3 Jenis Keguguran yang Harus Diwaspadai Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017
Bagikan sekarang

Keguguran alias miscarriage atau spontaneous abortion adalah gagalnya kehamilan secara spontan sebelum usia kehamilan 20 minggu, atau sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Sekitar 10-20% kehamilan biasanya berakhir dengan keguguran. Namun angka tersebut masih bisa lebih tinggi lagi, karena sebagian besar wanita tidak mengetahui bahwa ia hamil, dan baru menyadarinya setelah keguguran.

Keguguran paing sering terjadi pada usia kehamilan kurang dari 8 minggu. Keguguran perlu dibedakan dengan bayi yang meninggal setelah usia kehamilan 20 minggu, karena ini tidak disebut sebagai keguguran, melainkan disebut sebagai lahir mati (stillbirth).

Penyebab keguguran

Keguguran dapat terjadi disebabkan oleh berbagai macam penyebab, namun tidak semua kasus keguguran penyebabnya dapat ditemukan. Meskipun begitu, sebagian besar penyebab keguguran bukanlah kesalahan ibu.

Penyebab keguguran yang paling sering diperkirakan adalah karena adanya kelainan kromosom bayi. Apabila bayi memiliki kelebihan atau kekurangan kromosom, maka bayi tidak dapat berkembang secara normal. Diperkirakan 2 dari 3 kasus keguguran disebabkan oleh karena kelainan kromosom.

Selain kelainan kromosom, faktor lain yang dapat menyebabkan keguguran di antaranya adalah:

  • Masalah pada plasenta
  • Usia ibu, semakin tua usia ibu maka risiko mengalami keguguran semakin tinggi
  • Kebiasaan ibu merokok
  • Masalah kesehatan ibu, seperti diabetes melitus, hipertensi, hipertiroid atau hipotiroid
  • Infeksi virus atau bakteri

Jenis-jenis keguguran

Ada berbagai macam jenis keguguran berdasarkan dunia medis. Beberapa di antaranya yaitu:

  • Threatened miscarriage/abortus terancam
  • Incomplete miscarriage/abortus inkomplit
  • Complete miscarriage/abortus komplit

Abortus terancam, jenis keguguran yang masih dapat diselamatkan

Ibu hamil yang mengalami abortus terancam biasanya akan mengeluhkan munculnya perdarahan dari jalan lahir berupa flek-flek yang berwarna merah terang atau agak kecoklatan, dan terkadang disertai dengan rasa nyeri perut bagian bawah atau nyeri punggung bawah.  Jika Anda mengalami hal tersebut, segera datang ke dokter spesialis kandungan untuk dilakukan pemeriksaan dalam serta USG untuk mengetahui kondisi janin.

Ibu hamil dengan abortus terancam harus istirahat bed rest selama beberapa hari dan menghindari aktivitas yang terlalu berat, setidaknya selama dua minggu. Disarankan pula untuk tidak melakukan hubungan seksual karena dapat memicu terjadinya keguguran.

Abortus inkomplit dan komplit

Pada abortus inkomplit, proses kehamilan tidak dapat dilanjutkan lagi karena sebagian dari janin telah keluar dari rahim. Ibu hamil akan mengalami perdarahan yang lebih banyak disertai rasa nyeri perut yang semakin memberat. Pada darah yang keluar dapat ditemukan benda seperti daging yang keluar dari jalan lahir.

Sedangkan abortus komplit adalah proses keguguran di mana janin telah keluar sepenuhnya dari rahim. Untuk mengetahui dengan pasti, perlu dilakukan pemeriksaan dalam oleh dokter spesialis kandung dan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan USG. Tergantung dari hasil pemeriksaan, dokter dapat memberikan obat-obatan saja atau perlu dilakukan kuret untuk membersihkan rahim.

Waspadai perdarahan saat hamil

Selain ketiga jenis keguguran yang telah dijelaskan diatas, masih ada lagi jenis-jenis yang lain. Namun yang perlu Anda pahami adalah bahwa setiap perdarahan saat sedang hamil muda merupakan ancaman bagi bayi dalam kandungan Anda sehingga apabila Anda sebagai ibu hamil mengalami hal tersebut janganlah ragu untuk segera memeriksakan kandungan Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Aturan Menjalankan Puasa yang Aman Bagi Ibu Hamil

Ibu hamil yang sehat diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa, namun harus lebih diperhatikan nutrisinya. Bagaimana cara menjalankan puasa saat hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 25/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
gangguan makan ibu hamil

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020