Kadar Kolesterol Meningkat, Bolehkah Ibu Hamil Minum Obat Penurun Kolesterol?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kadar kolesterol tubuh seharusnya tidak boleh lebih dari 200 mg/dL, dengan kolesterol LDL harus di bawah angka 130 mg/dL. Jika lebih dari batas tersebut, Anda akan dianjurkan untuk minum obat kolesterol. Dalam kondisi normal, Anda mungkin bisa dengan mudah minum obat ini tanpa khawatir efek buruk yang akan terjadi. Namun, lain cerita bila wanita yang punya kolesterol tinggi sedang hamil. Nah, apakah obat kolesterol untuk ibu hamil itu aman?

Minum obat kolesterol untuk ibu hamil

nyeri otot akibat obat kolesterol

Obat kolesterol yang paling sering dikonsumsi untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi dalam tubuh adalah statin. Jenis obat statin pun ada berbagai macam, semua bekerja dengan cara yang mirip. Obat tersebut menghalangi pembentukan kolesterol di dalam hati sekaligus mencegah penyumbatan pada pembuluh darah.

Sayangnya, Anda harus lebih pandai memilah-milah mana obat yang boleh dikonsumsi saat hamil dan mana yang tidak. Pasalnya, tidak semua jenis obat aman diminum selama kehamilan, termasuk obat penurun kolesterol ini.

FDA, sebagai Badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat setara BPOM, tidak menyarankan penggunaan obat kolesterol untuk ibu hamil. Dikarenakan obat ini berisiko membahayakan kandungan, bahkan bisa mengakibatkan cacat lahir pada bayi.

Dr. Brian Iriye, seorang dokter kandungan di Las Vegas, menjelaskan bahwa obat kolesterol untuk ibu hamil yang sudah diminum akan masuk ke dalam tubuh dan melintasi plasenta bayi. Di sinilah kemungkinan mulai timbul efek samping buruk pada janin yang sedang berkembang di dalam perut.

Itulah mengapa banyak ahli kesehatan yang melarang keras penggunaan obat kolesterol untuk ibu hamil karena dapat membahayakan kondisi ibu serta calon bayinya.

Ternyata, kolesterol akan meningkat secara alami saat hamil

Peningkatan kolesterol selama masa kehamilan tidak selalu buruk. Dituturkan oleh Carolyn Gundell, selaku ahli gizi di Reproductive Medicine Associates of Connecticut Amerika Serikat, bahwa kadar kolesterol selama masa kehamilan memang akan naik berkisar antara 25-50 persen.

Dr. Kavita Sharma, selaku direktur di Ohio State University Wexner Medical Center, menambahkan bahwa peningkatan ini tergantung usia kehamilan, umumnya berlangsung selama trimester kedua dan ketiga kehamilan. Tidak perlu khawatir, jumlah ini nantinya akan kembali normal dalam kurun waktu empat sampai enam minggu usai melahirkan.

Intinya, adalah hal yang normal bagi ibu hamil untuk mengalami peningkatan kadar kolesterol — meliputi jumlah kolesterol total, trigliserida, kolesterol “jahat” atau LDL, hingga kolesterol “baik” atau HDL yang bisa meningkat jauh lebih tinggi daripada jenis kolesterol lainnya.

Bahkan, total kolesterol akan berubah-ubah antara 175-200 mg/dL di awal kehamilan dan akan terus meningkat hingga mencapai 250 mg/dL sampai akhir masa kehamilan.

Bukan tanpa alasan, kolesterol termasuk nutrisi penting yang dibutuhkan selama masa kehamilan. Ini karena kolesterol memegang peran besar dalam menunjang perkembangan otak janin, perkembangan sel-sel tubuh janin, serta mempersiapkan ASI untuk masa menyusui nantinnya.

Di samping itu, kolesterol juga akan meningkatkan produksi hormon estrogen dan progesteron yang membantu menjaga agar kehamilan tetap sehat. Singkatnya, bisa dikatakan bahwa jumlah kolesterol wanita hamil dan tidak hamil tentu akan sangat berbeda.

Daripada minum obat, coba lakukan cara lain yang lebih aman

camilan saat hamil

Sedikit pengecualian bagi Anda yang sudah punya kolesterol tinggi sebelum kehamilan, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter mengenai alternatif yang bisa dilakukan guna mencegah kadar kolesterol tubuh meningkat pesat.

Pengaturan pola makan sehat dan rutin berolahraga umumnya direkomendasikan demi menjaga kolesterol tetap stabil. Dr. Sharma menganjurkan Anda untuk menjaga kesehatan diri dengan menerapkan pola makan seimbang dan olahraga teratur sebelum, selama, dan sesudah kehamilan.

Sebisa mungkin, pilih sumber makanan yang rendah lemak dan tinggi serat. Anda bisa memperbanyak makan sayuran dan buah-buahan demi untuk menambah asupan vitamin dan mineral. Bahkan meski Anda sering ngidam makan makanan ini-itu saat hamil, tetap pertimbangkan kandungan nutrisinya untuk si kecil di dalam perut.

Jangan lupa, iringi dengan olahraga yang akan membantu mengelola kadar kolesterol dalam tubuh. Pilih olahraga ringan yang aman dilakukan oleh ibu hamil, yang penting tubuh tetap rileks dan memperoleh manfaat positifnya. Selain untuk mengatur kadar kolesterol, olahraga saat hamil juga bertujuan untuk mempersiapkan persalinan yang lancar.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca