Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

7 Olahraga dan Gerakan yang Berpotensi Memicu Keguguran

7 Olahraga dan Gerakan yang Berpotensi Memicu Keguguran

Umumnya, keguguran terjadi karena adanya kelainan kromosom atau masalah pada perkembangan janin. Namun, ada faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami keguguran di masa kehamilan. Salah satu faktor tersebut adalah saat ibu hamil berolahraga dan melakukan gerakan tertentu. Apa saja gerakan yang berpotensi menyebabkan keguguran? Simak penjelasannya di bawah ini.

Olahraga atau gerakan yang bisa memicu keguguran

gerakan yang membuat keguguran

Mengutip dari Kid’s Health, sebenarnya ada banyak manfaat yang dapat dirasakan ketika Anda berolahraga pada masa kehamilan. Salah satu manfaat tersebut yakni, meningkatkan energi, meredakan sakit punggung, meredakan stres, hingga mempersiapkan tubuh agar siap melakukan persalinan.

Namun, ibu hamil sebaiknya menyesuaikan olahraga dan gerakan tertentu dengan kondisi fisik dan kesehatan saat hamil. Jika Anda sudah terbiasa melakukan senam hamil, sebaiknya Anda tidak mencoba melakukan gerakan atau olahraga lain tanpa pengawasan khusus.

Walaupun bukan penyebab utama, masih ada kemungkinan jika kegiatan atau olahraga yang Anda lakukan dapat memicu terjadinya keguguran. Risiko ini membesar saat Anda melakukan olahraga yang cukup berat dan tidak menyesuaikan dengan kondisi kehamilan.

Di bawah ini adalah gerakan yang berpotensi memicu terjadinya keguguran.

1. Aerobik

Olahraga seperti aerobik pada dasarnya boleh dilakukan oleh ibu hamil. Namun, Anda harus berhati-hati apabila melakukan gerakan yang terlalu cepat atau memerlukan langkah terlalu tinggi karena bisa memicu atau menyebabkan keguguran.

Langkah terlalu tinggi serta gerakan berulang saat aerobik bisa meningkatkan kemungkinan jatuh, khusunya ketika Anda terlalu lelah dan kehabisan napas.

Coba untuk lakukan olahraga aerobik dengan intensitas sedang seperti jalan cepat. Hal tersebut demi mengurangi risiko terjadinya keguguran.

2. HIIT

HIIT merupakan singkatan dari high intensity interval training. Ini merupakan jenis olahraga kardio dengan intesitas tinggi dan dilakukan dalam durasi cepat.

Olahraga serta gerakan seperti jumping jack, high knee, squat cepat, dan lain-lainnya bisa membuat dan meningkatkan risiko keguguran. Hal ini karena frekuensi melompat serta perubahan gerakan dapat mengendurkan ligamen, mengakibatkan cedera, dan kehilangan keseimbangan.

3. Sit up dan push up

Sebagian dokter masih memperbolehkan Anda melakukan sit up atau push up pada trimester pertama kehamilan. Namun setelah itu sebaiknya hindari gerakan olahraga yang satu ini karena bisa membuat atau menyebabkan keguguran.

Perlu diketahui bahwa berbaring telentang cenderung dapat menghalangi aliran serta menurunkan darah sehingga mengakibatkan pusing.

Selain itu, kedua gerakan ini juga memberikan tekanan berlebih di area perut dan juga kaki yang mungkin memicu Anda agar keguguran.

4. Mengangkat beban terlalu berat

Tidak semua wanita terbiasa melakukan olahraga weightlifting atau mengangkat beban. Begitu juga saat Anda hamil, jangan memaksakan diri untuk mengangkat beban terlalu berat.

Perubahan hormonal selama kehamilan membuat ligamen yang ada di tubuh menjadi lebih kendor sehingga meningkatkan risiko cedera sendi. Otot perut pun tidak berfungsi secara maksimal sehingga kekuatannya menurun dan bisa berbahaya.

Mengangkat beban secara berlebihan akan mengalihkan aliran darah yang mengakibatkan bayi kekurangan oksigen dan nutrisi. Ini juga akan memberikan tekanan ekstra pada organ panggul yang meningkatkan risiko penyebab bayi lahir prematur.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days

5. Olahraga dengan gerakan tiba-tiba

Selain aerobik, ada pula jenis olahraga lainnya yang membuat Anda harus melakukan gerakan berulang dan tiba tiba.

Gerakan dari olahraga seperti tenis, basket, dan sepak bola juga sebaiknya dihindari karena bisa membuat atau menyebabkan risiko keguguran. Melompat serta perubahan posisi yang tiba-tiba ini bisa menyebabkan benturan pada area sendi.

Selain itu, sebagian olahraga di atas juga meningkatkan risiko perut terbentur bola.

6. Lari dan bersepeda

Mengutip The National Childbirth Trust, sebaiknya Anda tidak melakukan olahraga lari atau bersepeda, terutama tidak secara aktif melakukannya sejak sebelum hamil. Hal ini karena ada kemungkinan gerakan dari olahraga tersebut meningkatkan risiko keguguran.

Gerakan lari dapat memengaruhi lutut dan dasar panggul sehingga rentan cedera. Sedangkan gerakan bersepeda di luar ruangan bisa mengakibatkan Anda jatuh saat hilang keseimbangan.

7. Menyelam

Walaupun Anda gemar menyelam atau sudah tahu bagaimana cara yang tepat, sebaiknya hindari olahraga yang kemungkinan dapat menggugurkan kandungan ini. Alasannya, Anda akan menggunakan alat serta melakukan gerakan yang dapat menyebabkan bayi cacat lahir atau penyakit kompresi janin.

Sebelum melakukan olahraga, tidak ada salahnya bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Perhatikan kondisi tubuh dan tanyakan mengenai apa saja olahraga untuk ibu hamil yang aman sehingga Anda bisa menghindari gerakan yang menyebabkan keguguran.

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Pada dasarnya, Anda tidak dianjurkan melakukan gerakan agar keguguran dengan sengaja apa pun alasannya. Selalu jaga kesehatan janin dengan mengonsumsi makanan bergizi serta menjauhi semua pantangan untuk ibu hamil, termasuk gerakan yang bisa membuat keguguran.

Olahraga memang perlu agar tubuh tetap bugar saat hamil. Akan tetapi, jangan memaksakan diri dan sesuaikan dengan kekuatan tubuh Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Exercising During Pregnancy (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 9 March 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/exercising-pregnancy.html

Wong, E., Ray, R., Gao, D., Wernli, K., Li, W., & Fitzgibbons, E. et al. (2010). Physical activity, physical exertion, and miscarriage risk in women textile workers in Shanghai, China. American Journal Of Industrial Medicine, n/a-n/a. doi: 10.1002/ajim.20812

Playing sport during pregnancy. (2021). Retrieved 9 March 2021, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/playing-sport-during-pregnancy

Exercise During Pregnancy. (2021). Retrieved 9 March 2021, from https://www.acog.org/womens-health/faqs/exercise-during-pregnancy

Hospital, T. (2021). The abdominal muscles . Retrieved 9 March 2021, from https://www.thewomens.org.au/health-information/pregnancy-and-birth/a-healthy-pregnancy/the-abdominal-muscles

Is It Safe to Lift Weights When Pregnant? – Aaptiv. (2017). Retrieved 9 March 2021, from https://aaptiv.com/magazine/safe-lift-weights-when-pregnant

Exercise in pregnancy: for women. (2021). Retrieved 9 March 2021, from https://raisingchildren.net.au/pregnancy/health-wellbeing/healthy-lifestyle/exercise-in-pregnancy-for-women

Exercise during pregnancy: what to know. (2021). Retrieved 9 March 2021, from https://www.nct.org.uk/pregnancy/exercise-and-fitness/exercise-during-pregnancy-what-know

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita