Amniocentesis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Definisi

Apa itu amniocentesis?

Amniocentesis adalah prosedur prenatal yang mungkin akan disarankan oleh dokter untuk Anda lakukan selama kehamilan. Tes ini memeriksa apakah ada kelainan janin (cacat lahir) seperti sindrom Down, fibrosis kistik atau spina bifida pada janin Anda. Dalam kebanyakan kasus, hasilnya normal. Amniocentesis hanya dilakukan pada wanita yang dianggap lebih berisiko melahirkan anak dengan cacat lahir. Diskusikan dengan dokter atau dokter kandungan mengenai Amniocentesis yang tepat untuk Anda. Amniocentesis dilakukan antara minggu ke‐16 dan 20. Dalam waktu ini, bayi berada dalam sekitar 130ml cairan ketuban, yang terus‐menerus ia telan dan keluarkan. Cairan ini akan diperiksa untuk mendapatkan informasi tentang bayi (termasuk jenis kelamin) dan untuk mendeteksi kelainan fisik seperti Down syndrome atau spina bifida. Dari sampel cairan ketuban, DNA juga dapat diuji untuk mengidentifikasi berbagai gangguan genetik, seperti fibrosis kistik dan sindrom X rapuh.

Kapan saya perlu menjalani amniocentesis?

Seiring wanita bertambah usia, risiko memiliki anak dengan sindrom Down mulai meningkat secara signifikan, dari sekitar satu banding 2.000 (pada usia 20 tahun) menjadi satu banding 100 (di usia ibu 40 tahun). Ibu hamil yang mungkin sebaiknya menjalani tes amniocentesis adalah: wanita di atas usia 40 tahun (wanita berusia 37 tahun ke atas biasanya sudah ditawarkan tes ini) wanita dengan riwayat kelainan kromosom di keluarganya, misalnya sindrom Down wanita yang telah memiliki anak dengan kelainan kromosom wanita yang diketahui pembawa kelainan genetik wanita yang pasangannya memiliki riwayat keluarga kelainan genetik atau kelainan kromosom wanita yang hasil tes darah “serum screen” atau pemeriksaan USG‐nya menunjukkan hasil yang abnormal.

Jika dokter Anda telah merekomendasikan amniocentesis, prosedur biasanya dijadwalkan antara minggu ke‐15 dan ke‐18 masa kehamilan.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani amniocentesis?

Ada risiko kecil bahwa amniocentesis bisa menyebabkan keguguran (kurang dari 1%, atau sekitar 1 dari 200 sampai 1 dari 400). Cedera pada bayi atau ibu, infeksi, dan persalinan prematur adalah potensi komplikasi lainnya yang dapat terjadi, tapi sangat jarang. Chorionic villus sampling adalah prosedur yang melibatkan menghapus potongan‐potongan kecil dari plasenta dan dapat dilakukan antara 11 dan 13 minggu.Scan yang mendetail maupun tes darah mungkin dilakukan tetapi tes ini hanya dapat menunjukkan bahwa bayi Anda memiliki masalah, tanpa menjelaskan masalahnya secara spesifik. Penting bagi Anda untuk mengetahui peringatan dan pencegahan sebelum melakukan operasi ini. Bila Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan kepada dokter untuk informasi dan instruksi lebih lanjut.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum amniocentesis?

Anda akan menerima pemeriksaan genetik sebelum prosedur. Setelah risiko dan manfaat dari amniocentesis telah benar‐benar dijelaskan kepada Anda, Anda dapat memilih apakah Anda ingin menjalani prosedur ini atau tidak.

Bagaimana proses amniocentesis?

Langkah‐langkah yang dilakukan dalam amniocentesis:

pasien dalam posisi berbaring, kemudian dokter menentukan posisi janin dan plasenta lewat scan ultrasound. ketika dokter sudah menemukan lokasi yang aman untuk penyuntikan, dokter akan membersihkan perut pasien dengan antiseptik dan menyuntikkan anestesi lokal ke dalam kulit menggunakan jarum panjang, dan tipis, dokter mengambil sekitar 15 sampai 20ml (sekitar tiga sendok teh) dari cairan ketuban. Ini membutuhkan waktu sekitar 30 detik janin diperiksa setelah itu untuk memastikan semuanya baik‐baik saja. Dokter akan memberitahukan ketika hasilnya sesuai yang diharapkan. Dalam beberapa kasus, hasilnya mungkin memakan waktu hingga tiga minggu.

Apa yang harus saya lakukan setelah amniocentesis?

Anda mungkin harus menunggu operasi selama sekitar 20 menit setelah operasi sebelum pulang ke rumah. Kebanyakan wanita menyebutkan bahwa amniocentesis tidak menyakitkan, namun dianjurkan untuk terus beristirahat selama satu jam atau lebih setelah itu. Apabila Anda memiliki pertanyaan yang berkaitan dengan proses tes ini, konsultasikanlah kepada dokter Anda untuk pemahaman yang lebih baik.

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

● keguguran

● bercak vagina atau perdarahan

● ketuban pecah secara dini

● infeksi dalam rahim Anda

● ketidaknyamanan atau kram

● cedera pada bayi Anda

● kegagalan mendapatkan cairan pada upaya pertama

● cairan gagal dicek

● hasil tidak pasti

● cairan yang diambil bernoda darah

Jika Anda memiliki pertanyaan tentang kemungkinan komplikasi, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Psikopat

    Psikopat adalah gangguan kepribadian yang penderitanya cenderung bertindak kriminal. Simak informasi lengkap mengenai psikopat di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 10 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

    Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

    Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Apa yang Terjadi pada Pasien Setelah Stroke Berlalu?

    Setelah kondisi stroke, terdapat beberapa dampak yang mungkin muncul pada tubuh. Berikut adalah hal yang dapat terjadi pasca stroke.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

    4 Jenis Narkotika Populer di Indonesia dan Bahayanya Bagi Tubuh

    Dari sekian banyak obat-obatan terlarang, BNN mencatat empat jenis narkotika yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia. Apa saja? Yuk cari tahu di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 8 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    oral thrush

    Meski Tampak Sama, Ini Beda Oral Trush, Lidah Peta, dan Oral Hairy Leukoplakia (OHL)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
    posisi tidur baik dan buruk

    Berbagai Posisi Tidur yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
    sindrom pura-pura sakit

    Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
    komplikasi stroke

    13 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Stroke, Apa Saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit