Apa yang Terjadi Kalau Ibu Hamil Kelebihan Berat Badan?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memiliki kehamilan yang sehat, aman, dan tanpa ada gangguan apapun merupakan harapan dari semua ibu yang sedang hamil. Tentu saja hal ini harus didukung dengan lingkungan serta status kesehatan ibu yang baik. Berbagai hal dapat mempengaruhi kesehatan ibu hamil dan menyebabkan gangguan kehamilan. Salah satunya adalah berat badan ibu hamil yang berlebih. Lalu apa saja dampak yang bisa ditimbulkan jika seorang ibu hamil memiliki berat badan berlebih? Bagaimana cara agar kehamilan tetap sehat? Apakah ibu hamil harus menurunkan berat badannya?

Kelebihan berat badan saat hamil, apa efeknya?

Overweight atau kelebihan berat badan diartikan sebagai status gizi yang indeks massa tubuhnya mencapai 25,1-27 kg/m2. Sedangkan dikatakan seseorang mengalami obesitas jika memiliki indeks massa tubuh lebih dari 27 kg/m2. Indeks massa tubuh ini bisa digunakan ketika ibu belum hamil, jika ibu sudah memasuki masa kehamilan maka sudah tidak akurat lagi perhitungannya.

Memiliki berat badan yang ideal sebelum hamil adalah hal yang terbaik untuk mencegah komplikasi serta masalah yang dapat timbul selama kehamilan. berat badan sangat menentukan status gizi seseorang, sementara status gizi mempengaruhi status kesehatan, hal ini berlaku pula pada ibu hamil. Status gizi yang tidak normal akan menimbulkan beberapa gangguan kesehatan pada ibu maupun janin yang sedang dikandung.

Gangguan yang dapat terjadi jika Anda memiliki berat badan yang berlebihan selama hamil adalah:

  • Diabetes gestasional. Ibu hamil yang obesitas berpeluang besar untuk mengalami diabetes selama kehamilan dibandingkan dengan ibu yang memiliki status gizi dan berat badan yang normal
  • Preeklampsia, yaitu tekanan darah yang tinggi dan adanya protein dalam urin sang ibu.
  • Memperlambat kelahiran
  • Meningkatkan peluang untuk melahirkan secara operasi sesar
  • Infeksi, terutama infeksi saluran urin
  • Masalah ketika kelahiran
  • Keguguran

BACA JUGA: Hamil di Usia Tua, Apakah Aman?

Berapa seharusnya berat badan normal selama hamil?

Menurunkan berat badan ketika hamil adalah hal yang sangat berisiko. Hal ini berisiko menyebabkan berbagai komplikasi dan gangguan. Bahkan ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih, masih harus menaikkan berat badannya. Menurut Institute of Medicine, berat badan ibu hamil haruslah meningkat, tetapi harus disesuaikan dengan status gizi yang dimilikinya, seperti:

  • Ibu hamil yang underweight atau kurang berat badan, maka berat badannya dianjurkan untuk naik sebesar 12-18 kg.
  • Ibu hamil dengan berat badan ideal, harus meningkatkan berat badan sekitar 11-15 kg.
  • Ibu hamil dengan berat badan berlebih dan memiliki indeks massa tubuh antara 25-27 kg/m2, setidaknya harus menaikkan berat badannya sekitar 6-11 kg.
  • Sementara ibu yang obesitas dengan indeks massa tubuh lebih dari 27 kg/m2 sekitar 4-9 kg

Sehingga jangan berpikiran untuk menurunkan berat badan saat hamil. Yang terpenting adalah bagaimana menjaga kehamilan tetap sehat walaupun ibu memiliki berat badan berlebih.

BACA JUGA: Apakah Ibu yang Menyusui Bisa Hamil?

Bagaimana cara untuk menjaga kehamilan tetap sehat meskipun saya memiliki berat badan yang berlebihan?

Hal yang paling utama yang bisa mencegah seorang ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih mengalami berbagai gangguan kehamilan adalah dengan melakukan pola hidup sehat, makan teratur, memilih makanan yang sehat, serta melakukan olahraga secara rutin.

Melakukan diet yang sehat. Merencanakan, memilih, serta mengatur makanan yang akan dimakan adalah cara yang paling baik dalam menerapkan hidup sehat. Jika Anda sering merasa lapar, lebih baik bagi jadwal makan Anda menjadi lebih sering. Misalnya, dalam sehari Anda dapat membagi waktu makan Anda menjadi 6 kali makan. Namun tetap dengan kebutuhan kalori yang sama dalam sehari, hanya pembagian waktu dan porsi makan saja yang berbeda. Jika perlu, diskusikan rencana diet Anda dengan ahli gizi.

Olahraga rutin. Beberapa ibu yang sedang hamil takut melakukan olahraga karena beranggapan bahwa olahraga berdampak buruk bagi bayi yang dikandungnya. Justru, olahraga yang rutin bisa membantu menjaga kesehatan ibu serta janin yang sedang tumbuh. Anda bisa melakukan olahraga yang ringan namun dilakukan secara teratur, seperti berjalan santa, berenang, berkebun, yoga, atau bahkan jogging. Sedangkan olahraga yang harus dihindari dulu selama kehamilan adalah bersepeda, atau aktivitas lain yang menyebabkan kelelahan yang berlebihan.

BACA JUGA: Perdarahan Saat Hamil: Mana yang Normal, Mana yang Bahaya?

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

Telat haid dan mual-mual adalah tanda-tanda hamil yang paling umum. Namun, tahukah Anda, mimisan dan sakit kepala juga termasuk ciri-ciri hamil muda?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Meski Anda mungkin sudah hamil dua hari setelah berhubungan seks, beberapa test pack pengecek kehamilan mungkin belum bisa langsung mendeteksinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Diet Alpukat, Betulkah Bermanfaat untuk Turun Berat Badan?

Diet alpukat adalah salah satu variasi diet buah yang dianggap mampu untuk menurunkan berat badan. Benarkah? Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Diet, Nutrisi 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

Bagi yang sedang diet, konsumsi beras atau nasi mungkin akan dibatasi. Beras merah atau beras shirataki dapat menjadi pilihan, tapi mana yang lebih efektif?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bercak darah tanda hamil atau menstruasi

Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
program dan cara cepat hamil

7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
garis hitam di perut linea nigra

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit