Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Sinusitis pada Ibu Hamil, Ketahui Gejala dan Cara Mengatasinya

Sinusitis pada Ibu Hamil, Ketahui Gejala dan Cara Mengatasinya

Selama masa kehamilan, ada banyak perubahan tubuh yang ibu alami. Mulai dari morning sickness atau mual muntah, sakit pinggang, hingga merasa kelelahan. Bahkan ibu hamil bisa mengalami sinusitis. Mengapa sinusitis bisa terjadi pada ibu hamil? Seperti apa gejalanya dan bagaimana cara mengobati sinusitis saat hamil? Berikut penjelasannya.

Gejala sinusitis yang perlu ibu hamil waspadai

Sinusitis pada ibu hamil bisa terjadi pada trimester berapa saja, pertama, kedua maupun ketiga. Sebenarnya, sinusitis adalah infeksi yang terjadi pada lapisan kantung berisi udara yang terletak di sekitar wajah dan hidung (sinus).

Ada beberapa gejala peradangan sinusitis pada ibu hamil, seperti:

  • hidung tersumbat,
  • ada tekanan dan rasa sakit di sekitar wajah,
  • sakit tenggorokan,
  • sakit kepala,
  • demam, dan
  • batuk.

Infeksi sinus yang akut bisa berlangsung selama empat minggu, sedangkan infeksi kronis bisa berlangsung lebih dari 12 minggu.

Sinusitis selama kehamilan ini dapat dipicu oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur. Dalam beberapa kasus, infeksi sinus merupakan komplikasi dari flu biasa.

Ibu hamil juga berisiko tinggi terkena infeksi sinus jika memiliki alergi.

Pengaruh sinusitis pada kesehatan janin

Pada dasarnya, ibu hamil yang mengalami sinusitis tidak akan membawa pengaruh apa pun pada perkembangan janin. Namun, pada kasus yang sangat jarang, gejala sinusitis bisa memicu komplikasi.

Penelitian dari Pakistan Journal of Medical Sciences mengamati pengaruh indeks massa tubuh (IMT) ibu hamil terhadap penyakit sinusitis.

Peneliti menemukan hubungan antara indeks massa tubuh dengan kondisi sinusitis dan hidung tersumbat.

Sinusitis dan hidung tersumbat bisa berisiko bagi perkembangan janin karena bisa menurunkan kadar oksigen secara perlahan.

Namun, ini adalah komplikasi yang sangat jarang terjadi sehingga risiko janin mengalami gangguan perkembangan juga sangat rendah.

Mengobati sinusitis pada ibu hamil dengan obat-obatan

Mengutip dari American Pregnancy Association, kemungkinan dokter akan meresepkan antibiotik sebagai obat sinusitis.

Namun hati-hati, tidak semua antibiotik aman diberikan untuk ibu hamil.

Oleh karena itu, penggunaan antibiotik pada ibu hamil harus dengan petunjuk dokter. Biasanya dokter akan meresepkan cefprozil (Cefzil) dan amoxicilin-klavulanat.

Acetaminophen (Tylenol) atau paracetamol juga aman selama kehamilan, sebagai obat penghilang rasa sakit.

Ibu juga bisa mengonsumsi obat flu yang aman untuk ibu hamil, seperti:

  • dekongestan,
  • antihistamin, dan
  • ekspektoran.

Sesuaikan dosis obat dengan anjuran dokter atau keterangan dalam kemasan.

Namun, ibu sebaiknya menghindari aspirin dan ibuprofen saat hamil. Kedua obat ini dapat menimbulkan komplikasi kehamilan, seperti mengurangi cairan ketuban dan keguguran.

Sebelum memilih obat-obatan mana saja yang boleh diminum sebaiknya konsultasikan kondisi Anda ke dokter terlebih dahulu.

Mengobati sinusitis pada ibu hamil dengan bahan alami

Cara alami yang bisa ibu lakukan ini bukan sebagai pengganti obat, melainkan sebagai pendukung untuk membantu meredakan gejala sinusitis.

Untuk meredakan gejala sinusitis pada ibu hamil bisa dengan cara sederhana, berikut penjelasannya,

Mengonsumsi banyak cairan

Minum banyak air bisa meringankan sakit tenggorokan yang ibu alami ketika sinusitis kambuh. Cairan juga melancarkan lendir serta membersihkan hidung yang tersumbat.

Agar gejala sinusitis mereda, ibu bisa minum air hangat, air jeruk hangat, atau minum sop kuah kaldu.

Menggunakan air humidifier

Penggunaan air humidifier akan membantu dalam membersihkan saluran hidung yang tersumbat karena sinusitis pada ibu hamil.

Ibu bisa memakainya saat malam hari agar bisa tidur dengan nyenyak tanpa gangguan hidung tersumbat akibat lendir.

Atur posisi saat berbaring

Mengangkat kepala dengan beberapa buah bantal sambil berbaring agar bernapas jadi lebih mudah jadi cara alami mengatasi sinusitis yang bisa ibu coba. Gunakan juga inhaler untuk membantu membuka saluran hidung.

Gunakan kompres air hanget

Jika ibu mengalami nyeri wajah atau sakit akibat sinusitis, kurangi rasa nyerinya dengan mengompres dahi memakai air hangat.

Mengompres air hangat memberi efek menenangkan pada bagian yang nyeri, sehingga bisa ibu gunakan untuk meredakan rasa sakit pada wajah.

Ibu juga bisa melakukan pijatan lembut pada dahi dan mandi air hangat.

Kapan harus pergi ke dokter?

Infeksi sinus sebenarnya dapat sembuh sendirinya dengan perawatan di rumah. Namun, ada kondisi yang membuat kasus sinusitis pada ibu hamil perlu penanganan dokter.

Mengutip dari American Pregnancy Association, berikut kondisi yang membuat ibu dengan sinusitis harus ke dokter:

  • batuk dahak warna hijau atau kuning,
  • suhu tubuh lebih dari 38,3 derajat Celcius, serta
  • kesulitan makan dan tidur.

Jika infeksi tidak membaik, dokter akan meresepkan obat khusus. Dokter akan memberikan obat terbaik yang aman untuk ibu dan bayi.

Kondisi infeksi sinus yang tidak mendapat penanganan dokter dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti meningitis (radang selaput otak).

Infeksi yang tidak tuntas juga bisa menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti tulang, mata, dan kulit. Bahkan, bisa membuat indra penciuman yang semakin menurun.

health-tool-icon

Penambahan Berat Badan Kehamilan

Perhitungan ini dapat digunakan untuk perempuan yang ingin melihat kisaran kenaikan berat badan yang sehat selama kehamilan berdasarkan berat badan mereka sebelum hamil.

28
Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sinus Infection While Pregnant | American Pregnancy Association. (2014). Retrieved 8 April 2021, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/sinus-infection-while-pregnant-7696/

Ulkumen, B., Artunc Ulkumen, B., Pala, H., Celik, O., Sahin, N., Karaca, G., & Demirdag, M. (1969). PREGNANCY RHINITIS IN TURKISH WOMEN: DO GESTATIONAL WEEK, BMI AND PARITY AFFECT NASAL CONGESTION?. Pakistan Journal Of Medical Sciences, 32(4). doi: 10.12669/pjms.324.10164

Somoskövi, Á., Bártfai, Z., Tamási, L., Kocsis, J., Puhó, E., & Czeizel, A. (2007). Population-based case–control study of allergic rhinitis during pregnancy for birth outcomes. European Journal Of Obstetrics & Gynecology And Reproductive Biology, 131(1), 21-27. doi: 10.1016/j.ejogrb.2005.11.035

Lal, D., Jategaonkar, A., Borish, L., Chambliss, L., Gnagi, S., & Hwang, P. et al. (2016). Management of rhinosinusitis during pregnancy: systematic review and expert panel recommendations. Rhinology Journal, 54(2), 99-104. doi: 10.4193/rhin15.228

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 27/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita