Rasa unik yang ditawarkan oleh kombucha membuat banyak orang ingin mencobanya. Akan tetapi, apakah kombucha termasuk minuman yang aman untuk dikonsumsi ibu hamil? Simak jawabannya di sini.
Rasa unik yang ditawarkan oleh kombucha membuat banyak orang ingin mencobanya. Akan tetapi, apakah kombucha termasuk minuman yang aman untuk dikonsumsi ibu hamil? Simak jawabannya di sini.

Proses fermentasi dalam pembuatan kombucha membuat minuman ini mengandung alkohol.
Meski jumlah alkohol dalam kombucha biasanya tidak lebih dari 0,5%, minuman ini tetap menjadi pantangan bagi ibu hamil muda maupun tua.
Pasalnya, tidak ada batasan alkohol yang aman bagi ibu hamil. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pun menyebutkan bahwa ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsinya sama sekali.
Alkohol yang masuk ke dalam tubuh ibu hamil berisiko menyebabkan gangguan pertumbuhan dan sistem saraf pusat janin.
Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya menghindari segala jenis minuman yang mengandung alkohol, termasuk kombucha.
Selain itu, kombucha merupakan minuman yang dibuat dari teh sehingga membuatnya mengandung kafein.
Ibu hamil memang masih boleh mengonsumsi minuman yang mengandung kafein. Akan tetapi, jumlahnya tidak boleh lebih dari 200 mg per hari atau sekitar dua cangkir kopi.
Ditambah lagi, beberapa produk kombucha mungkin belum dipasteurisasi. Ini merupakan proses pemanasan makanan dan minuman dengan tujuan membunuh mikroorganisme.
Proses tersebut sangat penting untuk membunuh berbagai bakteri berbahaya yang mungkin tumbuh dalam proses pembuatan kombucha, seperti Listeria dan Salmonella.

Manfaat kombucha bagi kesehatan memang cukup banyak. Namun, risiko yang ditimbulkan jika minuman ini dikonsumsi selama kehamilan dinilai lebih besar dari manfaatnya.
Berikut adalah berbagai kemungkinan dampak negatif kombucha untuk program hamil Anda.
Meski beberapa produk kombucha diklaim sebagai minuman non-alkohol karena kandungannya tidak lebih dari 0,5%, alkohol yang dihasilkan selama proses fermentasi tetap tidak dianjurkan bagi ibu hamil.
Alkohol yang dikonsumsi ibu hamil bisa terbawa plasenta dan masuk ke dalam tubuh janin. Ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kelainan janin yang disebut fetal alcohol syndrome.
Artikel terkait
Dibandingkan kopi, jumlah kafein dalam segelas kombucha memang jauh lebih kecil. Akan tetapi, perlu Anda ingat bahwa kafein tidak hanya berasal dari kopi atau kombucha.
Kafein juga terkandung di dalam cokelat, teh, dan olahannya. Oleh karena itu, Anda sebaiknya menghindari berbagai sumber kafein ini untuk sementara waktu.
Salah satu dampak kafein bagi ibu hamil adalah dehidrasi. Jika dibiarkan, dehidrasi berat bisa meningkatkan risiko berat badan lahir rendah (BBLR), bayi lahir cacat, hingga keguguran.
Kombucha termasuk minuman dengan nilai pH yang cukup rendah (bersifat asam). Bagi ibu hamil yang memiliki masalah asam lambung, hal ini bisa memperburuk gejala dan menyebabkan nyeri ulu hati.
Padahal, ibu hamil mungkin sudah mengalami nyeri ulu hati karena perubahan hormon selama kehamilan dan rahim yang membesar.

Satu gelas kombucha diperkirakan mengandung 12 gram gula atau sekitar 32% dari kebutuhan gula harian selama kehamilan.
Jika menjadi kebiasaan, asupan gula yang berlebihan dari kombucha bisa meningkatkan risiko diabetes gestasional.
Diabetes gestasional yang dibiarkan dapat menimbulkan berbagai komplikasi kehamilan, seperti preeklampsia, kelahiran prematur, dan diabetes tipe 2 setelah melahirkan.
Kekhawatiran lain terkait konsumsi kombucha selama kehamilan adalah kemungkinan kontaminasi bakteri.
Pasteurisasi sangat dibutuhkan untuk membunuh bakteri meski proses ini mungkin juga menghancurkan probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan.
Kombucha yang tidak dipasteurisasi berisiko tinggi terpapar bakteri Listeria dan Salmonella. Kedua bakteri ini bisa menyebabkan berbagai komplikasi kehamilan.
Karena berbagai risiko tersebut, kombucha mungkin tidak disarankan untuk Anda yang sedang menjalani program hamil.
Berkonsultasilah kepada dokter kandungan terkait makanan dan minuman yang sebaiknya dikonsumsi untuk mendukung keberhasilkan program kehamilan Anda.
Imbauan untuk menghindari kombucha selama kehamilan tentu sudah diperhitungkan dari manfaat dan risiko yang ditawarkan.
Kendati kombucha menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan, Anda bisa mendapatkan manfaat ini dari makanan atau minuman lain yang lebih aman bagi ibu hamil.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Is kombucha safe during pregnancy? According to experts. (2024, October 17). Midwives Alliance of North America. Retrieved 04 November 2024, from https://mana.org/pregnancy/kombucha-during-pregnancy
Caffeine during pregnancy. (2023, August 28). Pregnancy, Birth and Baby | Pregnancy Birth and Baby. Retrieved 04 November 2024, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/caffeine-during-pregnancy
Can I drink kombucha while pregnant? (2024, October 14). ParentData by Emily Oster. Retrieved 04 November 2024, from https://parentdata.org/ask-parentdata-4/
Harris-Sagaribay, L. (2020, September 4). Kombucha and pregnancy: Answers to your brewing questions. MotherToBaby. Retrieved 04 November 2024, from https://mothertobaby.org/baby-blog/kombucha-pregnancy-answers/
Drinking while pregnant: What we know and what we don’t | Your pregnancy matters | UT southwestern Medical Center. (n.d.). UT Southwestern Medical Center | The #1 Hospital in DFW and Texas*. Retrieved 04 November 2024, from https://utswmed.org/medblog/alcohol-during-pregnancy/
About alcohol use during pregnancy. (2024, May 15). Alcohol and Pregnancy. Retrieved 04 November 2024, from https://www.cdc.gov/alcohol-pregnancy/about/index.html
A mug of kombucha tea for your health? (2022, August 24). Mayo Clinic. Retrieved 04 November 2024, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/consumer-health/expert-answers/kombucha-tea/faq-20058126
Versi Terbaru
14/11/2024
Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh
dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro