home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ibu, Ini Tanda Janin Tidak Berkembang Dalam Kandungan yang Harus Diwaspadai

Ibu, Ini Tanda Janin Tidak Berkembang Dalam Kandungan yang Harus Diwaspadai

Sejak masih embrio, calon bayi di dalam kandungan akan terus berkembang seiring waktu. Namun, ada kondisi di mana bayi tiba-tiba berhenti berkembang. Kondisi ini disebut dengan IUGR (Intrauterine Growth Restriction). Bila IUGR terus berlanjut, keguguran atau bayi meninggal dalam kandungan bisa terjadi. Apa saja tanda janin tidak berkembang di dalam kandungan?

Tanda janin tidak berkembang dalam kandungan (IUGR)

Umumnya, tanda janin tidak berkembang dalam kandungan bisa dideteksi saat usia satu sampai tiga bulan melalui USG dan tes tambahan lain. Dari USG, Anda akan mengetahui perkiraan berat bayi dan banyaknya cairan ketuban di rahim.

Kemudian, dokter akan menggunakan doppler flow (aliran doppler) untuk mengukur kecepatan aliran darah di tali pusar dan otak bayi.

Pemantauan janin dengan elektroda yang diletakkan pada perut ibu bertujuan untuk mengukur laju dan pola detak jantung bayi.

Dari semua prosedur tersebut, Anda bisa mengetahui bagaimana perkembangan bayi dan kemungkinan terjadinya IUGR. Berikut tanda janin tidak berkembang dalam kandungan:

1. Bayi dalam kandungan tidak bergerak

Normalnya, sang ibu akan merasakan gerakan di perutnya pada trimester kedua. Bila sang ibu awalnya merasakan sang bayi bergerak teratur tapi sudah tidak menunjukkan tanda-tanda itu lagi, ada kemungkinan bayi mengalami IUGR.

2. Hasil USG yang tidak normal

Ultrasound atau USG akan menunjukkan ukuran, posisi, dan secara keseluruhan perkembangan bayi. Cara ini juga dapat menunjukkan cacat lahir sehingga dapat membantu dokter membuat perkiraan hari kelahiran.

Namun, pada kasus IUGR yang memberi tanda janin tidak berkembang, hasil USG trimester pertama dan kedua tidak menunjukkan adanya perkembangan.

3. Kadar HCG menurun

Hormon hCG (human gonadoptropin) adalah hormon yang diproduksi selama kehamilan. Kadar hCG akan terus naik dari usia 9 hingga 16 minggu. Ini menandakan bahwa kehamilan sang ibu berkembang normal.

Namun ketika janin tidak berkembang, kadar hCG akan lebih rendah dari seharusnya. Bila terus terjadi, hal ini bisa menjadi pertanda janin tidak berkembang di dalam kandungan.

4. Jantung bayi tidak berdetak jadi tanda janin tidak berkembang

Dari prosedur doppler flow, detak jantung bayi akan terdengar sekitar minggu ke-9 atau ke-10 saat bayi berubah dari embrio ke janin.

Bila detak jantung kurang terdengar pada tes pertama dan tidak terdengar detak jantung lagi di tes berikutnya, ini adalah tanda janin tidak berkembang.

Namun, ada penyebab lain yang bisa mengakibatkan timbulnya tanda ini, yaitu posisi bayi atau penempatan plasenta.

Pada beberapa kasus, bayi mungkin tidak sepenuhnya berhenti berkembang, hanya saja terlambat perkembangannya.

Secara khusus, berat bayi diperkirakan berada di bawah persentil ke-10, yaitu kurang dari 90 persen berat bayi pada usia yang sama.

Bayi akan memiliki kulit yang lebih tipis, pucat, longgar, dan kering. Tali pusat yang dimilikinya juga terihat tipis dan kusam, tidak tebal seperti tali pusat normal.

Tanda janin tidak berkembang yang dirasakan ibu hamil

Kondisi ini dirasakan dan memberi dampak pada ibu hamil. Ada beberapa hal yang akan Anda alami, yaitu:

1. Demam

Kondisi ini terjadi secara alami ketika tubuh melawan infeksi, tapi demam selama kehamilan juga bisa menjadi masalah, salah satunya tanda keguguran.

2. Payudara tidak sensitif

Pada beberapa bulan pertama kehamilan, payudara akan menjadi sensitif seperti hal ketika PMS (premenstrual syndrome).

Namun, pada ibu yang memiliki tanda janin tidak berkembang, payudara menjadi tidak sensitif dan ukurannya mengecil. Ini disebabkan karena hormon yang mendukung pertumbuhan bayi telah berhenti.

3. Gejala morning sickness berkurang

Kondisi morning sickness atau mual dan muntah memang normal terjadi ketika trimester pertama. Namun, bila gejalanya berhenti sebelum trimester berakhir, ibu jangan dulu merasa lega. Pasalnya, ini bisa menjadi tanda tidak berkembangnya janin di dalam kandungan yang membuat tingkat HCG menurun.

4. Keluar cairan ketuban

Keluarnya ketuban sebelum waktunya merupakan salah satu tanda janin tidak berkembang. Sebab bayi yang sehat akan dikelilingi oleh cairan ketuban di rahim. Bila cairan ketuban keluar, artinya kantung yang menahan cairan ketuban pecah.

5. Terasa kram bisa jadi tanda janin tidak berkembang

Kram mungkin normal terjadi pada ibu hamil. Namun, bila rasa kram terus meningkat atau tidak hilang seiring waktu, ini bisa menunjukkan ada masalah dengan janin dan harus dikeluarkan dari rahim.

Bila sang ibu atau sang bayi mengalami kondisi seperti yang telah disebutkan sebelumnya, disarankan untuk segera memeriksakan kandungan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat terkait IUGR.

Apa yang harus dilakukan jika merasakan tanda janin tidak berkembang?

Pertumbuhan janin yang tertunda berisiko mengalami berbagai masalah tertentu pada saat kehamilan, proses persalinan, dan nantinya setelah dilahirkan.

Umumnya, tanda janin tidak berkembang bisa dideteksi pada usia satu hingga tiga bulan. Jika dibiarkan saja hingga lebih dari tiga bulan, kondisi ini dapat memicu keguguran atau bayi meninggal dalam kandungan.

Meski begitu, pada beberapa kasus, calon bayi yang didiagnosis terlambat berkembang masih bisa lahir dengan berat badan normal.

Oleh karena itu, semua ibu hamil seharusnya diperiksa untuk faktor risiko IUGR. Terlebih jika Anda memiliki beberapa kondisi dengan tanda janin tidak berkembang seperti yang disebutkan di atas, disarankan untuk segera konsultasikan ke dokter kandungan yang menangani Anda.

Perhatikan gejala-gejalanya agar ketika hamil, Anda dapat terus memantau perkembangan janin.

Tujuannya untuk mengantisipasi jika janin tidak berkembang, Anda bisa segera berkonsultasi ke dokter untuk menentukan solusinya.

Penyebab janin tidak berkembang

Calon bayi dikatakan memiliki tanda janin tidak berkembang, apabila pertumbuhannya tidak sesuai dengan usia kehamilan.

Tumbuh kembang janin yang lambat ini menandakan ukuran bayi lebih kecil dari ukuran rata-rata pada usia kehamilan tersebut.

Sebagai contoh, Anda sudah hamil 12 minggu, tetapi perkembangan dan berat janinnya masih seperti usia di bawah 12 minggu. Sebagai gambaran umum, Anda bisa pantau perkembangan janin dari minggu 1 sampai 40.

Bayi mungkin tidak tumbuh dengan baik jika dia tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkannya untuk berkembang. Berikut penyebab paling umum janin tidak berkembang:

Kondisi medis ibu

Calon bayi Anda mungkin mengalami IUGR apabila Anda mengidap penyakit jantung, ginjal, paru-paru, gangguan pembekuan darah, anemia sel sabit, atau diabetes.

Selain itu, IUGR bisa terjadi pada janin apabila Anda mengalami preeklampsia selama kehamilan trimester kedua, hipertensi kronis, atau keduanya sekaligus.

Kelainan plasenta

Plasenta adalah organ yang berfungsi mengirim nutrisi dan oksigen untuk janin di dalam kandungan. Jika bentuk plasenta tidak sempurna atau ukurannya terlalu kecil, maka organ ini tidak dapat menjalani fungsinya dengan baik.

Kondisi inilah yang memungkinkan janin menjadi tidak berkembang karena mengalami defisiensi nutrisi atau oksigen.

Faktor lainnya

  • Terjadi pada kehamilan kembar dua atau lebih
  • Konsumsi obat-obatan terlarang, merokok
  • Infeksi tertentu yang Anda miliki seperti toksoplasmosis, rubella, sifilis, atau cytomegalovirus (CMV)
health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Intrauterine Growth Restriction (IUGR). https://www.webmd.com/baby/iugr-intrauterine-growth-restriction#2. Diakses pada 25 Januari 2018.

Signs That a Fetus Is Not Growing. https://www.livestrong.com/article/514687-an-upset-stomach-during-my-12th-week-of-pregnancy/. Diakses pada 25 Januari 2018.

15 Signs The Fetus Is Not Developing. https://www.babygaga.com/15-signs-the-fetus-is-not-developing/. Diakses pada 25 Januari 2018.

Intrauterine growth restriction (IUGR) https://www.babycenter.com/0_intrauterine-growth-restriction-iugr_1427406.bc diakses 26 Oktober 2017.

Intrauterine growth restriction https://www.webmd.com/baby/iugr-intrauterine-growth-restriction diakses 26 Oktober 2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 02/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x