasi sembelit, dan menjaga kesehatan tulang.
  • Meski bermanfaat, pastikan Anda memasak brokoli sampai benar-benar matang, setidaknya selama 2–3 menit.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan