Pemilihan makanan perlu dipertimbangkan dengan hati-hati untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janin. Salah satu jenis makanan yang sering menimbulkan pertanyaan adalah sarden kaleng.
Pemilihan makanan perlu dipertimbangkan dengan hati-hati untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janin. Salah satu jenis makanan yang sering menimbulkan pertanyaan adalah sarden kaleng.

Lantas, bolehkah bumil makan sarden kaleng? Adakah hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi makanan ini? Ketahui pembahasan selengkapnya di bawah ini.
Ibu hamil boleh saja makan sarden kaleng. Produk makanan kaleng ini merupakan sumber protein yang praktis dan kaya akan zat gizi yang dibutuhkan ibu hamil lainnya.
Beberapa ibu hamil mungkin khawatir dengan kandungan merkuri dalam ikan sarden. Untungnya, sarden termasuk ikan berminyak yang berukuran kecil.
Tingkat merkuri di dalamnya pun lebih rendah daripada ikan yang lebih besar, seperti makerel atau tuna.
Meski relatif aman dikonsumsi selama kehamilan, terdapat beberapa catatan penting yang perlu ibu hamil perhatikan sebelum makan sarden kaleng.
Mengonsumsi sarden kaleng dengan bijak dapat memberikan manfaat besar untuk kesehatan ibu hamil dan janin. Berikut ini adalah beberapa manfaat ikan sarden untuk ibu hamil.

Sebagai golongan ikan berlemak, sarden mengandung asam lemak omega-3, utamanya DHA (docosahexaenoic acid) dan EPA (eicosapentaenoic acid).
Asam lemak ini dapat memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan otak janin, seperti yang disebutkan oleh sebuah artikel dalam jurnal Nutrients (2020).
Diketahui bahwa tingkat DHA dan EPA yang lebih tinggi saat hamil terkait dengan peningkatan fungsi kognitif dan ketajaman penglihatan bayi di kemudian hari.
Ikan sarden yang dikonsumsi bersama tulangnya mengandung kalsium yang tinggi. Mineral ini berperan penting untuk membangun dan memelihara kekuatan tulang dan gigi.
Selain itu, sarden kaleng merupakan sumber vitamin D yang baik. Salah satu fungsi vitamin D adalah membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh.
Dengan mendapatkan asupan vitamin D dari makan sarden kaleng, Anda bisa memastikan bahwa tubuh Anda menyerap kalsium dengan sempurna.
Asupan kalsium dan vitamin D yang cukup juga bisa membantu mencegah preeklampsia, yaitu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan hipertensi dan munculnya protein dalam urine.
Asam lemak omega-3 dalam ikan sarden kaleng berkontribusi terhadap kesehatan jantung ibu hamil secara keseluruhan.
Memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil ini sangat penting, sebab sistem kardiovaskular ibu bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan janin.
Selain itu, asam lemak omega-3 bisa membantu mengurangi peradangan, menurunkan tekanan darah, dan menjaga ritme jantung yang sehat.

Makan sarden kaleng diperbolehkan untuk ibu hamil yang rentan mengalami anemia. Pasalnya, ikan sarden adalah sumber zat besi yang baik untuk tubuh.
Saat hamil, volume darah akan meningkat secara signifikan untuk mendukung pertumbuhan bayi Anda.
Asupan zat besi yang tercukupi membantu tubuh menghasilkan sel darah merah. Kemudian, sel darah merah akan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dan janin.
Tidak hanya itu, asupan zat besi saat hamil juga membantu memerangi gejala terkait anemia, seperti lesu, lemas, sakit kepala, dan nafsu makan yang buruk.
Sarden kaleng merupakan sumber protein hewani yang praktis serta disukai banyak kalangan. Protein sangat penting untuk mendukung membangun dan memperbaiki jaringan tubuh.
Ikan sarden juga mengandung vitamin B12 yang cukup penting dalam proliferasi, yaitu proses pembelahan sel janin yang berlangsung dengan sangat cepat.
Menambahkan sarden kaleng ke dalam makanan harian untuk ibu hamil bisa memberikan tubuh Anda nutrisi yang memadai untuk mendukung proses vital ini.

Meski sarden kaleng bermanfaat, Anda tetap perlu membatasi porsinya. Pada umumnya, anjuran konsumsi ikan untuk ibu hamil adalah 224–340 gram atau setara dengan 2–3 porsi ikan per minggu.
Pastikan Anda membaca label informasi nilai gizi, komposisi, dan tanggal kedaluwarsa produk makanan kaleng ini dengan cermat sebelum Anda mengonsumsinya.
Untuk membuat sarden kaleng yang lebih sehat untuk ibu hamil, Anda bisa mengikuti sejumlah tips berikut.
Sebelum menambahkan makanan apa pun ke dalam menu harian, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan atau ahli gizi untuk memastikan asupan gizi saat hamil tetap terjaga.
Dengan demikian, Anda tentu bisa menjalani masa kehamilan dengan lebih sehat dan bahagia.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Fish, sardines, canned. (2022). FoodData Central – U.S. Department of Agriculture. Retrieved June 6, 2024, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/2341708/nutrients
Eating seafood during pregnancy. (n.d.). American Pregnancy Association. Retrieved June 6, 2024, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/eating-seafood-during-pregnancy/
Pregnancy and fish: What’s safe to eat? (2023). Mayo Clinic. Retrieved June 6, 2024, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy-and-fish/art-20044185
Prevent iron deficiency anemia during pregnancy. (2022). Mayo Clinic. Retrieved June 6, 2024, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/anemia-during-pregnancy/art-20114455
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. (2019). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Retrieved June 6, 2024, from https://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf
Basak, S., Mallick, R., & Duttaroy, A. K. (2020). Maternal Docosahexaenoic Acid Status during Pregnancy and Its Impact on Infant Neurodevelopment. Nutrients, 12(12), 3615. https://doi.org/10.3390/nu12123615
Khaing, W., Vallibhakara, S. A., Tantrakul, V., Vallibhakara, O., Rattanasiri, S., McEvoy, M., Attia, J., & Thakkinstian, A. (2017). Calcium and Vitamin D Supplementation for Prevention of Preeclampsia: A Systematic Review and Network Meta-Analysis. Nutrients, 9(10), 1141. https://doi.org/10.3390/nu9101141
Chaddha, A., & Eagle, K. A. (2015). Omega-3 Fatty Acids and Heart Health. Circulation, 132, e350–e352. https://doi.org/10.1161/CIRCULATIONAHA.114.015176
Versi Terbaru
26/06/2024
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh
dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)