Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tidak Berkeringat Saat Olahraga? Kenali 6 Penyebabnya

    Tidak Berkeringat Saat Olahraga? Kenali 6 Penyebabnya

    Keringat yang bercucuran tak bisa dihindari saat berolahraga. Keluarnya keringat menandakan tubuh masih beradaptasi dengan baik terhadap aktivitas fisik. Namun, ternyata ada beberapa orang yang keringatnya sedikit atau bahkan tidak berkeringat saat olahraga.

    Kenapa tubuh berkeringat setelah berolahraga?

    Berkeringat adalah respons tubuh untuk melepaskan panas untuk menjaga keseimbangan suhu tubuh.

    Saat tubuh bergerak aktif, suhu tubuh akan meningkat. Hal ini membuat sistem saraf otonom merangsang kelenjar endokrin atau kelenjar untuk menghasilkan air keringat.

    Keringat nantinya akan berevaporasi atau menguap dari kulit. Inilah yang akan memberikan efek menyejukkan sehingga suhu tubuh berkurang.

    Tanpa adanya keseimbangan untuk menghasilkan keringat, Anda berisiko mengalami heatstroke.

    Heatstroke adalah kondisi saat tubuh mengalami panas yang berlebihan. Heatstroke yang tidak segera disadari dan ditangani bisa menimbulkan kerusakan organ tubuh bahkan kematian.

    Jika Anda tidak berkeringat sama sekali atau hanya sedikit mengeluarkan keringat, Anda perlu berhati-hati dan ketahui apa penyebabnya.

    Apa saja penyebab tidak berkeringat saat olahraga?

    Tidak berkeringat saat olahraga

    Kondisi tubuh tidak mengeluarkan keringat disebut juga anhidrosis. Ada beberapa hal yang membuat seseorang tidak berkeringat saat olahraga, apa saja?

    1. Kurangnya intensitas saat latihan

    Sebelum melihat kondisi lebih jauh, pastikan dahulu apakah intensitas olahraga Anda memang sudah tepat.

    Jika olahraga yang dilakukan terlalu ringan sehingga tidak cukup meningkatkan suhu tubuh, tubuh hanya akan mengeluarkan sedikit keringat.

    Setiap orang memiliki tingkat kebugaran yang berbeda sehingga intensitas yang olahraga yang dibutuhkan pun berbeda.

    Sebagai contoh, berjalan cepat selama sepuluh menit sangat mudah dan termasuk aktivitas fisik yang ringan karena Anda sudah terbiasa melakukannya.

    Namun, bagi teman Anda yang tidak terlalu aktif bergerak, berjalan cepat bisa terasa sangat berat meski hanya 10–15 menit.

    Maka itu, suhu inti tubuh teman Anda sudah naik sedangkan Anda belum. Teman Anda sudah berkeringat dan Anda pun sedikit berkeringat atau bahkan tidak berkeringat saat olahraga.

    2. Kurangnya cairan di dalam tubuh

    Penyebab umum tidak berkeringat saat olahraga adalah dehidrasi, artinya tubuh Anda kekurangan cairan.

    Biasanya, kondisi ini diakibatkan kurang minum air setelah olahraga ataupun sebelumnya.

    Jika dari awal olahraga Anda sudah kekurangan cairan, produksi keringat juga cenderung akan berkurang. Pasalnya, tubuh tidak memiliki cukup cairan untuk mengeluarkan keringat.

    3. Sedang minum obat tertentu

    Mengonsumsi obat tertentu dapat menyebabkan keringat berkurang atau tidak keluar saat berolahraga.

    Salah satu jenis obat yang bisa mengurangi produksi keringat di dalam tubuh adalah antikolinergik, yakni obat penghambat kerja neurotransmiter (senyawa pengirim sinyal dalam sel saraf dan otak).

    Selain jumlah keringat yang berkurang, efek samping obat tersebut bisa membuat Anda mengalami mulut kering dan tenggorokan.

    Beberapa obat antikolinergik yang bisa menurunkan produksi keringat antara lain:

    • benzhexol,
    • benztropine,
    • biperiden,
    • orphenadrine, dan
    • procyclidine.

    4. Kondisi saraf

    Tidak berkeringat saat olahraga bisa juga berkaitan dengan kondisi saraf.

    Cedera yang terjadi pada saraf yang membantu mengendalikan fungsi saraf otonom dapat mengganggu aktivitas kelenjar keringat.

    Saraf otonom adalah saraf-saraf yang mengatur organ dalam, kelenjar keringat, dan tekanan darah.

    Mengutip buku berjudul Anatomy, Autonomic Nervous System (2021), kerusakan saraf semacam itu bisa disebabkan oleh sejumlah masalah medis antara lain adalah sebagai berikut.

    • Ross syndrome (kelainan langka yang ditandai dengan tubuh yang tidak berkeringat dan kesulitan melebarkan pupil mata).
    • Diabetes melitus.
    • Penyakit Parkinson.
    • Amyloidosis.
    • Horner syndrome.
    • Penyakit Fabry.

    5. Kondisi kulit

    Penyakit kulit yang membuat saluran keringat tersumbat juga bisa menyebabkan Anda tidak berkeringat atau hanya keluar keringat sedikit saat olahraga.

    Selain itu, kulit yang meradang juga bisa memengaruhi kinerja kelenjar keringat. Beberapa penyakit kulit yang menyebabkan kondisi ini terjadi, yakni:

    • psoriasis,
    • ruam panas,
    • skleroderma, dan
    • ichthyosis.

    Mengutip situs International Hyperhidrosis Society, luka atau cedera pada kulit juga bisa menyebabkan kelenjar keringat rusak sehingga menyebabkan anhidrosis.

    Cedera ini bisa timbul akibat kondisi berikut.

    • Luka bakar derajat tiga akibat api, paparan kimia, atau tersengat listrik.
    • Overdosis obat.
    • Keracunan senyawa tertentu.

    6. Kondisi genetik

    Beberapa orang bisa juga mewarisi kelainan gen tertentu sehingga membuat kelenjar keringat tidak bekerja dengan baik.

    Kelelahan setelah olahraga atau aktivitas fisik berat justru membuat tubuhnya tidak mampu bergerak sebagaimana orang pada umumnya.

    Kondisi kelainan bawaan ini disebut dengan displasia ektodermal hipohidrotik. Orang yang mengalami kelainan ini jarang sekali berkeringat atau bahkan tidak berkeringat sama sekali.

    Bagaimana kalau tubuh tidak berkeringat setelah berolahraga?

    Mencegah tidak berkeringat saat olahraga

    Sebelum berolahraga, pastikan Anda sudah mengonsumsi cairan yang cukup untuk melancarkan produksi keringat.

    Ketahui juga intensitas latihan yang tepat untuk diri Anda sendiri. Dengan begitu, Anda bisa menentukan durasi dan jenis latihan yang sesuai hingga bisa meningkatkan suhu inti tubuh.

    Selain itu, bagi Anda yang memiliki kondisi khusus sehingga tidak bisa menghasilkan keringat dengan baik, lakukan pendinginan tubuh setelah berolahraga.

    Jika Anda sudah merasa panas, hentikan olahraga Anda dan segera mandi untuk mendinginkan tubuh.

    Anda juga bisa membasuh air ke wajah Anda atau mengelap handuk basah ke kulit setelah berolahraga.

    Minum cairan yang banyak dan cari tempat yang sejuk untuk beristirahat sampai Anda merasa lebih sejuk.

    Tidak berkeringat saat olahraga umumnya muncul akibat intensitas olahraga yang tidak terlalu tinggi atau dehidrasi.

    Meski demikian, konsultasikan kondisi Anda ke dokter untuk memastikan penyebab pasti dan tindakan selanjutnya. Hal ini diperlukan agar tidak menimbulkan masalah ke depannya saat berolahraga.

    health-tool-icon

    Kalkulator Detak Jantung

    Cari tahu berapa detak jantung istirahat (RHR) maksimum untuk usia Anda dan bagaimana intensitas olahraga dan faktor lain memengaruhi detak jantung.

    Laki-laki

    Wanita

    Anda mengecek untuk ....

    Detak jantung istirahat Anda .... (bpm/denyut per menit)

    60

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Baker, L. (2019). Physiology of sweat gland function: The roles of sweating and sweat composition in human health. Temperature, 6(3), 211-259. doi: 10.1080/23328940.2019.1632145

    Lack of Sweating During Exercise | Livestrong.com. (2022). Retrieved 21 March 2022, from https://www.livestrong.com/article/460893-lack-of-sweating-during-exercise/

    Anhidrosis – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 21 March 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anhidrosis/symptoms-causes/syc-20369400

    Waxenbaum, J., Reddy, V., & Varacallo, M. (2021). Anatomy, Autonomic Nervous System. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539845/

    Pieretti, L. (2022). Anhidrosis (No Sweat) – International Hyperhidrosis Society | Official Site. Retrieved 21 March 2022, from https://www.sweathelp.org/where-do-you-sweat/other-sweating/anhidrosis-no-sweating.html

    Skin Diseases. (2017). Retrieved 21 March 2022, from https://www.niams.nih.gov/health-topics/skin-diseases

    Hypohidrotic ectodermal dysplasia | Genetic and Rare Diseases Information Center (GARD) – an NCATS Program . (2022). Retrieved 21 March 2022, from https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/76/hypohidrotic-ectodermal-dysplasia

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Apr 18
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro