Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Gangguan makan bisa menyerang siapa saja, termasuk pada ibu hamil. Bahkan, menurut studi yang pernah dilakukan di Inggris, terdapat 7 dari 100 ibu hamil yang mengalami gangguan makan.

Meski tidak sedikit yang mengalaminya, kebanyakan ibu hamil enggan mengungkapkan keadaan mereka kepada dokter karena ketakutan dengan stigma dan reaksi negatif yang akan diterima.

Padahal, masalah gangguan makan bisa memberikan dampak yang berbahaya, tidak hanya untuk ibu hamil tapi juga janin yang dikandungnya.

Masalah gangguan makan yang umum terjadi pada ibu hamil

gangguan makan ibu hamil
Sumber: Very Well Mind

Gangguan makan bisa terjadi ketika seseorang memiliki pandangan yang negatif tentang tubuhnya sendiri. Mereka cenderung memiliki gambaran yang tidak realistis terhadap bentuk tubuh ideal. Tak terkecuali ibu hamil.

Kebanyakan gangguan makan sudah dialami saat sebelum memasuki masa kehamilan, tapi ada juga kasus yang baru muncul setelahnya.

Biasanya mereka dirundung rasa takut akan perubahan pada bentuk tubuhnya ketika mengandung. Berikut adalah beberapa masalah gangguan makan yang umum terjadi pada ibu hamil.

1. Anoreksia nervosa

Anoreksia adalah gangguan makan yang ditandai dengan rendahnya berat badan yang sangat ekstrem. Para penderitanya memiliki ketakutan berlebih akan meningkatnya berat badan, maka dari itu mereka pun mengubah pola makan untuk menjaga agar berat badan tubuh tidak naik.

Gangguan makan ini sangat mungkin terjadi pada ibu hamil. Apalagi, masa kehamilan diketahui akan memberikan perubahan besar pada tubuh termasuk berat badan yang akan melonjak drastis. Saking tak ingin hal ini terjadi, ibu pun mengurangi porsi makannya dengan berlebihan

Hal ini tentunya sangat berbahaya, mengingat ibu hamil seharusnya mengonsumsi lebih banyak nutrisi agar bisa mendukung perkembangan janin.

Kurangnya asupan makanan tidak hanya akan membuat ibu kekurangan berat badan tapi juga berisiko memiliki bayi dengan berat lahir rendah, bayi lahir prematur, atau bahkan keguguran.

2. Bulimia nervosa

obesitas hamil kepintaran anak

Serupa dengan anoreksia, ibu yang mengalami gangguan makan bulimia selalu merasa takut gemuk. Bedanya, ibu masih mau mengonsumsi makanan dalam jumlah normal atau malah berlebih.

Namun setelahnya, ibu akan memuntahkan makanannya dengan paksa. Terkadang ibu juga menggunakan obat pencahar dan melakukan olahraga berlebihan.

Akibatnya ketika kebiasaan ini terus dilakukan, hal ini dapat berujung dehidrasi, ketidakseimbangan cairan dalam tubuh, dan pada beberapa kasus bayi yang dilahirkan juga memiliki masalah cacat jantung bawaan.

Seringnya konsumsi obat pencahar yang biasa dilakukan orang-orang dengan bulimia dapat memberikan gangguan kesehatan pada pencernaan.

3. Binge eating disorder

Gangguan makan tak hanya bisa mendera mereka yang ingin mengurangi berat badan. Ada sebagian orang yang menganggap masa kehamilan sebagai masa-masa untuk melampiaskan keinginan untuk mengonsumsi banyak makanan.

Mereka sering berdalih bahwa hal ini dilakukan demi memberikan makanan yang cukup untuk janin.

Binge eating disorder (BED) dirandai dengan dorongan untuk terus makan dalam jumlah yang sangat banyak. Bertambahnya nafsu makan pada ibu hamil memang merupakan hal yang wajar.

Namun, berhati-hatilah jika keinginan tersebut mulai tak terkendali. Orang yang mengalami BED akan terus makan meski mereka sudah tidak merasa lapar.

Dari data yang diambil pada penelitian di Norwegia, terdapat satu dari 21 ibu hamil mengalami gangguan makan dan paling banyak yang dialami adalah BED.

Dampaknya, janin akan lebih rentan mengalami keguguran atau bisa juga berujung pada waktu persalinan yang lebih lama.

Sedangkan efeknya untuk kehamilan, gangguan makan BED dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko diabetes gestasional

Apa yang harus dilakukan jika ibu hamil terkena gangguan makan?

lupus pada ibu hamil lupus saat hamil

Orang-orang yang terkena gangguan makan sering kali tidak mau mengakui bahwa mereka memiliki masalah tersebut, termasuk ibu hamil. Ada yang merasa sangat bersalah dan malu terhadap dirinya sendiri, ada juga yang tak ingin mendapatkan penilaian negatif dari orang-orang di sekitarnya.

Meski demikian, gangguan makan tetap harus segera ditangani karena dapat berpengaruh pada keselamatan janin. Dampaknya juga masih bisa berlanjut sampai setelah persalinan, ibu bisa saja mengalami postnatal depression.

Jika ini terjadi pada Anda, hal pertama yang harus dilakukan adalah memberitahu dokter mengenai keadaan Anda. Mungkin nantinya dokter akan memberikan rujukan pada layanan medis mental yang dapat membantu mengubah kebiasaan Anda.

Biasanya, Anda juga harus menjalani psikoterapi seperti terapi kognitif perilaku untuk melatih dan mengubah cara pikir Anda pada masalah yang dihadapi.

Selain itu, dokter atau ahli terapis akan bekerja sama dengan ahli gizi dalam membuat rencana pola makan yang akan dijalani selama masa kehamilan. Buatlah janji tambahan dengan dokter untuk memastikan perkembangan janin Anda masih berjalan dengan baik.

Menjalani perawatan untuk mengatasi gangguan makan memang akan lebih sulit untuk ibu hamil. Komunikasikan kepada keluarga atau dokter dan ahli terapis akan keadaan serta hal-hal yang Anda rasakan untuk bantu mempermudah penyembuhan.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

Terkadang ibu hamil mungkin merasa demam dan nyeri. Hal ini membuat ibu hamil memerlukan paracetamol. Namun, apakah aman minum paracetamol saat hamil?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan, Hidup Sehat, Tips Sehat 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Apakah Pemanis Buatan Aman untuk Ibu Hamil?

Pemanis buatan saat hamil mungkin diperlukan oleh ibu yang memiliki diabetes gestasional atau yang kelebihan berat badan. Tapi, apakah memang lebih aman?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Seberapa Besar Kemungkinan Bayi Prematur Bertahan Hidup?

Kebanyakan bayi prematur lahir pada usia kehamilan 34-36 minggu. Lalu, bagaimana kemungkinan bayi prematur bertahan hidup jika usianya masih 24 minggu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Melahirkan, Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 17 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Sistem Rhesus dalam Golongan Darah Anda

Jika ibu memiliki rhesus negatif sedangkan janinnya memiliki rhesus positif, ada berbagai komplikasi yang bisa terjadi, termasuk kematian bayi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Golongan Darah 17 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

waktu bermain video game

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
nutrisi trimester ketiga

Nutrisi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil di Trimester Ketiga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit
berapa kali hamil

Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit