home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Turun Peranakan Saat Hamil, Apa yang Harus Dilakukan?

Turun Peranakan Saat Hamil, Apa yang Harus Dilakukan?

Katanya, turun perakan bisa bikin sulit hamil. Tidak kuatnya rahim untuk tetap pada posisinya akan membuat janin sulit tumbuh dan berkembang. Sebenarnya, apa sih turun peranakan itu? Mengapa hal ini bisa terjadi? Bagaimana jika kondisi ini terjadi ketika sedang hamil?

Mengenal penyebab turun peranakan

Turun peranakan adalah kondisi di mana rahim turun dari tempat seharusnya, sehingga sampai menonjol keluar vagina. Dalam bahasa medis, kondisi ini disebut prolaps uteri. Prolaps uteri bisa dialami oleh wanita dalam berbagai usia, tapi lebih sering terjadi pada wanita yang telah menopause dan pernah melahirkan normal.

Dalam keadaan normal, rahim ditunjang oleh otot-otot pangul serta ligamen di sekitarnya, sehingga dapat bertahan pada posisinya. Namun, karena beberapa hal, otot-otot sekitar rahim melemah dan tak kuat lagi menahan rahim. Saat itu terjadi, rahim akan turun ke vagina.

Apa saja tanda dan gejala dari turun peranakan?

Turun peranakan ada yang kasusnya ringan hingga serius. Biasanya, turun peranakan ringan tidak memerlukan pengobatan dan tak menunjukkan gejala apa pun. Dalam kondisi ini, rahim Anda tetap berada di posisinya, tapi otot-otot sudah tidak sekuat awalnya. Untuk kasus yang sedang hingga berat, maka akan muncul beberapa gejala serta tanda seperti:

  • Sakit pada bagian punggung hingga pinggang belakang
  • Kesulitan untuk jalan
  • Merasa tertekan di bagian panggul, apalagi dalam posisi duduk
  • Merasa nyeri saat berhubungan seksual
  • Merasa ada yang mau keluar dari lubang vagina
  • Memiliki masalah ketika sedang buang air kecil

berpakaian saat hamil

Bagaimana kalau turun peranakan saat hamil?

Sebenarnya, turun peranakan saat hamil itu jarang terjadi. Meski begitu, kondisi ini bisa menimbulkan berbagai gangguan yang membahayakan bagi kesehatan janin maupun ibu. Gangguan tersebut yaitu:

Turunnya rahim ketika masa kehamilan, akan membuat rahim beserta isinya (yaitu janin) akan jatuh ke bagian mulut vagina dan hal ini yang kemudian menyebabkan kelahiran prematur bahkan keguguran.

Maka dari itu, jika Anda mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan sebelumnya, lebih baik segera periksakan diri ke dokter. Jangan lupa juga untuk memeriksakan kandungan Anda secara berkala, untuk membantu perkembangan serta kesehatan janin.

Bila Anda merencanakan kehamilan kembali setelah melahirkan sebelumnya, maka sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter Anda. Tanyakan risiko dan peluang kehamilan tersebut. Pasalnya, bukan tidak mungkin Anda akan bisa hamil dan memiliki anak di kemudian hari dengan kondisi seperti ini. Akan tetapi, kembali lagi dengan kondisi masing-masing ibu.

Bagaimana cara mengatasi turun peranakan saat hamil?

Pada kasus rahim lemah yang berat, maka tindakan medis yang biasanya diambil untuk mengatasi hal ini adalah operasi. Operasi yang dilakukan bertujuan untuk menempatkan kembali rahim ke posisi yang sebenarnya dan memperbaiki otot serta ligamen sekitar rahim agar bisa terikat kembali.

Namun, pada kasus yang tidak parah maka turun peranakan dapat diatasi dengan cara lain, seperti:

  • Menurunkan berat badan agar panggul tidak begitu tertekan
  • Menghindari mengangkat beban berat
  • Melakukan senam Kegel
  • Melakukan terapi hormon estrogen
  • Jangan berdiri kelamaan saat hamil
  • Jangan berjongkok

Untuk mengetahui mana pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda, maka sebaiknya diskusikan kembali dengan dokter kandungan yang menangani Anda.

Pada beberapa kasus, turun peranakan biasanya akan membaik sendiri beberapa bulan setelah melahirkan atau setelah berhenti menyusui.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Healthline. (2016). Uterine Prolapse. [online] Available at: https://www.healthline.com/health/uterine-prolapse  [Accessed 8 Nov. 2017].

Mayoclinic.org. (2017). Uterine prolapse – Symptoms and causes – Mayo Clinic. [online] Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-prolapse/symptoms-causes/syc-20353458  [Accessed 8 Nov. 2017].

Büyükbayrak, E. E., Yılmazer, G., Özyapı, A. G., Kars, B., Karşıdağ, A. Y. K., & Turan, C. (2010). Successful management of uterine prolapse during pregnancy with vaginal pessary: a case report. Journal of the Turkish German Gynecological Association, 11(2), 105–106. http://doi.org/10.5152/jtgga.2010.010

Tsikouras P, e. (2014). Uterine prolapse in pregnancy: risk factors, complications and management. – PubMed – NCBI . [online] Ncbi.nlm.nih.gov. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23692627  [Accessed 8 Nov. 2017].

Raja, D. (2015). Uterine Prolapse During Pregnancy – Everything You Need To Know. [online] MomJunction. Available at: http://www.momjunction.com/articles/uterine-prolapse-during-pregnancy_00364666/  [Accessed 8 Nov. 2017].

Emedicine.medscape.com. (2017). Uterine Prolapse: Background, History of the Procedure, Problem. [online] Available at: https://emedicine.medscape.com/article/264231-overview#a13  [Accessed 8 Nov. 2017].

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 02/09/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x