home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bolehkah Ibu Hamil Manikur Pedikur di Salon?

Bolehkah Ibu Hamil Manikur Pedikur di Salon?

Jika Anda sedang hamil, Anda mungkin sudah mendengar banyak hal mengenai apa yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan selama masa kehamilan. Apakah Anda boleh melakukan manikur pedikur saat hamil? Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui agar dapat sedikit merawat kuku Anda tanpa rasa khawatir.

Bolehkah manikur pedikur saat hamil?

cara manicure pedicure meni pedi

Menjaga kebersihan tubuh saat hamil merupakan hal yang tidak boleh Anda abaikan. Namun, Anda mungkin bertanya-tanya apakah boleh ke salon untuk merawat dan mempercantik kuku?

Walaupun tidak banyak penelitian yang mempelajari mengenai perawatan kecantikan yang boleh atau tidak selama kehamilan, melakukan perawatan kuku selama kehamilan masih dinilai aman hingga saat ini.

Pasalnya, melakukan perawatan kuku baik di kaki maupun tangan tidak akan menyakiti bayi secara langsung.

Meski begitu, Anda perlu memperhatikan kebersihan alat yang digunakan agar terbebas dari kuman dan bakteri. Perhatikan pula produk yang digunakan untuk merawat dan mewarnai kuku apakah aman atau tidak untuk ibu hamil.

Risiko infeksi jika manikur pedikur saat hamil

Terlepas dari Anda hamil atau tidak, Anda harus yakin terlebih dahulu bahwa salon yang Anda pilih menerapkan prinsip kebersihan yang baik.

Jika peralatan yang digunakan tidak dibersihkan dan disterilisasi dengan benar, Anda akan berisiko untuk terkena infeksi pada kulit atau kuku. Infeksi ini dapat muncul secara langsung, atau berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan setelah Anda melakukan perawatan kuku.

Jenis-jenis infeksi yang dapat Anda alami antara lain sebagai berikut.

1. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri yang umum terjadi pada kuku adalah paronikia. Gejalanya dapat diawali dengan bengkak, kemerahan, atau panas di sekitar kuku tangan atau kaki.

Pengobatan untuk infeksi bakteri biasanya adalah dengan mengonsumsi antibiotik atau dengan menginsisi daerah yang terkena untuk mengeluarkan nanah yang terkumpul.

Namun, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter jika akan minum obat antibiotik. Pasalnya obat-obatan tersebut dapat menghambat tumbuh kembang janin sehingga berisiko menyebabkan cacat lahir.

Oleh karena itu, waspadalah selalu terhadap infeksi ini jika memutuskan untuk manikur pedikur saat hamil.

2. Infeksi jamur

Infeksi jamur dapat menyebabkan athlete’s foot. Disebut athlete’s foot yang berarti “kaki atlet” karena infeksi ini dapat membuat kuku Anda berwarna kuning sehingga terlihat seperti kuku atlet. Selain itu, kuku Anda mungkin nampak seperti akan terlepas dari jari.

Pengobatan yang dapat dilakukan adalah mengonsumsi obat-obatan atau mengoleskan salep pada kuku yang terkena infeksi.

3. Infeksi virus

Contoh dari infeksi ini adalah kutil yaitu benjolan kecil pada permukaan kulit yang permukaannya keras, bentuknya seperti kalus atau kapalan.

Kutil dapat diobati dengan obat oles seperti salep. Namun sebelum menggunakan, sebaiknya baca keterangan pada kemasannya terlebih dahulu. Pastikan salep tersebut boleh digunakan pada ibu hamil. Agar lebih jelas, sebaiknya Anda berkonsultasilah ke dokter.

Amankah bahan kimia pada produk manikur pedikur bagi ibu hamil?

hamil 8 bulan

Selain memperhatikan risiko infeksi, sebaiknya Anda memperhatikan pula bahan yang digunakan saat merawat dan mempercantik kuku.

Pasalnya, kebanyakan produk untuk kuku, mulai dari cat dasar, cat kuku, hingga pembersihnya, mengandung volatile organic compounds (VOCs).

Melansir Environmental Protection Agency, VOCs adalah kelompok senyawa yang umum digunakan dalam membuat cat yang bersifat racun jika dihirup. Tentu saja hal ini dapat berdampak buruk pada Anda dan janin.

Namun, perlu diingat bahwa bau dari suatu produk tidak mengindikasikan keamanannya. Beberapa produk dapat berbau menyengat tetapi memiliki risiko kesehatan yang sangat kecil.

Sementara produk lainnya mungkin tidak berbau tapi mengandung bahan kimia yang berbahaya.

Oleh karena itu, hindari menilai dari baunya melainkan dari komposisinya jika memutuskan untuk manikur pedikur saat hamil.

Melansir Harvard Health Publishing, beberapa jenis VOCs yang banyak terdapat pada cat kuku yang perlu Anda hindari antara lain sebagai berikut.

1. Toluena

Zat ini juga ditemukan pada bensin. Toluena dapat menimbulkan masalah reproduksi hingga rasa pusing.

2. Formaldehida

Bahan ini merupakan zat karsinogenik atau zat yang dapat memicu kanker dan biasanya digunakan untuk mengawetkan benda yang telah mati. Anda harus menghindari kontak dan berusaha untuk tidak menghirup zat ini.

3. Dibutyl phthalate (DBP)

Zat ini telah dilarang penggunaannya karena merupakan zat yang sangat berbahaya. DBP dapat menyebabkan masalah reproduksi, terutama pada pria. Selain itu, zat ini juga dapat merusak organ-organ dan mengganggu sistem endokrin pada tubuh manusia.

Bolehkah ibu hamil mendapat pijat kaki dan tangan saat sedang manikur pedikur?

Jika Anda melakukan perawatan kuku seperti manicure atau pedicure, petugas salon biasanya akan melakukan pijatan pada kaki dan tangan Anda.

Sebagian dari Anda mungkin pernah mendengar bahwa pijat refleksi saat hamil dapat memicu kontraksi. Ini didasarkan pada teori yang mengatakan bahwa titik-titik tertentu pada tubuh dapat merangsang terjadinya hal itu.

Meskipun tidak banyak penelitian yang membuktikan hal tersebut, tetapi untuk berhati-hati sebaiknya Anda memberitahu petugas bahwa Anda sedang hamil.

Tujuannya agar ia dapat menghindari titik-titik yang dicurigai memicu kontraksi. Agar lebih baik, sebaiknya tunda dulu dari sesi pemijatan untuk sementara waktu.

Tips aman manikur pedikur saat hamil

Anda tentu saja dapat tetap memanjakan diri selama masa kehamilan dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

1. Cari tahu proses pembersihan alat yang digunakan

Kunjungi salon lebih awal untuk mengamati proses pembersihan mereka. Berikan perhatian lebih pada alat-alat dan wadah yang mereka gunakan.

Tanyakan pada pihak salon mengenai prosedur pembersihan yang mereka lakukan. Pemanasan (autoklaf) adalah metode yang dianjurkan dalam pensterilisasian alat. Metode ini merupakan cara yang dilakukan oleh rumah sakit terhadap peralatan bedah.

2. Pastikan ventilasi udara baik

Beberapa produk kimia berbahan VOCs pada kuteks dan pembersihnya dapat berbahaya jika dihirup. Namun, kabar baiknya, bahan-bahan tersebut biasanya dapat dengan mudah menguap di udara.

Oleh karena itu, jika ingin menggunakan cat kuku yang mengandung bahan tersebut, pastikan ventilasi udara baik. Hindari melakukannya di ruangan tertutup atau duduklah di dekat dengan jendela atau kipas.

3. Tidak menggunakan cat kuku

Jika salon yang Anda datangi memiliki ventilasi udara yang buruk dan Anda sulit untuk memastikan kandungan yang terdapat pada kuteks yang digunakan, sebaiknya Anda tidak mengecat kuku.

Anda dapat memilih perawatan untuk membersihkan dan merapikan kuku saja dan tetap pada penampilan kuku yang natural.

4. Hindari perawatan jika tangan atau kaki Anda luka

Jika ingin melakukan manikur pedikur saat hamil, pastikan Anda tidak memiliki luka, irisan, gigitan serangga, atau luka terbuka pada kaki dan tangan.

Pasalnya, mikroorganisme dapat masuk melalui tubuh melalui luka tersebut. Tunda dulu perawatan sampai luka Anda sembuh.

5. Lakukan manikur pedikur secara mandiri

Daripada ragu terhadap kebersihan dan keamanan bahan yang digunakan oleh salon, lebih baik Anda melakukan perawatan kuku sendiri di rumah.

Pastikan Anda melakukannya di ruangan yang berventilasi udara baik serta menggunakan cat kuku yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Anda dapat mencari tahu melalui internet merk-merk apa saja yang aman untuk ibu hamil.

6. Tanyakan pada dokter

Jika masih ragu mengenai keamanannya, sebaiknya tanyakan pada dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk manikur pedikur saat hamil.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How You Can Avoid an Infection From a Salon Pedicure. (2020). Retrieved 14 June 2021, from https://health.clevelandclinic.org/how-you-can-avoid-an-infection-from-a-salon-pedicure/

Be safe when pampering yourself during pregnancy | Your Pregnancy Matters | UT Southwestern Medical Center. (2015). Retrieved 14 June 2021, from https://utswmed.org/medblog/pregnancy-massages-safety/

Paronychia (for Teens) – Nemours KidsHealth. (2015). Retrieved 14 June 2021, from https://kidshealth.org/en/teens/paronychia.html

What are volatile organic compounds (VOCs)? | US EPA. Retrieved 14 June 2021, from https://www.epa.gov/indoor-air-quality-iaq/what-are-volatile-organic-compounds-vocs

A look at the effects of nail polish on nail health and safety – Harvard Health. (2019). Retrieved 14 June 2021, from https://www.health.harvard.edu/blog/a-look-at-the-effects-of-nail-polish-on-nail-health-and-safety-2019112118231

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x