4 Efek Hormon Kehamilan Pada Kehidupan Asmara Ibu Hamil dan Suami

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 8 Agustus 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Payudara yang membesar, mengalami morning sickness, kaki membengkak, dan berat badan naik umum dialami ibu yang hamil karena hormon kehamilannya. Ibu hamil juga biasanya mengalami perubahan mood. Tak jarang ini bisa membuat hubungan asmara ibu hamil dan suami jadi berubah dan lebih seru dijalani. Perubahan apa saja yang terjadi antara ibu hamil dan suami saat hormon kehamilan sedang naik?

Seperti apa pengaruh hormon kehamilan terhadap rumah tangga?

1. Jadi ingin nempel terus dengan pasangan

berhubungan seks ketika hamil

Menurut Cathy O’Neil, salah satu penulis buku Babyproofing Your Marriage, hormon kehamilan saat ibu mengandung bisa memengaruhi perasaan ibu ke pasangannya. Salah satu contoh perasaan yang akan muncul saat hormon kehamilan sedang naik adalah panik dan takut bila ditinggal sang suami, meskipun suami hanya pergi bekerja seperti biasanya.

Rasa takut yang sering muncul di awal-awal kehamilan ini sering menyebabkan wanita membuat permintaan aneh dan tak masuk akal pada suami. Contohnya seperti menelepon pasangan setiap jam atau minta dikabari tiap saat untuk memastikan ia baik-baik saja.

Jangan khawatir, ini biasanya hanya terjadi pada awal kehamilan dan akan hilang semakin bertambahnya usia kandungan. Maka, jelaskan pada pasangan bila ini adalah salah satu ciri perubahan hormon saat hamil dan Anda sangat membutuhkan kehadiran pasangan pada saat-saat ini.

2. Pasangan akan merasa diabaikan

bukan pasangan hidup yang tepat

Banyak pasangan pria yang merasa terabaikan saat pasangannya sedang hamil. Kemungkinan ini disebabkan karena ibu hamil juga sedang berjuang beradaptasi di masa-masa kehamilan yang cukup sulit. Jadi wanita mungkin terlalu sibuk mengurus kehamilannya dan tidak sengaja mengabaikan pasangannya.

Untuk mengatasi hal ini, ada baiknya ajak dan libatkan pasangan Anda di masa kehamilan. Contohnya, Anda bisa mendorong pasangan untuk mengajak bicara janin yang sedang ada di perut, membantu memilih musik yang akan didengarkan ke calon bayi, atau pergi berdua untuk membeli perlengkapan bayi. Intinya, buat pasangan Anda tetap merasa penting di hubungan Anda berdua.

3. Tambah intim

seks saat hamil

Bertambahnya gairah seks bisa menjadi salah satu efek hormon kehamilan yang dialami ibu hamil. Boleh-boleh saja berhubungan intim, asal Anda punya riwayat kesehatan dan kehamilan yang baik.

Penting juga untuk membuang segala pikiran negatif tentang perubahan tubuh saat hamil. Ini bisa bikin Anda tidak percaya diri dan enggan disentuh oleh pasangan. Maka, mulai belajar mencintai dan menerima kondisi tubuh yang berubah karena hamil. Dengan begitu, keintiman bisa terjadi dan membuat masa-masa kehamilan makin indah.

4. Bisa juga bikin malas berhubungan intim

bed rest saat hamil

Selain bisa bikin keintiman bertambah, hormon kehamilan juga bisa bikin Anda dan pasangan makin menjauh, lho. Begini, saat hamil muda, ibu hamil merasakan mual, lelah, dan tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Hal tersebut merupakan masalah yang bisa membuat ibu hamil enggan berhubungan seks. Alhasil hubungan dengan pasangan bisa semakin merenggang.

Craig Malkin, Ph.D., psikolog dari Cambridge menyarankan agar ibu dan suami mengatur jadwal untuk bercinta. Ini bisa diisi dengan seks, bila kondisi ibu tidak memungkinkan juga bisa melakukan seks oral atau rangsangan seks lainnya. Bahkan ini bisa menjadi waktu curhat bagi ibu hamil dan suami.

Pelan-pelan nanti Anda dan pasangan dapat menemukan gairah untuk kembali merasa dekat dengan satu sama lain.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Dalam beberapa kasus, tremor bisa sembuh tapi bisa juga tidak. Tremor jenis apa yang bisa disembuhkan dan seperti apa pengobatannya? Cek di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Sebagai organ vital manusia, hati (liver) berperan penting dalam menjaga kesehatan. Cari tahu fakta tentang hati manusia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara kerja obat kuat

Ragam Obat Kuat Pria di Apotek, Apakah Bisa Bikin Tahan Lama di Ranjang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
obat kuat alami

11 Pilihan Obat Kuat Alami yang Bikin Pria Lebih Tahan Lama di Ranjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
menelan sperma

Apakah Bisa Hamil Jika Kita Menelan Sperma?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit