home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jenis Kelamin Bayi Sudah Bisa Diketahui di Awal Kehamilan, Dengan Tes Darah

Jenis Kelamin Bayi Sudah Bisa Diketahui di Awal Kehamilan, Dengan Tes Darah

Saat hamil, banyak pasangan yang penasaran akan jenis kelamin bayinya, laki-laki atau perempuan. Bahkan, banyak orang di sekitar ibu hamil mungkin menebak-nebak jenis kelamin bayi yang masih ada dalam kandungan. Menebak melalui bentuk perut ibu hamil, perubahan kulit ibu hamil, sampai pada perubahan perilaku ibu hamil. Nah, salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengetahui jenis kelamin bayi adalah dengan melakukan tes darah.

Tes darah untuk mengetahui jenis kelamin bayi Anda

Tes darah dapat Anda lakukan untuk mengetahui jenis kelamin bayi Anda, bahkan sejak usia kehamilan Anda baru menginjak beberapa minggu. Tes darah bisa dilakukan lebih awal dibandingkan dengan USG yang baru akurat dilakukan pada usia kehamilan 18-22 minggu untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Jadi, bagi Anda yang tidak sabar ingin mengetahui jenis kelamin calon bayi Anda sejak awal kehamilan, mungkin Anda dapat melakukan tes darah.

Tes darah sebenarnya ditujukan untuk mengetahui kelainan kromosom (seperti Down syndrome) pada janin. Tapi, tes ini juga bisa digunakan untuk menentukan jenis kelamin bayi. Tes darah ini biasa disebut dengan tes DNA sel bebas atau tes prenatal noninvasif. Mengapa dikatakan noninvasif? Karena tes ini tidak dilakukan dengan cara pembedahan atau pengambilan jaringan.

Tes darah dilakukan dengan menggunakan sampel DNA janin yang ada dalam darah ibu. Karena dilakukan dengan mengambil sampel darah ibu, maka tes DNA ini lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan urin ibu. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh Journal of American Medical Association, akurasi tes DNA ini adalah sebesar 95,4% untuk bayi laki-laki dan 98,6% untuk bayi perempuan.

Kelebihannya lagi, tes DNA sudah dapat dilakukan sejak usia kandungan 7 minggu untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Dilakukannya tes ini juga tidak akan menimbulkan risiko apapun saat kehamilan. Selain untuk mengetahui jenis kelamin, tes darah juga dapat digunakan untuk mengetahui hubungan orangtua atau ayah dari janin, jenis rhesus golongan darah janin, distrofi otot duchenne, hemofilia, hiperplasia adrenal kongenital, cystic fibrosis, Down syndrome, dan beta-thalassemia. Tes darah sangat disarankan untuk dilakukan oleh ibu hamil yang mempunyai risiko tinggi melahirkan bayi dengan kelainan genetik.

Tidak hanya jenis kelamin yang Anda dapatkan dari tes darah

Ya, tes darah dilakukan bukan hanya untuk tujuan mengetahui jenis kelamin bayi, tapi sebenarnya lebih dari itu dan ini lebih penting. Tes darah juga dilakukan untuk mengetahui kelainan kromosom yang bisa terjadi pada bayi laki-laki atau perempuan. Gangguan seperti hiperplasia adrenal kongenital juga dapat diketahui dari tes ini.

Hiperplasia adrenal kongenital adalah gangguan keseimbangan hormon yang dapat menyebabkan janin perempuan memiliki sifat-sifat maskulin. Bayi perempuan yang lahir dengan gangguan ini dapat mengalami pembengkakan klitoris atau alat kelamin ambigu. Jika gangguan ini sudah diketahui sejak dini melalui tes darah, mungkin gangguan ini bisa ditangani lebih dini.

Mengetahui jenis kelamin berdasarkan kromosom (terutama) penting dilakukan bagi orangtua yang mempunyai bayi dengan alat kelamin ambigu. Dengan mengetahui kromosom bayinya (XX untuk bayi perempuan atau XY untuk bayi laki-laki), maka orangtua juga dapat lebih mempersiapkan dirinya tentang bagaimana cara ia membesarkan anaknya sesuai jenis kelamin.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

New Health Advisor. 2 Blood Tests and 3 Non-Blood Tests to Determine Gender. [online] Available at: http://www.newhealthadvisor.com/blood-test-to-determine-gender.html [Accessed 6 Mar. 2017].

Pappas, S. (2011). Blood Test Predicts Baby’s Sex at 7 Weeks. [online] Live Science. Available at: http://www.livescience.com/15475-blood-test-baby-sex-pregnancy.html [Accessed 6 Mar. 2017].

Martin, L. J. (2011). Boy or Girl? Fetal DNA Tests Often Spot On. [online] WebMD. Available at: http://www.webmd.com/baby/news/20110809/will-it-be-a-boy-or-girl-fetal-dna-tests-often-spot-on#1 [Accessed 6 Mar. 2017].

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 14/03/2017
x