backup og meta
Kategori
Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi
Konten

Memahami Penyebab Hemoglobin (Hb) Rendah Saat Hamil

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 13/12/2022

Memahami Penyebab Hemoglobin (Hb) Rendah Saat Hamil

Selama masa kehamilan, tubuh ibu memerlukan jumlah darah yang lebih banyak dibandingkan sebelum hamil. Jika asupan vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk menghasilkan darah tidak terpenuhi, ibu bisa memiliki kadar hemoglobin (Hb) yang rendah saat hamil. Kondisi ini bisa berdampak buruk, bukan hanya pada ibu, tetapi juga janin di dalam kandungan.   

Apa itu Hb rendah saat hamil?

stres pada ibu hamil

Hb rendah saat hamil merupakan penyebab anemia pada ibu hamil. Hb sendiri merupakan singkatan dari hemoglobin.

Hemoglobin (Hb) merupakan protein penting dalam darah yang berfungsi menyimpan oksigen dan membantu darah merah menyalurkan oksigen dari jantung ke seluruh tubuh.

Protein ini juga yang bertugas untuk mengembalikan karbondioksida ke paru-paru, untuk kemudian dikeluarkan melalui napas.

Anemia pada ibu hamil terjadi saat tubuh kekurangan sel darah merah, termasuk kadar hemoglobin atau Hb yang lebih rendah dari kadar Hb normal pada ibu hamil.

Akibatnya, tubuh menjadi kekurangan oksigen dan tidak dapat berfungsi dengan baik.

Untuk menghasilkan sel darah merah dan hemoglobin, tubuh memerlukan asupan zat besi dan vitamin yang cukup.

Tanpa zat besi dan vitamin yang cukup, tubuh tidak akan bisa memproduksi hemoglobin.

Hb rendah saat hamil cukup umum terjadi. Menurut perkiraan WHO, sekitar 1 per 3 wanita dalam masa subur dan 40% wanita hamil di seluruh dunia pernah menderita anemia.

Ini karena tubuh ibu menjadi lebih rentan kekurangan zat besi dan vitamin akibat jumlah darah yang meningkat selama masa kehamilan.

Pada ibu hamil, anemia harus segera ditangani untuk menjaga kesehatan ibu dan janin, baik anemia yang dialami ringan maupun cukup berat.

Jenis anemia yang umum dialami ibu hamil

Melansir dari Cleveland Clinic, diketahui ada sekitar lebih dari 400 jenis anemia. Ada beberapa jenis anemia yang cukup umum dialami oleh ibu hamil, yang meliputi berikut ini.

  • Anemia defisiensi besi, akibat kekurangan zat besi.
  • Anemia defisiensi folat, karena kekurangan asam folat.
  • Anemia defisiensi vitamin B12, dari kekurangan vitamin B12.

Apa ciri-ciri Hb rendah pada ibu hamil?

Di awal, gejala anemia mungkin terjadi cukup ringan sehingga ibu mungkin tidak menyadari mengalami kondisi ini saat hamil.

Gejala anemia akibat Hb rendah pada ibu hamil umumnya dapat meliputi:

  • kelelahan,
  • kedinginan, dan
  • napas pendek.

Namun, ada juga gejala lain yang mungkin terjadi, seperti:

  • pusing atau kelemahan tubuh,
  • jantung berdebar,
  • sakit kepala,
  • kulit pucat, kering, atau mudah memar,
  • sakit di lidah, dan
  • kaki bagian bawah bergerak sendiri (sindrom kaki gelisah).

Apa penyebab Hb rendah pada ibu hamil?

Selama masa kehamilan, jumlah darah di dalam tubuh akan meningkat sebanyak 20—30%.

Itu artinya, tubuh akan membutuhkan lebih banyak zat besi untuk menghasilkan sel darah merah.

Jika kebutuhan zat besi, vitamin B12 , atau asam folat tidak terpenuhi, maka ibu hamil bisa mengalami anemia.

Namun, ada juga penyebab lain yang mungkin memicu Hb rendah pada ibu hamil, di antaranya penyakit tertentu, seperti anemia sel sabit dan talasemia.

Selain itu, ada juga beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko anemia, yang meliputi berikut ini.

  • Kehamilan kembar.
  • Tidak mengonsumsi cukup zat besi.
  • Kehamilan terjadi tidak lama setelah kehamilan sebelumnya.
  • Mengalami aliran menstruasi yang deras sebelum hamil.
  • Sering muntah akibat morning sickness.
  • Adakah dampak Hb rendah saat hamil?

    tanda bahaya kehamilan

    Hb rendah saat hamil bisa bertambah parah jika tidak ditangani dan dibiarkan terus-menerus.

    Tak hanya bagi ibu, dampak atau bahaya Hb rendah saat hamil ini juga berisiko dialami janin di dalam kandungan.

    Dampak pada ibu hamil akibat Hb rendah

    Kadar oksigen yang terlalu rendah di dalam darah bisa menyebabkan kerusakan organ.

    Selain itu, kondisi ini juga menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras sehingga berisiko memicu terjadinya penyakit jantung, seperti:

    • aritmia (gangguan irama jantung),
    • pembengkakan jantung, dan
    • gagal jantung.

    Dampak pada janin akibat Hb rendah saat hamil

    Janin di dalam rahim bergantung pada ibu untuk bisa mendapat asupan zat besi, vitamin B12, dan asam folat yang cukup.

    Oleh karena itu, anemia juga bisa menimbulkan dampak pada perkembangan janin. terutama jika terjadi di awal masa kehamilan atau trimester 1.

    Apabila anemia tidak mendapat penanganan yang tepat, janin juga berisiko mengalami anemia setelah lahir. Kondisi ini pun bisa menyebaban gangguan tumbuh kembang sang bayi.

    Bukan hanya itu, kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah juga lebih retan terjadi pada ibu hamil yang mengalami anemia.

    Pada kasus anemia berat, kondisi ini umumnya tidak langsung menyebabkan keguguran, tetapi bisa memicu terjadinya komplikasi kehamilan.

    Anemia bisa dikatakan cukup berat saat hasil tes hitung darah lengkap menunjukan jumlah hemoglobin (Hb) dalam darah sekitar 6,5—7,9 gram per desiliter (g/dL).

    Bagaimana cara mengatasi Hb rendah pada ibu hamil?

    Penanganan Hb rendah saat hamil bergantung pada tingkat keparahan masing-masing kondisinya.

    Berikut pengobatan sesuai dengan tingkat keparahan kondisi.

    1. Amenia ringan hingga sedang

    Dokter biasanya akan mengatasi anemia dengan memberikan vitamin kehamilan maupun suplemen zat besi secara rutin setiap hari.

    Ini bertujuan untuk membantu tubuh memenuhi kebutuhan zat besi, vitamin B12, dan asam folat.

    2. Anemia berat

    Pada kondisi anemia yang cukup berat, dokter mungkin akan melakukan transfusi darah untuk memberikan tubuh ibu tambahan sel darah merah yang sehat.

    Pola makan untuk mengatasi Hb rendah saat hamil

    Cara terbaik untuk mencegah dan mengatasi Hb rendah saat hamil yaitu dengan memastikan ibu mendapat asupan zat besi, vitamin B12, dan asam folat yang cukup selama masa kehamilan.

    Ibu bisa mengonsumsi vitamin kehamilan yang disarankan oleh dokter spesialis kandungan.

    Selain itu, ibu juga bisa melakukan perubahan pola makan menjadi lebih sehat untuk menjaga agar kadar Hb tetap normal selama hamil, misalnya sebagai berikut.

    • Makan lebih banyak makanan yang kaya zat besi, seperti bayam dan daging sapi tanpa lemak.
    • Makan makanan tinggi vitamin yang bisa membantu tubuh menyerap zat besi, seperti vitamin C yang banyak terkandung dalam jeruk dan tomat.

    Setelah mampu memenuhi kebutuhan zat besi, vitamin B12, dan asam folat, tubuh ibu biasanya dapat segera merasa lebih baik dalam beberapa hari.

    Namun, jika belum ada perubahan setelah dilakukan penanganan, lakukan pemeriksaan ke dokter.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 13/12/2022

    ad iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    ad iconIklan
    ad iconIklan