Perawatan Medis Selama Hamil Anak Kembar

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kebanyakan ibu memiliki kehamilan kembar yang sehat. Namun, karena kehamilan kembar lebih rumit dibanding dengan kehamilan normal, dokter kandungan dan bidan harus mengawasi perawatan kehamilan Anda.

Anda akan melakukan pemeriksaan kehamilan di rumah sakit, tapi juga bisa dilakukan di klinik. Tanyakan jika rumah sakit memiliki bidan atau dokter yang memiliki spesialis kelahiran anak kembar.

Berapa kali pertemuan yang diperlukan?

Jumlah pertemuan tergantung pada:

  • Kebijakan rumah sakit
  • Apakah Anda mengalami komplikasi pada kehamilan
  • Apakah bayi kembar Anda berbagi plasenta

Anda harus sudah membuat perjanjian dengan bidan saat Anda hamil 12 minggu, di mana ibu yang mengandung satu bayi biasanya melakukan pemeriksaan kehamilan. Hal ini perlu dilakukan karena Anda mungkin belum tahu jika Anda tengah mengandung bayi kembar.

Jika anak kembar Anda memiliki plasenta masing-masing (semua kembar non-identik dan beberapa kembar identik biasanya seperti ini), Anda harus melakukan pertemuan setidaknya 8 kali selama kehamilan.

Setidaknya, 2 dari pertemuan Anda dilakukan dengan konsultan dokter kandungan. Pertemuan yang harus Anda lakukan adalah: pertemuan biasa, ultrasound, di antara 11 minggu dan 13 minggu ditambah 6 hari. Hal ini untuk mengestimasi tanggal kelahiran bayi Anda dan memeriksa adanya Down’s syndrome. Scan anomali dilakukan untuk memeriksa perkembangan bayi di antara minggu ke-18 dan 20 ditambah 6 hari. Scan ini akan dijadwalkan pada salah satu pertemuan. Pemeriksaan kehamilan dan growth scan dilakukan pada minggu ke-20, 24, 28, 32 dan 36. Anda juga akan melakukan pertemuan dengan bidan tanpa scan pada minggu ke-16 dan 34.

Jika bayi kembar Anda berbagi plasenta (kembar identik), Anda akan memerlukan pemeriksaan yang lebih, minimal 9 pertemuan. Setidaknya, 2 dari pertemuan Anda dilakukan dengan konsultan dokter kandungan, karena untuk beberapa kasus, salah satu bayi memiliki plasenta lebih sedikit dan tidak tumbuh sebaik bayi kembar yang lain.

Jika bayi kembar Anda berbagi plasenta, Anda harus melakukan pertemuan, USG dan scan anomali yang sama seperti ibu yang mengandung bayi kembar dengan plasenta terpisah. Anda akan melakukan pertemuan dan scan pada minggu ke-16, 18, 20, 22, 24, 28, 32 dan 34.

Komplikasi langka pada kembar identik adalah twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS), di mana salah satu bayi (penerima) menerima terlalu banyak darah, dan bayi lainnya (pendonor) menerima terlalu sedikit. Dokter akan memeriksa komplikasi ini pada pertemuan pemeriksaan kehamilan Anda.

Apa saja jenis tes dan scan yang akan dilakukan?

Setiap pertemuan pemeriksaan kehamilan, dokter atau bidan Anda akan memeriksa urin untuk melihat adanya tanda-tanda gestational diabetes, infeksi saluran kemih (UTI) dan pre-eklampsia. Tekanan darah juga akan diperiksa, di mana tekanan darah tinggi dan protein pada urin menunjukkan pre-eklampsia.

Anda juga akan melakukan tes darah untuk melihat adanya anemia di antara minggu ke-20 dan 24, dan minggu ke-28. Anemia lebih sering terjadi pada kehamilan kembar.

Pemeriksaan darah untuk Down’s syndrome dan kelainan lain tidak akan terlalu efektif jika Anda mengandung dua atau lebih bayi. Jadi Anda akan diberikan nuchal translucency scan (NTS) untuk melihat adanya Down’s syndrome atau kelainan lainnya.

NTS paling efektif dilakukan di antara minggu ke-11 dan 13 plus 6 hari pada kehamilan. Hasil dari scan biasanya dikombinasikan dengan hasil tes darah untuk hasil yang lebih akurat.

Anad juga akan lebih sering menjalani USG pada trimester terakhir dibanding jika Anda mengandung satu bayi. Hal ini berguna untuk memeriksa pertumbuhan dan posisi pada bayi, aliran darah dan juga apabila bayi Anda berbagi plasenta. Sonografer akan mengukur bayi Anda dari minggu ke-20, dan scan harus dilakukan dengan jarak kurang dari 28 hari.

Akankah persalinan saya diinduksi?

Lebih dari setengah kelahiran kembar terjadi sebelum 37 minggu, atau jangka penuh untuk kehamilan kembar.

Jika Anda belum melahirkan setelah 37 minggu, konsultan Anda akan menawarkan induksi atau operasi caesar. Hal ini dilakukan jika Anda tidak memiliki komplikasi kehamilan dan bayi Anda memiliki plasenta masing-masing. Semua kembar non-identik dan sepertiga dari kembar identik memiliki plasenta masing-masing.

Jika bayi kembar Anda berbagi plasenta, dokter akan menyarankan untuk melahirkan lebih awal, di antara minggu ke-36 dan ke-38, dikarenakan risiko komplikasi yang lebih tinggi.

Seberapa awal bayi Anda lahir tergantung dari kondisi Anda, di mana Anda tinggal dan kebijakan rumah sakit. Bicarakan pada dokter tentang situasi Anda agar Anda dapat membuat keputusan yang tepat.

Apakah saya perlu menemui dokter lainnya?

Karena ibu yang mengandung bayi kembar memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi, Anda mungkin perlu mengunjungi spesialis, jika dibutuhkan.

Anda mungkin akan mengalami sakit pada punggung selama kehamilan, seperti sciatica, sakit punggung, dan panggul. Untuk kasus tersebut, Anda perlu menemui fisioterapis untuk wanita.

Ibu dengan kehamilan kembar juga dapat mengalami depresi selama atau setelah kehamilan. Jika hal ini terjadi pada Anda, bicarakan kepada dokter atau bidan Anda tentang pertemuan dengan spesialis, agar Anda mendapatkan penanganan yang Anda butuhkan.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

    Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Awas! Ini Bahayanya Jika Ibu Kekurangan Yodium Saat Hamil

    Tidak sedikit wanita hamil yang belum mengetahui pentingnya yodium. Padahal, kekurangan yodium saat hamil memiliki dampak yang buruk bagi janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Perkembangan Bayi 2 Minggu

    Bayi Anda kini sudah memasuki usia 2 minggu. Bagaimana perkembangan bayi 2 minggu? Cari tahu kemampuan si kecil ketika berusia 2 minggu di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    Perkembangan Bayi 1 Minggu

    Bayi Anda kini sudah memasuki usia 1 minggu. Apa saja perkembangan bayi 1 minggu? Cari tahu kemampuan si kecil ketika berusia 1 minggu di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    bayi baru lahir

    Tahapan Perkembangan Bayi Baru Lahir 0-7 Minggu

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit

    Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor
    potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

    Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    darah tinggi setelah melahirkan

    Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit