Tidak hanya mual, muntah, sakit pinggang, atau kelelahan, ibu hamil bahkan dapat mengalami sinusitis. Lantas, mengapa sinusitis dapat terjadi pada ibu hamil? Seperti apa gejalanya dan bagaimana cara mengobatinya? Berikut ini penjelasan selengkapnya.
Tidak hanya mual, muntah, sakit pinggang, atau kelelahan, ibu hamil bahkan dapat mengalami sinusitis. Lantas, mengapa sinusitis dapat terjadi pada ibu hamil? Seperti apa gejalanya dan bagaimana cara mengobatinya? Berikut ini penjelasan selengkapnya.

Sinusitis merupakan peradangan atau pembengkakan pada sinus, yakni rongga yang berisi udara di dalam tulang pipi, sekitar mata, dan belakang hidung.
Kondisi ini bisa terjadi pada trimester pertama, kedua, maupun ketiga kehamilan. Tanda dan gejala umum sinusitis pada ibu hamil, antara lain:
Sinusitis akut bisa berlangsung selama empat minggu, sedangkan sinusitis kronis mungkin bisa berlangsung lebih dari 12 minggu.
Sinusitis selama kehamilan dapat dipicu oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur. Pada beberapa kasus, peradangan sinus merupakan komplikasi dari flu biasa.
Ibu hamil juga berisiko tinggi untuk terkena peradangan sinus bila mengidap alergi sebelumnya.

Sinusitis saat hamil tidak membawa pengaruh apa pun terhadap perkembangan janin. Namun, pada kasus yang sangat langka, gejala sinusitis bisa memicu komplikasi.
Penelitian yang dimuat dalam Pakistan Journal of Medical Sciences (2016) mengamati pengaruh indeks massa tubuh (IMT) ibu hamil terhadap gejala sinusitis dan rinitis.
Diketahui bahwa angka IMT yang lebih tinggi pada ibu hamil terkait dengan meningkatnya risiko hidung tersumbat yang menjadi gejala umum sinusitis.
Hidung tersumbat mungkin berisiko untuk janin karena dapat menurunkan kadar oksigen secara perlahan. Kondisi inilah yang dikhawatirkan mengganggu perkembangan janin.
Namun, ini merupakan komplikasi yang sangat jarang terjadi. Risiko janin mengalami gangguan perkembangan akibat sinusitis pun juga terbilang sangat rendah.
Pengobatan sinusitis selama masa kehamilan tentu harus dilakukan secara hati-hati. Berikut ini adalah beberapa pilihan obat sinusitis yang aman untuk ibu hamil.
Obat dekongestan dan kortikosteroid, baik dalam bentuk obat minum atau semprot hidung, bisa Anda gunakan untuk meredakan peradangan dan melegakan hidung tersumbat.
Gejala sakit kepala juga bisa diobati dengan obat pereda nyeri yang aman untuk ibu hamil, seperti paracetamol.
Dokter mungkin dapat meresepkan antibiotik, seperti cefprozil dan amoxicilin-clavulanate, untuk mengatasi sinusitis akibat infeksi bakteri pada ibu hamil.
Minum banyak air putih bisa meringankan sakit tenggorokan yang terjadi saat sinusitis kambuh. Hal ini juga bisa membersihkan lendir dan melancarkan hidung tersumbat.
Selain air putih, Anda juga bisa meredakan gejala sinusitis saat hamil dengan minum air jeruk hangat atau mengonsumsi sop kuah kaldu.
Penggunaan air humidifier dapat membantu meredakan hidung tersumbat. Udara yang lembap dapat membantu mengencerkan dan membersihkan lendir di hidung.
Ibu dapat menggunakan air humidifier saat malam hari agar bisa tidur dengan nyenyak tanpa gangguan hidung tersumbat akibat lendir.

Anda dapat mengatasi sinusitis secara alami dengan cara meninggikan posisi kepala menggunakan beberapa bantal saat berbaring dan tidur malam.
Hal ini akan membantu memperlancar pernapasan. Di samping itu, menghirup inhaler dengan kandungan mentol bisa membantu membuka saluran hidung yang tersumbat.
Apabila sinusitis menyebabkan nyeri pada wajah ibu hamil, mengompres dahi memakai air hangat bisa membantu mengurangi rasa nyerinya.
Kompres hangat bisa memberi efek menenangkan pada bagian yang nyeri. Selain itu, ibu juga dapat melakukan pijatan lembut pada dahi dan mandi air hangat.
Sebenarnya, gejala sinusitis bisa mereda sendirinya dengan perawatan rumahan. Namun, ada kondisi yang membuat kasus sinusitis pada ibu hamil perlu penanganan dokter.
Dikutip dari American Pregnancy Association, beberapa kondisi yang membuat ibu harus pergi ke rumah sakit, antara lain:
Dokter akan mendiagnosis serta menentukan perawatan yang tepat dan aman bagi Anda dan janin.
Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai kondisi ini, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik bagi diri Anda.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Sinusitis. (n.d.). American Academy of Allergy, Asthma & Immunology. Retrieved May 24, 2024, from https://www.aaaai.org/conditions-treatments/allergies/sinusitis
Sinus infection: Common causes & how to treat it. (2023). Cleveland Clinic. Retrieved May 24, 2024, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17701-sinusitis
Sinus infection while pregnant. (n.d.). American Pregnancy Association. Retrieved May 24, 2024, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/sinus-infection-while-pregnant/
Medicines in pregnancy. (2018). The Royal Women’s Hospital. Retrieved May 24, 2024, from https://www.thewomens.org.au/images/uploads/fact-sheets/Medicines-in-pregnancy-171018.pdf
Ulkumen, B., Ulkumen, B. A., Pala, H. G., Celik, O., Sahin, N., Karaca, G., & Demirdag, M. (2016). Pregnancy rhinitis in Turkish women: Do gestational week, BMI and parity affect nasal congestion?. Pakistan journal of medical sciences, 32(4), 950–954. https://doi.org/10.12669/pjms.324.10164
Lal, D., Jategaonkar, A. A., Borish, L., Chambliss, L. R., Gnagi, S. H., Hwang, P. H., Rank, M. A., Stankiewicz, J. A., & Lund, V. J. (2016). Management of rhinosinusitis during pregnancy: systematic review and expert panel recommendations. Rhinology, 54(2), 99–104. https://doi.org/10.4193/Rhino15.228
Versi Terbaru
28/05/2024
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari