Panas Dalam pada Ibu Hamil, Ini Pilihan Obat yang Aman

    Panas Dalam pada Ibu Hamil, Ini Pilihan Obat yang Aman

    Panas dalam merupakan kondisi yang umum dialami oleh siapa saja, termasuk ibu hamil. Namun, obat panas dalam untuk ibu hamil mungkin tidak sama dengan orang umumnya karena kondisi ibu yang lebih rentan selama masa kehamilan. Untuk itu, simak ulasan tentang panas dalam pada ibu hamil di bawah ini.

    Apa tanda dan gejala panas dalam pada ibu hamil?

    Panas dalam bisa dialami oleh siapa saja, tidak terkecuali ibu hamil.

    Saat hamil, kemampuan sistem imun tubuhnya akan menurun. Ini membuat tubuh ibu menjadi lebih rentan terhadap infeksi selama kehamilan dan penyebab penyakit lainnya.

    Ibu mungkin akan sering mengalami gejala-gejala yang sebelum hamil hanya dialami ketika sakit.

    Oleh karena itu, ibu hamil biasanya akan lebih sulit mengenali gejala dari setiap kondisi yang sedang dialami oleh tubuh, termasuk panas dalam.

    Adapun gejala panas dalam pada ibu hamil tidak berbeda dengan orang umumnya. Gejala tersebut meliputi berikut ini.

    • Sakit tenggorokan.
    • Sakit kepala.
    • Amandel berwarna merah dan bengkak.
    • Suara serak.
    • Demam.
    • Sulit menelan.
    • Peradangan di tenggorokan.
    • Kehilangan nafsu makan.

    Gejala panas dalam di atas tidak selalu terjadi bersamaan, tergantung dari masing-masing penyebab yang mendasari kemunculan gejala.

    Pemeriksaan ke dokter sebaiknya dilakukan jika gejala yang dialami bertambah parah atau telah terjadi lebih dari 24 jam, terutama jika timbul gejala sebagai berikut.

    • Demam tinggi.
    • Sakit di tenggorokan telah menyebar ke telinga.
    • Kesulitan menelan, bernapas, atau membuka mulut.
    • Batuk berdarah atau air liur mengandung darah.
    • Pembengkakan kelenjar getah bening atau benjolan di leher.
    • Bercak putih di tenggorokan bagian belakang.
    • Ruam kulit.
    • Suara hilang lebih dari seminggu.
    • Sulit bernapas.

    Apa penyebab panas dalam pada ibu hamil?

    Sakit tenggorokan

    Gejala panas dalam pada ibu hamil dapat dipicu oleh beragam kondisi yang sedang dialami oleh tubuh ibu, di antaranya sebagai berikut.

    • Refluks asam lambung.
    • Alergi, di antaranya terhadap debu atau serbuk sari.
    • Otot tenggorokan tegang, misal akibat berbicara terlalu keras atau terus-menerus tanpa jeda.
    • Infeksi jamur.
    • Paparan zat kimia atau polusi.
    • Infeksi bakteri.
    • Infeksi virus.
    • Sinusitis.
    • Asma.

    Pilihan obat-obatan untuk mengatasi panas dalam pada ibu hamil

    Sama seperti pada kebanyakan kasus, gejala panas dalam pada ibu hamil umumnya juga bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari tanpa perlu pengobatan khusus.

    Namun, beberapa cara dan obat berikut diyakini aman untuk digunakan ibu hamil guna membantu meredakan gejala panas dalam yang terjadi.

    1. Air putih

    Pastikan tubuh mendapat asupan cairan harian yang cukup. Anda bisa perbanyak minum air putih saat hamil, baik air dingin maupun hangat, yang bisa membuat tenggorokan Anda terasa lebih nyaman.

    Air dingin bisa membuat tenggorokan terasa lebih segar, sedangkan air hangat membantu menenangkan tenggorokan Anda yang meradang.

    Melansir dari Cleveland Clinic, cairan yang mengalir di dalam tenggorokan bisa membantu membersihkan membran mukosa dan mencegah infeksi sinus.

    2. Air garam

    Manfaat air putih untuk ibu hamil

    Berkumur diketahui bisa membantu membersihkan tenggorokan dari penyebab infeksi.

    Salah satunya, yaitu dengan berkumur air garam. Manfaat air garam bisa membantu meredakan pembengkakan dan iritasi pada tenggorokan.

    Untuk membuat air garam, Anda cukup larutkan satu sendok teh garam ke dalam air hangat. Lalu, gunakan air tersebut untuk berkumur selama beberapa menit. Ulangi beberapa kali sehari.

    3. Baking soda

    Larutan baking soda juga bisa digunakan sebagai obat kumur untuk mengatasi panas dalam pada ibu hamil.

    Larutan ini dipercaya membantu menenangkan tenggorokan, mengencerkan lendir, dan meredakan iritasi di tenggorokan akibat refluks asam lambung.

    Anda bisa mencampurkan sedikit baking soda dan garam ke dalam air hangat, kemudian berkumur dengan larutan tersebut sebanyak 3 – 4 kali sehari.

    Setelahnya, Anda bisa berkumur kembali dengan air tawar.

    4. Madu

    Madu mengandung antibakteri yang bisa membunuh bakteri dan virus penyebab infeksi di tenggorokan pemicu panas dalam.

    Meski madu bisa menyebabkan botulisme pada bayi, tetapi minum madu saat hamil diketahui aman, baik untuk ibu maupun janin.

    Anda dapat minum madu secara langsung menggunakan sendok. Namun, Anda juga bisa melarutkan dua sendok teh madu ke dalam air hangat atau teh.

    Anda bisa minum madu beberapa kali sehari sesuai kebutuhan Anda.

    5. Jus lemon

    manfaat lemon untuk ibu hamil

    Lemon mengandung vitamin C yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga bisa melawan penyebab infeksi dengan lebih baik.

    Selain itu, lemon juga bisa membantu mengencerkan dahak dan meredakan sakit tenggorokan.

    Anda bisa membuat air lemon untuk diminum dengan mencampurkan satu sendok teh jus lemon ke dalam air hangat.

    6. Teh herbal

    Beberapa jenis teh herbal diketahui bisa membantu meredakan gejala-gejala yang umum terjadi saat panas dalam.

    Namun, minum beberapa jenis teh selama kehamilan mungkin sebaiknya dihindari, terutama yang mengandung kadar kafein tinggi.

    Teh cengkeh dan teh hijau diketahui memiliki fungsi antibakteri dan antiperadangan yang bisa membantu melawan dan meredakan infeksi.

    Sementara itu, teh chamomile, teh raspberry, dan teh peppermint juga bisa meredakan peradangan dan rasa nyeri.

    7. Obat pereda nyeri

    Untuk membantu meredakan nyeri akibat panas dalam yang mungkin timbul di leher, ibu hamil bisa minum obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotek.

    Obat tersebut mengandung antihistamin yang bisa membantu sistem imun dalam melawan zat asing yang masuk ke dalam tubuh.

    Minum paracetamol saat hamil umumnya aman untuk ibu konsumsi. Penggunaan obat tersebut juga harus sesuai dengan anjuran pemakaian yang tertera pada kemasan.

    Hindari obat pereda nyeri lain selama masa kehamilan, seperti aspirin dan ibuprofen. Penggunaan obat-obatan tersebut selama hamil bisa memicu gangguan kehamilan.

    8. Antibiotik

    Bila gejala panas dalam yang dialami tidak kunjung reda setelah melakukan penanganan di atas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

    Jika gejala diketahui timbul akibat infeksi bakteri, maka dokter mungkin akan memberikan antibiotik.

    Untuk ibu hamil, berikut beberapa obat antibiotik pereda panas dalam yang bisa diberikan.

    Penting bagi ibu untuk mengikuti resep dari dokter dalam mengonsumsi antibiotik tersebut. Ini karena minum antibiotik saat hamil dalam dosis berlebih bisa berbahaya bagi ibu dan janin.

    Sementara, dosis antibiotik yang terlalu sedikit bisa membuat bakteri kebal terhadap antibiotik (resistensi antibiotik), sehingga berisiko terjadi infeksi berulang yang bisa mengancam ibu dan janin.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Batiha GE, Alkazmi LM, Wasef LG, Beshbishy AM, Nadwa EH, Rashwan EK. Syzygium aromaticum L. (Myrtaceae): Traditional Uses, Bioactive Chemical Constituents, Pharmacological and Toxicological Activities. Biomolecules. 2020 Jan 30;10(2):202. https://doi.org/10.3390/biom10020202

    Wijesundara, N., & Rupasinghe, H. (2019). Herbal Tea for the Management of Pharyngitis: Inhibition of Streptococcus pyogenes Growth and Biofilm Formation by Herbal Infusions. Biomedicines7(3), 63. https://doi.org/10.3390/biomedicines7030063

    Tan M, Kim E, Koren G, Bozzo P. Botulinum toxin type A in pregnancy. Can Fam Physician. 2013 Nov;59(11):1183-4. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24235190

    Silasi M, Cardenas I, Kwon JY, Racicot K, Aldo P, Mor G. Viral infections during pregnancy. Am J Reprod Immunol. 2015 Mar;73(3):199-213. https://doi.org/10.1111/aji.12355

    Erebara A, Bozzo P, Einarson A, Koren G. Treating the common cold during pregnancy. Can Fam Physician. 2008 May;54(5):687-9. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18474699

    6 Sore Throat Remedies That Actually Work. (2022). Retrieved 2 August 2022, from https://health.clevelandclinic.org/sore-throat-remedies-that-actually-work/

    7 Natural home remedies for sore throat. (2022). Retrieved 2 August 2022, from https://www.artofliving.org/in-en/ayurveda/ayurvedic-remedies/remedies-for-sore-throat

    Botulism: Epidemiological Overview for Clinicians. (2022). Retrieved 2 August 2022, from https://www.emergency.cdc.gov/agent/botulism/clinicians/epidemiology.asp

    What Do ‘Heaty’ and ‘Cooling’ Really Mean? (2022). Retrieved 2 August 2022, from https://www.healthhub.sg/live-healthy/800/Heaty-and-cooling-09Nov2015-NHG

    Dżugan, M., Tomczyk, M., Sowa, P., & Grabek-Lejko, D. (2018). Antioxidant Activity as Biomarker of Honey Variety. Molecules23(8), 2069. https://doi.org/10.3390/molecules23082069

    Sore Throat? Here’s What to Do | University Health Service. (2022). Retrieved 2 August 2022, from https://uhs.umich.edu/strep#:~:text=Drink%20water%2C%20tea%20(herbal%20or,then%20repeat%20a%20few%20times.

    Strep Throat During Pregnancy. (2022). Retrieved 2 August 2022, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-concerns/strep-throat-during-pregnancy/

    Wijesundara, N., & Rupasinghe, H. (2019). Herbal Tea for the Management of Pharyngitis: Inhibition of Streptococcus pyogenes Growth and Biofilm Formation by Herbal Infusions. Biomedicines7(3), 63. https://doi.org/10.3390/biomedicines7030063

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Reikha Pratiwi Diperbarui Aug 23
    Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita