Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Obat-obatan tertentu mungkin tidak aman digunakan saat hamil. Dosis tinggi dari obat tertentu mungkin dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan. Tidak hanya obat keras, namun obat-obatan ringan mungkin saja bisa menyebabkan hal buruk pada bayi Anda. Lalu, bagaimana dengan minum paracetamol saat hamil, apakah berbahaya?

Risiko minum paracetamol saat hamil

Paracetamol merupakan obat untuk menurunkan demam dan juga untuk meringankan rasa sakit dan nyeri. Karena fungsinya tersebut, mungkin Anda sering membutuhkan obat ini, tak terkecuali saat Anda sedang hamil. 

Banyak penelitian sudah dilakukan untuk mencari tahu hal tersebut. Pada umumnya, penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil minum paracetamol adalah aman. Tidak ada bukti yang benar-benar dapat menunjukkan bahwa minum paracetamol saat kehamilan dapat membahayakan janin.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada hubungan antara minum paracetamol saat hamil dan peningkatan risiko asma pada anak. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa ada hubungan antara minum paracetamol selama kehamilan dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder  (ADHD) pada anak. Namun, bukti ini belum kuat dan penelitian lebih lanjut perlu dilakukan.

Oleh karena itu, jangan sembarangan ketika minum paracetamol saat hamil. Anda disarankan untuk minum paracetamol dalam dosis yang paling rendah. Anda juga tidak disarankan untuk minum paracetamol dalam waktu yang lama.

Anda juga perlu memerhatikan penggunaan obat paracetamol yang dikombinasikan dengan obat lainnya, seperti obat untuk mengobati batuk dan flu. Anda harus memastikan bahwa obat lain yang dikombinasikan dengan paracetamol juga aman digunakan selama kehamilan.

Berapa dosis paracetamol yang baik selama kehamilan?

Walaupun paracetamol mungkin tidak berbahaya bagi ibu hamil, namun Anda harus memerhatikan dosis harian paracetamol Anda. Dosis paracetamol yang baik Anda ambil selama kehamilan adalah satu atau dua tablet (total 500 mg atau 1000 mg). Paracetamol maksimal diminum sebanyak empat kali dalam sehari (setiap 4-6 jam).

Namun, sebelum minum paracetamol saat hamil, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda. Anda mungkin dianjurkan untuk mengambil paracetamol dengan dosis lebih rendah dari itu.

Jika Anda minum obat yang lain, perhatikan kandungan obat tersebut yang mungkin juga mengandung paracetamol. Konsultasikan selalu dengan dokter Anda setiap Anda ingin mengambil obat. Jika Anda sudah menggunakan paracetamol dan efeknya tidak efektif bekerja pada Anda, Anda juga harus membicarakan hal ini dengan dokter Anda.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ingin mencoba suplemen vitamin E supaya cepat hamil? Eits, simak dulu penjelasan lengkap dari berbagai penelitian soal manfaat vitamin E untuk kesuburan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Proses Terjadinya Kehamilan: Dari Hubungan Intim Hingga Jadi Janin

Anda pasti sudah tahu bahwa kehamilan terjadi ketika sel sperma bertemu dengan sel telur. Namun, apakah Anda pernah berpikir bagaimana proses ini terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Cara Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir agar Cepat Kering

Saat bayi lahir, tali pusat akan dipotong dan disisakan sedikit. Tak perlu bingung, berikut perawatan tali pusat yang bisa dilakukan!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 18 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Tentu kita tidak ingin memiliki anak autisme. Sebisa mungkin, kita ingin mencegahnya, bahkan sejak hamil. Apakah bisa mencegah autisme anak sedari hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pembukaan persalinan

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
pengalaman program bayi tabung

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit
fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
pergerakan janin

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit