Bulu Halus Tumbuh di Perut Saat Hamil, Apakah Itu Normal?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18/04/2019
Bagikan sekarang

Salah satu perubahan tubuh saat hamil yang banyak dianggap aneh adalah tumbuhnya bulu di perut ibu. Ada yang bilang perut berbulu saat hamil ini akan membuat anaknya juga berbulu lebat. Ada juga yang percaya jika perubahan tubuh ini akan berbahaya bagi kesehatan ibu. Namun, sebenarnya apa ya yang menyebabkan perut ibu berbulu saat hamil? Apakah hal ini normal?

Penyebab perut berbulu saat hamil

Bulu-bulu halus yangtiba-tiba muncul di perut mungkin membuat Anda panik. Umumnya, hal ini wajar terjadi. Ya, perut berbulu saat hamil sebenarnya disebabkan oleh perubahan hormon tubuh.

Ketika hamil, kadar hormon tidak stabil karena menyesuaikan perubahan yang terjadi. Nah, estrogen adalah salah satu hormon yang meningkat saat hamil yang berpengaruh dalam pertumbuhan rambut di tubuh, termasuk rambut halus di kulit.

Ketika kadarnya tinggi, maka bulu-bulu halus akan muncul di bagian tubuh yang sebelumnya tidak berbulu. Bahkan, tak cuma perut, dalam beberapa kasus para ibu hamil  mengaku bahwa bulu juga tumbuh di area lengan, leher, bahu, bahu, hingga punggung bagian atas.

Jadi, kesimpulannya adalah perut berbulu saat hamil adalah hal yang sangat normal. Hal ini tidak hanya terjadi kepada ibu hamil, melainkan bisa juga perempuan yang tidak berbadan dua, entah itu karena hormon estrogen ataupun faktor-faktor lainnya.

Katanya, perut berbulu saat hamil tandanya mengandung bayi laki-laki

Kebanyakan orang percaya kalau bulu halus yang tumbuh di sekitar perut saat hamil, memiliki arti bahwa mereka akan mempunyai anak laki-laki. Walaupun begitu, tidak ada penelitian yang membuktikan hal tersebut. Normalnya, bulu halus yang tumbuh di sekitar perut Anda disebabkan oleh hormon yang membantu pertumbuhan janin. 

Apabila Anda ingin mengetahui jenis kelamin janin Anda, lebih baik melakukan prosedur USG agar mendapat kepastian, ketimbang menebak-nebak melalui rambut yang tumbuh di perut.

Bisakah menghilangkan bulu halus di perut saat hamil?

Sebenarnya, perut berbulu saat hamil akan hilang dengan sendirinya. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, kondisi ini akan mulai menghilang enam bulan setelah melahirkan. Jadi, jangan khawatir memiliki perut yang ditumbuhi bulu-bulu halus.

Apabila Anda ingin mencukurnya, sebaiknya lakukan sesuai dengan anjuran mencukur pada saat hamil. Perut adalah salah satu bagian yang paling sensitif, terutama ketika Anda sedang berbadan dua.

Oleh karena itu, disarankan untuk menunggu seusai proses persalinan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat kehamilan.

Lebih baik Anda menghindari penggunaan krim perontok rambut. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi kulit serta hal-hal yang bisa mempengaruhi janin di dalam perut.

Konsultasi dengan dokter

Perut berbulu saat hamil bukanlah hal yang harus Anda khawatirkan. Akan tetapi, pada beberapa kasus, kondisi ini bisa menjadi tanda Anda menderita hiperandrogen.

Hiperandrogen adalah kondisi ketika hormon memproduksi androgen berlebih. Salah satu dampaknya adalah pertumbuhan bulu di area tertentu, seperti di perut.

Nah, hormon ini memang sering dikaitkan dengan hormon seks pria, seperti testoteron. Situasi ini dapat menyebabkan beberapa hal, diantaranya adalah:

  • Tekanan darah tinggi
  • Jerawat
  • Haid yang tidak teratur sebelum kehamilan
  • Klitoris membesar
  • Suara berat seperti laki-laki
  • Massa otot dan berat badan meningkat

Walaupun kondisi ini sangat jarang ditemukan pada ibu hamil, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda. Hal tersebut disebabkan androgen dapat mempengaruhi janin Anda.

Misalnya, untuk bayi perempuan memiliki risiko punya karakteristik seperti laki-laki. Tanyakan kepada dokter Anda agar mereka bisa memeriksakan tingkat hormon dan menganjurkan pengobatan jika memang harus mengatasi perut berbulu saat hamil.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Aturan Aman Puasa Saat Hamil Trimester Pertama

Puasa saat hamil biasanya cukup aman untuk dilakukan, namun di trimester pertama, ibu dan bayi masih butuh banyak nutrisi. Jadi, boleh puasa tidak?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hari Raya, Ramadan 17/05/2018

Suka Makan Es Batu Saat Hamil, Adakah Efeknya untuk Janin Dalam Kandungan?

Beberapa perempuan jadi hobi makan es batu saat hamil, meski sebelumnya tidak pernah begitu. Apakah ini akan memengaruhi kesehatan bayinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Kenapa Stres Bisa Bikin Kulit Merah dan Gatal-gatal?

Stres tidak cuma bikin sakit kepala dan tensi naik. Saat sedang dilanda sres, beberapa orang juga bisa mengeluhkan gatal-gatal. Kenapa stres bikin gatal?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi

Direkomendasikan untuk Anda

madu bagi ibu hamil

6 Kebaikan Madu Bagi Ibu Selama Masa Kehamilan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/04/2019
jenis kulit wajah

Tadinya Berminyak Jadi Kering, Kok, Tipe Kulit Wajah Saya Berubah, Ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 13/11/2018
pengaruh olahraga pada kondisi kulit

Olahraga Sebenarnya Sehat Bagi Kulit Atau Malah Mendatangkan Masalah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 02/10/2018
tahi lalat dan skin tag

Apa Bedanya Tahi Lalat dan Skin Tag (Acrochordon)?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2018