4 Kondisi yang Membuat Ibu Hamil Perlu Segera Mendapatkan Transfusi Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan Anda perlu mendapatkan transfusi darah saat hamil. Anda bisa saja harus mendapat donor darah secepatnya di awal kehamilan, di pertengahan hamil, hingga selama melahirkan. Kondisi apa saja yang membuat ibu hamil perlu mendapatkan transfusi darah?

Beberapa kondisi yang membuat ibu perlu mendapat transfusi darah saat hamil

1. Mengalami anemia defisiensi besi parah

Anemia defisiensi besi parah saat hamil dapat berakibat fatal. Hemoglobin yang kurang dari 5 gr/dL sangat melipatgandakan risiko kematian pada ibu hamil.

Itu sebabnya jika bacaan tes darah menunjukkan kadar hemoglobin Anda di bawah lebih rendah dari 7 gr/dl ketika usia kehamilan berada dalam minggu ke 34 ke atas, dokter kandungan Anda akan menganjurkan Anda untuk mendapat donor darah.

2. Mengalami thalassemia

Thalassemia adalah penyakit genetik yang membuat tubuh tidak mampu untuk menghasilkan bentuk hemoglobin yang sempurna. Seseorang yang mengalami thalassemia perlu mendapatkan transfusi darah rutin. Kebutuhan ini kemudian meningkat apabila Anda memiliki thalassemia dan sedang hamil. Pasalnya, ibu hamil yang memiliki thalassemia lebih berisiko tinggi untuk mengalami anemia berat, sehingga sangat membutuhkan donor darah sepanjang kehamilannya.

3. Mengalami perdarahan saat hamil dan persalinan

Perdarahan berat selama kehamilan dan persalinan termasuk situasi gawat darurat yang membutuhkan sumbangan darah secepat mungkin.

Jika tidak mendapatkan transfusi darah di saat kritis ini untuk menggantikan darah yang hilang, ibu hamil berisiko mengalami kematian. Perdarahan hebat selama hamil bisa diakibatkan oleh keguguran, kehamilan ektopik, infeksi vagina, masalah pada plasenta (misalnya abrupsi plasenta), hingga erosi serviks.

Perdarahan hebat juga bisa terjadi setelah melahirkan, karena disebabkan oleh banyak hal — contohnya atonia uteri (rahim tidak dapat berkontraksi dengan baik), retensio plasenta, dan gangguan pembekuan darah.

4. Mengalami anemia segera setelah melahirkan

Ibu yang mengalami anemia segera setelah melahirkan akibat perdarahan hebat akan mendapatkan transfusi darah. Namun, hal ini akan tergantung pada seberapa parah gejala yang muncul.

Kebanyakan ibu akan segera mendapat donor darah setelah melahirkan, sementara yang lainnya dianjurkan untuk bed rest dulu. Jika gejala semakin parah, seperti pusing hebat dan sesak napas (napas makin pendek), maka dokter akan secepatnya melakukan transfusi darah.

Ibu hamil membutuhkan darah yang cukup untuk memenuhi tumbuh kembang janin dan kesehatan dirinya sendiri. Namun sebelum Anda memutuskan untuk mendapatkan transfusi darah saat hamil, pastikan Anda telah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan seputar kondisi Anda dan prosedur transfusi darah selama kehamilan. Jika Anda masih ragu, coba tanyakan kembali pada dokter kandungan Anda.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hemofilia

Hemofilia adalah kelainan darah akibat rusaknya faktor pembekuan darah. Ini adalah kondisi genetik yang menyebabkan perdarahan sulit dihentikan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Memahami Prosedur Transplantasi Sumsum Tulang Belakang (BMT)

Transplantasi sumsum tulang belakang (BMT) adalah prosedur penggantian sumsum tulang yang rusak dengan yang sehat. Bagaimana melakukannya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 22 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Apa Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Thalasemia?

Meski tak ada obat untuk menyembuhkan, ada beberapa pilihan pengobatan thalasemia standar, seperti transfusi darah atau transplantasi sumsum tulang.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 5 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Transfusi Darah

Menyoal Transfusi Darah: Kapan Harus Dilakukan, Manfaat, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 8 menit
efek samping donor darah

Tak Cuma Manfaat, Donor Darah Juga Bisa Membawa Efek Samping Jika Keseringan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab trombosit turun dan cara menaikkan trombosit

Berbagai Penyebab Trombosit Turun dan Cara Menaikkan Jumlahnya Normal Kembali

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 8 menit
bahaya dan komplikasi anemia

Waspada, Ini Bahaya Anemia yang Mungkin Mengintai Anda

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit