Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kekurangan Energi Kronis (KEK) Saat Hamil, Seberapa Berbahaya bagi Ibu dan Janin?

Kekurangan Energi Kronis (KEK) Saat Hamil, Seberapa Berbahaya bagi Ibu dan Janin?

Kekurangan energi protein (KEK) adalah kondisi yang sebaiknya dihindari pada masa kehamilan. Tak hanya mengganggu kesehatan ibu, pertumbuhan bayi di dalam kandungan juga rentan bermasalah bila ibu hamil mengalami KEK. Yuk, kenali lebih jauh tentang KEK pada ibu hamil dan cara mengatasinya melalui artikel berikut ini!

Apa itu KEK pada ibu hamil?

KEK adalah kependekan dari kekurangan energi protein.

Menurut International Journal of Community Medicine and Public Health, KEK adalah masalah kurang gizi yang berlangsung dalam waktu yang lama, yaitu hitungan tahun.

Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita usia subur, 15-45 tahun.

Selain pada ibu hamil, kekurangan energi kronis (KEK) adalah kondisi yang juga umum terjadi pada anak dalam masa pertumbuhan, terutama pada masyarakat yang berpenghasilan rendah.

mirror syndrome

Apa penyebab KEK pada ibu hamil?

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seorang ibu hamil mengalami kekurangan gizi kronis, di antaranya sebagai berikut.

1. Asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan

Ibu hamil memerlukan asupan makanan yang lebih. Hal ini tentu tidak sama seperti wanita normal seusianya.

Pasalnya, asupan makanan ini akan menentukan status gizi ibu hamil.

Ketika ibu hamil tidak terpenuhi kebutuhan energinya, janin yang dikandungnya juga berisiko mengalami kekurangan gizi.

Alhasil, pertumbuhan dan perkembangan janin menjadi terhambat.

2. Usia ibu hamil terlalu muda atau tua

Usia turut memengaruhi status gizi ibu hamil.

Sebagai contoh, seorang ibu yang masih sangat muda, bahkan masih tergolong anak-anak alias kurang dari 18 tahun, masih mengalami pertumbuhan dan perkembangan.

Apabila ia hamil, bayi yang dikandungnya akan bersaing dengan si ibu muda untuk mendapatkan zat gizi karena sama-sama mengalami pertumbuhan dan perkembangan.

Persaingan ini yang kemudian mengakibatkan ibu mengalami kekurangan energi kronis.

Sementara itu, ibu yang hamil di usia terlalu tua juga membutuhkan energi yang besar untuk menunjang fungsi organnya yang semakin melemah.

Pada kondisi ini, persaingan untuk mendapatkan energi terjadi lagi. Oleh karena itu, usia kehamilan yang paling baik berkisar antara 20-34 tahun.

3. Beban kerja ibu terlalu berat

Penyebab kurang energi kronis (KEK) lainnya pada ibu hamil adalah karena aktivitas fisik yang terlalu padat.

Ya, aktivitas harian ternyata juga berpengaruh pada status gizi ibu hamil. Ini karena setiap aktivitas membutuhkan energi.

Jika ibu melakukan aktivitas fisik yang sangat berat setiap harinya sedangkan asupan makannya tidak tercukupi, otomatis ibu hamil ini sangat rentan mengalami kekurangan energi kronis (KEK).

4. Penyakit infeksi pada ibu hamil

Salah satu hal yang paling berpengaruh terhadap status gizi hamil adalah kondisi kesehatan ibu saat itu.

Ibu hamil yang mengalami penyakit infeksi, sangat mudah kehilangan berbagai zat gizi yang diperlukan oleh tubuh.

Penyakit infeksi bisa mengakibatkan kekurangan energi kronis pada ibu hamil. Pasalnya, nafsu makan dan kemampuan tubuh untuk menyerap zat gizi menurun.

Akibatnya, asupan makanan ibu hamil jadi kurang optimal.

obat nyeri saat hamil

Apa saja gejala KEK pada ibu hamil?

Seorang ibu hamil yang kekurangan energi kronis (KEK) akan mengalami gejala-gejala seperti berikut:

  • merasa kelelahan terus-menerus,
  • merasa kesemutan,
  • wajah pucat dan tidak bugar,
  • sangat kurus (indeks massa tubuh kurang dari 18,5),
  • lingkar lengan atas kurang dari 23,5 cm,
  • mengalami penurunan berat badan dan kekurangan lemak,
  • menurunnya kalori yang terbakar saat istirahat, serta
  • menurunnya kemampuan beraktivitas fisik.

Jika mengalami kondisi-kondisi tersebut saat hamil, sebaiknya segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui status gizi yang Anda alami saat ini.

Apa saja bahaya KEK pada ibu hamil dan janin?

Kekurangan energi kronis (KEK) menyebabkan keluar masuknya energi di dalam tubuh menjadi tidak seimbang.

Hal ini sebaiknya tidak Anda anggap remeh karena dapat mengganggu kesehatan ibu hamil dan janin.

Pada ibu hamil, KEK dapat menyebabkan masalah-masalah berikut:

  • merasa lelah dan kurang berenergi,
  • kesulitan ketika melahirkan, dan
  • suplai ASI tidak cukup saat masa menyusui.

Sementara pada janin yang dikandung, kekurangan energi kronis dapat menyebabkan kondisi berikut.

  • Keguguran atau kematian bayi saat lahir akibat pertumbuhan janin yang terhambat.
  • Asupan gizi yang kurang menyebabkan bayi mengalami berat badan lahir rendah (BBLR).
  • Perkembangan organ-organ janin terganggu sehingga berisiko mengalami kecacatan.
  • Gizi yang kurang mempengaruhi kemampuan belajar dan kecerdasan anak.

manfaat kacang panjang untuk ibu hamil

Bagaimana cara mengatasi KEK pada ibu hamil?

Perlu Anda ketahui bahwa kekurangan energi kronis terjadi dalam jangka waktu lama. Jadi, bila kondisi ini terdeteksi saat Anda hamil, artinya sebenarnya Anda sudah mengalami KEK sebelum masa kehamilan.

Oleh karena itu, untuk mencegah kondisi ini terjadi saat hamil, Anda perlu melakukan perbaikan gizi sejak merencanakan kehamilan bahkan sejak memasuki usia subur.

Kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil memerlukan penanganan yang tidak sebentar.

Butuh upaya yang berkesinambungan agar kecukupan gizi selama hamil dapat terpenuhi secara optimal.

Berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini antara lain sebagai berikut.

  • Pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu hamil
  • Memastikan ketersediaan makanan bergizi di rumah.
  • Menerapkan pola makan yang benar dan asupan gizi yang penting saat hamil.
  • Mengobati penyakit infeksi yang mungkin mengganggu pencernaan ibu hamil.
  • Menjaga kebersihan dan kesegaran makanan yang dikonsumsi.

Untuk mencegah kurang gizi saat hamil, sebaiknya ibu mengonsumsi makanan kaya nutrisi, seperti:

  • telur, ikan, ayam, dan daging yang sudah dimasak hingga matang,
  • sayuran dan buah-buahan segar,
  • nasi dan umbi-umbian,
  • kacang-kacangan, serta
  • susu ibu hamil.

Pada dasarnya, KEK pada ibu hamil dapat diatasi dengan melakukan perbaikan gizi. Namun, jika kondisinya cukup parah, mungkin diperlukan penanganan khusus di rumah sakit.

Dokter akan memberikan cairan infus untuk membantu memperbaiki kondisi ibu. Selain itu, perawatan intensif mungkin diperlukan untuk mengantisipasi risiko komplikasi kehamilan.

Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Weight Gain During Pregnancy | Pregnancy | Maternal and Infant Health | CDC. (2021). Retrieved 21 July 2021, from https://www.cdc.gov/reproductivehealth/maternalinfanthealth/pregnancy-weight-gain.htm

Wiyono, S., Burhani, A., Harjatmo, T., Ngadiarti, I., Prayitno, N., & ., M. et al. (2021). Study causes of chronic energy deficiency of pregnant in the rural areas. Retrieved 22 July 2021, from International Journal of Community Medicine and Public Health. doi: 10.18203/2394-6040.ijcmph20200412

Kekurangan Energi Protein pada Ibu Hamil (2021). Retrieved 21 July 2021, from http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/816/4/BAB%20II.pdf

Chronic energy deficiency and the effects of energy supplementation. Retrieved 21 July 2021, from https://archive.unu.edu/unupress/food2/UID08E/UID08E09.HTM

Fao.org. (2017). Body mass index – A measure of chronic energy deficiency in adults. [online] Retrieved 21 July 2021, from http://www.fao.org/docrep/t1970e/t1970e02.htm 

James WP, e. (2017). Definition of chronic energy deficiency in adults. Report of a working party of the International Dietary Energy Consultative Group. – PubMed – NCBI. [online] Ncbi.nlm.nih.gov. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/3148462 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 28/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita