Berbahayakah Bagi Janin Jika Perut Ibu Hamil Tertekan atau Terbentur?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Ketika masuk masa kehamilan, pasti Anda akan sangat berhati-hati dalam melakukan aktivitas. Bahkan, ada yang mengurangi aktivitas agar kehamilannya tidak terganggu. Namun, meski sudah sangat hati-hati, terkadang ada saja hal yang tak diprediksi terjadi, misalnya perut tak sengaja tertekan dengan sesuatu.

Mungkin ketika Anda mengalami hal ini, Anda akan ketakutan, cemas, dan khawatir. Takut jika terjadi apa-apa dengan si janin. Sebenarnya, apakah berbahaya jika perut ibu hamil tertekan? Apakah tekanan pada perut akan memengaruhi kondisi janin?

Beda usia kehamilan, beda efeknya 

Banyak ibu yang cemas jika perutnya yang sedang hamil tersebut tertekan atau tertindih sesuatu. Mungkin, tekanan yang didapat tidak sengaja, misalnya terbentur meja, tak sengaja terpukul oleh anak balita, atau tertekan ketika menggendong bayi Anda.

Lalu, apakah kondisi ini membuat janin di dalam kandungan mengalami gangguan tertentu?

Sebenarnya, hal ini tergantung dengan seberapa keras tekanan yang diterima perut ibu hamil Anda. Jika memang tak begitu keras, maka jangan khawatir, pasalnya janin sudah memiliki berbagai pelindung yang sudah disiapkan sesaat setelah pembuahan. Namun, terkadang hal ini juga tergantung dengan masing-masing usia kehamilan.

1. Perut ibu hamil tertekan saat trimester pertama

Pada awal kehamilan, dinding-dinding rahim sudah mulai menebal dan hal ini akan melindungi janin dari tekanan. Selain itu, tulang panggul juga menjadi salah satu pelindung ketika Anda masih dalam trimester pertama. Tulang panggul cukup keras, sehingga dapat melindungi janin yang kecil tersebut dari tekanan.

2. Perut ibu hamil tertekan saat trimester kedua dan ketiga

Banyak yang menganggap semakin tua usia kehamilan maka akan semakin berisiko dan harus ekstra hati-hati. Sebenarnya hal ini tak sepenuhnya salah kok, Anda memang harus lebih waspada.

Namun, jika tekanan yang didapatkan karena menggendong anak balita Anda, maka tak perlu cemas. Janin Anda terlindungi dengan cairan ketuban dan plasenta, sehingga tekanan tersebut tidak akan terlalu dirasakan oleh si bayi dalam kandungan.

infeksi saat hamil

Jadi, jangan langsung panik jika perut yang sedang hamil itu tertekan sesuatu, tubuh Anda sudah dirancang sekuat mungkin untuk melindungi si janin, dari cairan ketuban, dinding rahim, hingga otot-otot perut.

Bagaimana cara tahu apakah janin baik-baik saja?

Jika memang tekanan yang Anda dapatkan sangat keras, maka jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Biasanya, dokter akan menganjurkan agar Anda melakukan berbagai tes kesehatan lengkap, termasuk USG. Dari pemeriksaan tersebut, Anda dapat mengetahui kondisi janin secara pasti.

Ketika memeriksakan diri ke dokter setelah mengalami trauma akibat tekanan pada perut, maka ada beberapa hal yang harus Anda pastikan ke dokter, yaitu:

  • Apakah gejala yang saya alami saat ini normal?
  • Seperti apa gejala yang tidak normal dan kapan harus ke dokter setelah mengalami trauma?
  • Trauma seperti apa yang berbahaya?
  • Kegiatan apa yang haru dihindari untuk mencegah komplikasi kehamilan terjadi?

Pastikan bahwa Anda mendapatkan semua jawaban tersebut dari sang dokter, sehingga Anda tahu apa yang selanjutnya harus dilakukan jika terjadi trauma yang tak diinginkan.

Biasanya, bila kecelakaan atau trauma yang Anda alami cukup parah, maka akan terjadi perdarahan. Nah, ketika kondisi ini terjadi maka Anda harus buru-buru periksa ke dokter, karena hal tersebut menandakan bahwa terjadi sesuatu dengan kehamilan Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca