Jangan Biarkan Saraf Terjepit Mengganggu Kehamilan, Ini 5 Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18/11/2019
Bagikan sekarang

Bertambahnya beban tubuh selama kehamilan berisiko menyebabkan saraf terjepit. Nyeri yang ditimbulkan pun dapat bertambah parah apabila kondisi ini tidak ditangani dengan baik. Untungnya, terdapat sejumlah cara yang bisa dilakukan ibu hamil untuk mengatasi saraf terjepit serta mencegahnya bertambah parah.

Beragam cara menangani saraf terjepit saat hamil

Masalah saraf terjepit yang masih ringan biasanya dapat diatasi dengan cara alami seperti menyesuaikan postur tubuh atau berolahraga. Akan tetapi, ibu hamil dengan kondisi punggung yang lebih parah mungkin memerlukan penanganan yang lebih spesifik.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Beristirahat selama 1-2 hari

meningkatkan kualitas tidur saat hamil

Cara paling mudah untuk mengatasi saraf kejepit saat hamil adalah dengan beristirahat. Istirahat dapat meredakan pembengkakan dan nyeri pada bantalan tulang belakang.

Cara ini juga akan memberikan kesempatan bagi area tersebut untuk pulih lebih cepat.

Selama beristirahat, ibu hamil dapat mencoba bed rest sambil menggunakan bantalan kaki.

Posisi ini akan mengurangi lengkung berlebihan pada pinggang dan pinggul yang menjadi penyebab nyeri serta kejang pada otot punggung.

2. Melakukan peregangan

Beberapa gerakan peregangan dapat meringankan nyeri akibat saraf terjepit saat hamil.

Pasalnya, peregangan akan membuat otot punggung lebih lentur sehingga mampu menopang bobot tubuh dengan lebih baik.

Berikut adalah langkah-langkah peregangan sederhana untuk mengatasi saraf terjepit saat hamil:

Cat-cow

Bertumpulah pada kedua lutut dan telapak tangan. Tarik napas, lalu turunkan perut Anda hingga punggung ke bawah.

Sambil mengembuskan napas, angkat kembali perut Anda hingga punggung melengkung ke atas.

Bridge

Berbaringlah terlentang dengan kedua lutut menekuk. Angkat pinggul perlahan sambil menarik napas hingga punggung Anda sedikit melengkung.

Kemudian, turunkan kembali sambil mengembuskan napas.

Lunge

Bertumpulah pada kedua lutut, lalu langkahkan kaki kanan ke depan agar telapak kaki memijak lantai.

Sambil mengembuskan napas, dorong tubuh Anda ke depan dan tahan selama 30 detik. Kembalilah ke posisi semula dan ulangi sambil bertumpu pada telapak kaki kiri.

3. Mengonsumsi obat pereda nyeri atau kejang otot

obat rematik ibu hamil

Obat pereda nyeri memang tidak mengatasi penyebab saraf terjepit saat hamil. Namun, cara ini efektif untuk meredakan nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Obat pereda nyeri yang aman bagi ibu hamil adalah paracetamol dan ibuprofen.

Dokter terkadang juga meresepkan obat untuk mengatasi kejang otot dan masalah saraf pada punggung seperti amitriptyline, gabapentin, dan duloxetine.

Meski efektif, Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mulai mengonsumsinya.

4. Suntikan obat steroid

Mesna adalah

Jika istirahat, peregangan, dan konsumsi obat pereda nyeri tidak bisa mengatasi gejala saraf terjepit, ibu hamil dapat menjalani pengobatan secara epidural.

Metode ini dilakukan dengan menyuntikkan obat steroid pada area persarafan tulang belakang.

Suntikan epidural biasanya dipilih apabila rasa nyeri begitu hebat atau tidak terkendali.

Cara ini aman bagi ibu hamil pada trimester kedua dan ketiga. Namun, penggunaan jangka panjang tidak disarankan karena dikhawatirkan berdampak pada perkembangan janin.

5. Operasi

operasi kanker tenggorokan

Saraf terjepit saat hamil terkadang disebabkan oleh penyakit pada tulang belakang seperti skoliosis atau spondilolistesis.

Pada kasus seperti ini, ibu hamil mungkin perlu menjalani operasi perbaikan tulang belakang untuk bisa mengatasi saraf yang terjepit.

Tidak hanya penyakit, operasi juga dapat dipertimbangkan apabila ibu hamil mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Nyeri tidak kunjung berkurang meskipun sudah rutin melakukan peregangan, mengonsumsi obat, dan menjalani suntik epidural.
  • Nyeri terus bertambah parah.
  • Kesulitan berdiri atau berjalan.
  • Tidak bisa mengendalikan keinginan buang air kecil dan/atau buang air besar.

Ada beragam metode yang dapat dilakukan untuk mengatasi saraf terjepit saat hamil, baik dengan cara alami maupun secara medis.

Cara alami biasanya efektif meredakan gejala berupa nyeri dan kram, tapi tidak menuntaskan penyebabnya secara langsung.

Saraf terjepit yang lebih parah atau disebabkan oleh penyakit pada tulang belakang umumnya perlu ditangani dengan obat-obatan, suntikan steroid, hingga operasi.

Konsultasi dengan dokter akan membantu Anda menemukan metode yang tepat.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Nyeri Bahu Akibat Saraf Kejepit Jangan Disepelekan! Atasi Dengan Cara Mudah Ini

Pernah mengalami saraf bahu terjepit? Sebaiknya jangan anggap remeh kondisi ini. Cari tahu apa saja gejal dan bagaimana penanganan yang tepat di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Benarkah Berenang Bisa Mengatasi Saraf Kejepit?

Berenang ternyata bisa menjadi cara mengatasi saraf kejepit atau hernia nukleus pulposus. Bagaimana bisa? Cari tahu di artikel ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Saraf Kejepit, Tanpa Harus Operasi

Kondisi saraf terjepit biasanya dapat diatasi dengan operasi. Tapi tahukah Anda ternyata ada pilihan obat saraf kejepit yang bisa Anda gunakan dengan mudah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph

Saraf Kejepit? Apa Penyebabnya dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab cauda equina syndrome

Penyebab Cauda Equina Syndrome, Gangguan Saraf yang Bisa Memicu Kelumpuhan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/03/2020
saraf terjepit gairah seksual

Apakah Penyakit Saraf Terjepit Akan Mengurangi Gairah Seksual Penderitanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 03/01/2020
gejala saraf leher kejepit

Berbagai Gejala Saraf Leher Terjepit yang Mungkin Tidak Anda Sadari

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 20/12/2019
gaya renang untuk penyakit saraf terjepit

Gaya Renang yang Aman untuk Penderita Saraf Kejepit

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2019