Manfaat, Aturan, dan Waktu Terbaik untuk Berhubungan Intim Saat Hamil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Keinginan untuk tetap berhubungan intim saat hamil merupakan hal yang wajar. Hamil bukan menjadi halangan Anda untuk tetap bercinta dengan pasangan. Namun yang perlu diperhatikan, jangan sampai Anda dan pasangan memaksakan diri. Pasalnya, bercinta saat hamil tetap ada aturan mainnya.

Apa boleh berhubungan intim saat hamil?

kontraksi setelah seks saat hamil

Berhubungan intim saat hamil diperbolehkan. Bahkan, berhubungan intim saat hamil terbilang aman. Terlebih, kepuasan seksual menjadi hal yang bisa menjaga hubungan Anda dengan pasangan semasa kehamilanTidak sedikit pula wanita yang merasa dirinya lebih seksi dan lebih bergairah saat hamil. 

Berhubungan intim saat hamil tidak akan mengganggu atau membahayakan tumbuh kembang janin dalam kandungan. Orgasme saat seks memang dapat menyebabkan kontraksi rahim, tapi hanya sementara dan tidak berbahaya.

Janin tidak akan terluka ketika ibu hamil berhubungan seksual dengan pasangannya. Seks juga tidak menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur. 

 Tenang saja, berhubungan intim saat hamil terbilang aman karena bayi terlindungi oleh cairan ketuban, otot-otot rahim yang kuat, serta lendir tebal yang menutupi leher rahim.

Selama berhubungan seksual, penetrasi penis juga tidak menembus leher rahim sehingga tidak akan mencapai bayi. Aktivitas seksual yang satu ini tidak akan memengaruhi kondisi bayi Anda.

Berhubungan intim saat hamil justru punya banyak manfaat psikologis dan fisik. Bahkan, beberapa peneliti berpendapat bahwa teratur bercinta saat hamil dapat mengurangi risiko melahirkan prematur.

Seberapa sering berhubungan intim saat hamil diperbolehkan?

intim saat hamil

Selama kehamilan berjalan normal, Anda boleh bercinta saat hamil kapan saja Anda suka. Dari segi frekuensinya, “batasan” seberapa sering Anda boleh berhubungan intim saat hamil sebaiknya tidak lebih dari 3 kali per minggu.

Pasalnya, terlalu sering berhubungan intim saat hamil dapat meningkatkan risiko perempuan terkena infeksi saluran kencing (ISK).

ISK adalah masalah yang sangat mengganggu. Jika terlambat diobati penyakit ini juga dapat menyebabkan komplikasi kehamilan. Pipis sebelum seks serta membasuh vagina sebelum dan setelah seks bisa mengurangi risiko infeksi.

Perlu dipahami juga frekuensi berhubungan intim saat hamil bukan harga mati. Menentukan seberapa sering Anda ingin berhubungan intim selama kehamilan sebaiknya tetap didiskusikan bersama pasangan.

Tidak semua ibu hamil selalu ingin berhubungan intim saat hamil. Maka itu jangan sekali-kali dipaksakan. Pastikan saja bahwa Anda dan pasangan bisa sama-sama enak dan nyaman serta tidak sampai menyakiti satu sama lain.

Perubahan gairah seks sepanjang masa kehamilan

gaya bercinta

Selain menyebabkan berbagai gejala kehamilan, perubahan hormon tubuh juga secara tidak langsung merombak gairah dan dorongan seks perempuan dalam 9 bulan ke depan.

Beberapa wanita mungkin ingin berhubungan intim saat hamil, tapi ada juga yang tidak ingin. Mana pun yang Anda alami terbilang normal karena perubahan hormon dalam tubuh wanita hamil juga bisa mengubah hasrat seksnya.

Di trimester pertama

Meski belum banyak terjadi perubahan fisik, tidak sedikit ibu hamil muda yang sudah mulai enggan berhubungan intim saat hamil di trimester pertama.

Awal kehamilan merupakan masa bagi wanita beradaptasi dengan berbagai perubahan besar-besaran yang dialami tubuh akibat kenaikan hormon estrogen dan progesteron.

Kenaikan hormon ini kemudian memunculkan gejala hamil muda seperti mual dan muntah, nyeri payudara, serta kelelahan yang mungkin saja membuat hasrat bercinta menurun.

Maka itu, jika Anda malah jadi tidak berminat, tidak nyaman, atau lebih jarang bercinta saat hamil muda sebetulnya hal ini bukan masalah yang perlu dikhawatirkan.

Di sisi lain, ada juga ibu hamil yang merasakan gairah seksnya justru meningkat tajam saat hamil muda. Kenaikan hormon estrogen membuat sirkulasi darah lebih lancar sehingga menyebabkan organ intim jadi lebih sensitif.

Di trimester kedua

Setelah menurun cukup lama di sepanjang trimester awal, gairah seksual ibu hamil umumnya akan naik memasuki trimester kedua. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk berhubungan intim saat hamil.

Pada sekitar minggu ke-10 kehamilan, hormon tubuh akan mulai stabil sehingga gejala awal kehamilan seperti mual muntah dan badan lemas berangsur-angsur mereda. Ibu hamil pun akan mulai berenergi kembali.

Peningkatan energi tubuh secara langsung juga akan meningkatkan gairah seksual Anda. Di trimester kedua, jumlah cairan pelumas alami yang diproduksi vagina juga biasanya akan meningkat disertai pembengkakan klitoris dan vagina.

Ini dapat meningkatkan sensasi dan sensitivitas tubuh terhadap rangsangan sehingga tidak masalah bila berhubungan intim saat hamil.

Di trimester 3

Di trimester 3, kemungkinan ibu hamil mengalami perubahan hormon lagi yang akan memengaruhi gairah seksualnya.

Menjelang hari-H melahirkan, Anda akan lebih sering mengalami nyeri punggung, berat badan naik drastis, dan mood juga kembali tidak menentu. Akibatnya, Anda mungkin jadi tidak begitu berminat bercinta saat hamil besar.

Namun, tidak semuanya mengalami hal yang sama. Ada beberapa ibu hamil yang malah merasa bergairah untuk bercinta di trimester 3 dan siap untuk berhubungan intim saat hamil.

Berhubungan intim saat hamil tua kadang dapat menyebabkan kontraksi, tapi ini adalah reaksi normal. Terutama apabila kondisi kehamilan Anda aman, alias tidak berisiko tinggi. Jika kontraksi terasa tidak nyaman, cobalah berhenti sebentar untuk berbaring sampai kontraksi hilang.

Posisi aman dan nyaman untuk berhubungan intim saat hamil

posisi seks saat hamil

Selama kehamilan Anda normal dan sehat, posisi apa saja boleh dilakukan. Asalkan posisi ini tidak menyakiti ibu dan membuat kehamilan malah jadi bermasalah. 

Cobalah untuk menemukan posisi terbaik yang membuat Anda dan pasangan Anda nyaman. Berikut adalah rekomendasi 3 posisi berhubungan intim saat hamil yang nyaman.

1. Misionaris

Berhubungan intim saat hamil dengan Posisi klasik ini paling aman dilakukan di trimester satu. Namun jika sudah hamil tua dan perut sudah sangat besar, tidak disarankan berhubungan seks dengan posisi ini.

Sebab ketika berbaring telentang, rahim yang membesar akan menekan pembuluh darah utama di tubuh dan mengurangi aliran darah ke bayi.

Selain berbahaya buat janin, posisi misionaris yang dilakukan saat hamil tua bisa bikin ibu pusing dan kehabisan napas karena menahan berat tubuhnya.

2. Woman on top

Posisi berhubungan intim saat hamil lainnya yang aman dilakukan adalah woman on top. Posisi ini dilakukan dengan cara pria berbaring dan ibu hamil melakukan penetrasi dari atas.

Ada beberapa keuntungan memainkan posisi berhubungan intim saat hamil ini. Woman on top dapat mencegah adanya tekanan pada rahim dari penetrasi pria. Selain itu, wanita juga dapat mengendalikan seberapa dalam kedalaman penetrasi pria ke dalam vaginanya.  

Posisi seks woman on top juga dapat membantu menghindari tekanan berlebih terhadap kandung kemih. Alhasil, saat bercinta ibu hamil tidak tidak memiliki keinginan untuk buang air kecil saat sedang beraksi di ranjang.

3. Spooning atau menyamping

Spooning merupakan posisi bercinta saat hamil yang paling aman dan tidak bikin capek kedua pasangan. Pasalnya, gaya bercinta ini memposisikan ibu hamil dan pasangannya untuk saling tidur menyamping dan melakukan penetrasi,

Posisi berhubungan intim saat hamil ini bisa dilakukan saat hamil muda atau bahkan saat perut ibu sudah besar.

4. Bercinta sambil duduk

Posisi berhubungan intim sambil duduk terbilang aman untuk ibu hamil. Anda bisa melakukannya di sofa atau di sandaran tempat tidur. Caranya, posisikan pasangan pria duduk dengan kaki diluruskan dan sedikit terbuka.

Lalu, ibu hamil perlahan bisa duduk di pangkuan pasangan sambil mengatur penetrasi. Di posisi bercinta saat hamil ini, Andalah yang akan mengatur kedalaman penetrasi. Pasangan pria juga bisa sambil merangkul dan menggapai punggung ibu untuk mendapatkan keintiman yang lebih dalam.

Hal yang harus diperhatikan ketika bercinta saat hamil

Komunikasi dan keterbukaan adalah kunci untuk mempertahankan atau meningkatkan kepuasan seksual selama kehamilan Anda, termasuk hasrat untuk berhubungan intim saat hamil.

Berhubungan intim saat hamil yang aman sangat penting untuk kebanyakan pasangan, tetapi mungkin tidak mudah dilakukan. Selain itu, ada beberapa hal yang yang dilarang dilakukan ketika berhubungan intim saat hamil.

Menurut Mayo Clinic, jenis bercinta saat hamil seperti oral seks juga masih terbilang aman dilakukan selama kehamilan, tetapi sebaiknya tidak meniupkan udara ke dalam vagina.

Ini karena meniup udara ke dalam vagina bisa menyebabkan emboli udara (gelembung udara yang masuk ke dalam sirkulasi darah Anda). Hal ini jarang terjadi, tetapi bisa mengancam jiwa Anda atau bayi.

Kondisi yang membuat Anda perlu menghindari berhubungan intim saat hamil

Berhubungan intim saat hamil tergolong aman dan tidak berisiko. Namun jika dokter mengatakan kehamilan Anda berisiko tinggi, ia mungkin akan menyarankan Anda untuk “puasa” bercinta saat hamil dulu sampai setelah melahirkan.

Menurut WebMD, beberapa kondisi yang membuat Anda pantang bercinta saat hamil termasuk riwayat perdarahan vagina berat, kram perut parah, masalah atau gangguan pada ketuban (infesi cairan ketuban atau rentan pecah dini), hingga riwayat kesehatan seperti inkompetensi serviks (rahim lemah).

Ibu hamil yang gangguan plasenta previa, memiliki riwayat atau berisiko persalinan prematur, dan hamil kembar atau lebih juga tidak dianjurkan bercinta saat hamil.

Jika Anda pernah mengalami perdarahan berat, berhubungan intim saat hamil dapat meningkatkan risiko perdarahan lebih lanjut. Tidak ada bukti kuat bahwa berhubungan seks akan membuat kondisi tersebut lebih buruk. Namun, banyak dokter menyarankan untuk menghindari seks sebagai tindak pencegahan.

Anda mungkin juga disarankan untuk menghindari berhubungan intim saat hamil jika pasangan memiliki herpes genital.

Jika Anda tertular dan menderita herpes genital untuk pertama kalinya selama kehamilan, terdapat risiko yang bisa mempengaruhi perkembangan bayi Anda.

Maka itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter dulu sebelum melakukan hubungan intim saat hamil. Jika dokter menyarankan Anda membatasi seks, sebaiknya komunikasikan dengan pasangan untuk menemukan solusi lain agar bisa tetap intim selama hamil.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 7, 2016 | Terakhir Diedit: Januari 22, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca