Tak hanya untuk memantau perkembangan janin selama masa kehamilan, prosedur USG dapat juga dilakukan untuk mendeteksi masalah pada organ reproduksi, seperti kista ovarium. Simak beberapa perbedaan USG kista dan janin dalam pembahasan berikut ini.
Tak hanya untuk memantau perkembangan janin selama masa kehamilan, prosedur USG dapat juga dilakukan untuk mendeteksi masalah pada organ reproduksi, seperti kista ovarium. Simak beberapa perbedaan USG kista dan janin dalam pembahasan berikut ini.

USG atau ultrasonografi adalah tes pencitraan yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar dari organ dalam tubuh.
Alat medis ini akan memancarkan gelombang suara yang dipantulkan oleh jaringan atau organ dalam tubuh, lalu diterima kembali dan diterjemahkan menjadi gambar oleh komputer.
Walaupun menggunakan alat yang sama, pemeriksaan USG kandungan dan kista mempunyai beberapa perbedaan yang signifikan.
Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara USG kista dan janin yang bisa Anda perhatikan.

Prosedur USG yang dilakukan untuk mendeteksi janin dan kista bisa berbeda tergantung dari tujuan pemeriksaannya.
USG transabdominal biasanya dilakukan selama kehamilan. Dokter akan mengoleskan gel pada perut ibu dan menggerakkan transduser untuk mendapatkan gambaran janin.
Pada masa awal kehamilan, USG transvaginal juga dapat digunakan untuk melihat janin lebih jelas dengan memasukkan transduser khusus ke dalam vagina.
Prosedur USG yang dilakukan untuk kista ovarium akan tergantung pada jenis serta lokasinya.
USG transabdominal biasanya dilakukan untuk melihat kista berukuran besar, sedangkan USG transvaginal dapat memberikan gambaran yang lebih detail untuk kista yang kecil.
Perbedaan USG kista dan janin juga tampak dari cara membaca hasil tes. Saat membaca hasil USG kehamilan, janin akan tampak sebagai objek putih di tengah warna hitam.
Janin akan tampak sebagai struktur kompleks dengan kepala, kaki, dan tangan yang mulai bisa Anda amati saat melakukan USG pada minggu ke-6 kehamilan.
Sementara itu, kista yang merupakan kantong berisi cairan akan terlihat sebagai area gelap dan berbatas tegas pada hasil USG.
Kista umumnya berbentuk bulat atau oval dengan dinding tipis di sekelilingnya. Tidak ada organ yang terlihat dalam kista sehingga mudah untuk Anda bedakan dari janin.

Dokter mungkin melakukan prosedur USG Doppler untuk membedakan janin dan kista dengan melihat pola aliran darah di dalam jaringan tersebut.
Hasil USG Doppler bisa menunjukkan adanya aliran darah yang melalui tali pusat, jantung, dan otak janin. Aliran darah yang mengalir ke berbagai organ tubuh janin juga bisa diamati.
Sementara itu, hasil tes ini biasanya tidak akan menemukan adanya aliran darah di dalam kista.
Namun, pada kista yang bersifat kompleks atau mengalami komplikasi, seperti perdarahan atau pertumbuhan jaringan abnormal, mungkin ditemukan aliran darah di sekitarnya.
Meski demikian, hal ini tetap berbeda dengan pola aliran darah janin yang lebih aktif dan teratur.
Perkembangan janin akan tampak jelas melalui tes USG seiring bertambahnya usia kehamilan.
Dari minggu ke minggu, ukuran dan berat janin bertambah, organ janin terus berkembang, serta pergerakan janin akan makin aktif.
Dokter akan memantau pertumbuhan janin dengan membandingkan USG dari waktu ke waktu.
Sementara itu, ukuran kista akan tetap, membesar, ataupun mengecil tergantung dari jenisnya.
Kista fungsional pada ovarium dapat mengecil dengan sendirinya selama siklus menstruasi. Di sisi lain, kista patologis mungkin tetap atau bertambah besar dalam beberapa waktu.
Selain melihat perbedaan dari hasil USG kista dan janin, Anda juga perlu memperhatikan gejala yang menyertai kondisi ini.
Wanita yang memiliki kista kerap mengalami gejala khas. Akan tetapi, ada juga sebagian wanita yang tidak merasakan gejala apa pun dan baru terdeteksi memiliki kista setelah USG.
Beberapa gejala kista ovarium yang paling umum yaitu:
Sementara itu, perkembangan janin di dalam rahim dapat menimbulkan tanda-tanda kehamilan yang khas, meliputi:
Perubahan lainnya, seperti kondisi perut yang membesar dan organ bayi yang tumbuh di dalam kandungan, juga makin memperjelas perbedaan antara kista dan janin.
Prosedur USG atau ultrasonografi bisa bermanfaat untuk membedakan janin dan kista ovarium.
Apabila Anda ragu terhadap hasil USG ataupun mengalami keluhan tertentu, konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Ultrasound. (2023). National Institute of Biomedical Imaging and Bioengineering. Retrieved February 3, 2025, from https://www.nibib.nih.gov/science-education/science-topics/ultrasound
Ultrasound. (2022). Mayo Clinic. Retrieved February 3, 2025, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/ultrasound/about/pac-20395177
Ultrasound in pregnancy: What to expect, purpose & results. (2022). Cleveland Clinic. Retrieved February 3, 2025, from https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/9704-ultrasound-in-pregnancy
Ultrasound scans during pregnancy. (2023). Pregnancy, Birth and Baby. Retrieved February 3, 2025, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/ultrasound-scan
Baby movements during pregnancy. (2023). Pregnancy, Birth and Baby. Retrieved February 3, 2025, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/baby-movements-during-pregnancy
Ovarian cyst. (2017). NHS UK. Retrieved February 3, 2025, from https://www.nhs.uk/conditions/ovarian-cyst/
Doppler ultrasound. (2023). MedlinePlus. Retrieved February 3, 2025, from https://medlineplus.gov/lab-tests/doppler-ultrasound/
Ovarian cyst. (2023). Radiopaedia. Retrieved February 3, 2025, from https://radiopaedia.org/articles/ovarian-cyst-2
Early pregnancy. (2024). Radiopaedia. Retrieved February 3, 2025, from https://radiopaedia.org/articles/early-pregnancy
Versi Terbaru
10/02/2025
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari
Ditinjau secara medis oleh
dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro