backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

7 Penyakit dan Kondisi yang Penderitanya Tidak Boleh Olahraga

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Risky Candra Swari · Tanggal diperbarui 10/08/2023

7 Penyakit dan Kondisi yang Penderitanya Tidak Boleh Olahraga

Olahraga memang baik untuk kesehatan. Sayangnya, hal tersebut tidak selalu baik dilakukan semua orang. Terdapat kondisi atau penyakit yang membuat penderitanya tidak boleh olahraga. Bagi beberapa orang dengan kondisi tertentu, olahraga justru bisa memperparah gejala. Lantas, kondisi seperti apa yang membuat Anda dilarang olahraga dulu? 

Kondisi yang membuat Anda tidak boleh olahraga dulu

Jika Anda mengalami kondisi atau penyakit berikut, hindari untuk melakukan aktivitas berat atau olahraga berlebihan hingga kelelahan. 

1. Demam

Jangan berolahraga jika Anda merasa tak enak badan, bahkan jika hanya demam sekalipun.

Demam terjadi ketika sistem kekebalan tubuh sedang bekerja keras melawan infeksi. Nah, olahraga dapat memperberat kerja sistem imun yang sedang melawan penyakit.

Ini sebabnya berolahraga ketika demam justru akan memperburuk penyakit Anda.

Berolahraga ketika demam juga sering jadi penyebab utama cedera karena dalam kondisi demam Anda jadi lebih sulit berkonsentrasi.

2. Pilek dan flu

hufarizine

Menurut Mayo Clinic, orang yang sedang mengalami penyakit pilek dan flu tidak boleh olahraga atau beraktivitas berat.

Dalam keadaan normal, olahraga memang akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Namun, keadaan berbalik saat Anda sedang pilek atau flu.

Olahraga justru akan membuat tubuh Anda jadi semakin lemah sehingga sulit untuk pulih. Terlebih, Anda juga mengalami demam yang membuat sistem imun bekerja lebih keras. 

3. Asma

Penyakit asma juga membuat penderitanya tidak boleh olahraga.

Jika serangan asma disebabkan oleh infeksi pernapasan, sebaiknya Anda tidak olahraga dulu selama beberapa hari dan periksa ke dokter jika gejala terus berlangsung.

Bila asma dapat dikendalikan dengan baik, barulah Anda boleh olahraga. Namun, jangan langsung melakukan olahraga yang berintensitas tinggi.

Ada baiknya Anda memulai olahraga secara perlahan dengan melakukan pemanasan selama 10 menit.

Segera hentikan olahraga jika Anda tidak dapat mengatur napas atau merasa lelah dan lemah. Bawa inhaler untuk berjaga-jaga bila asma Anda kambuh.

4. Cedera lama yang kumat kembali

foto orang terserang nyeri punggung bawah saat main golf

Apabila cedera olahraga yang dulu tiba-tiba kambuh lagi, Anda harus segera menunda olahraga dan temui dokter.

Gangguan ini biasanya bukan pertanda baik, terutama jika rasa sakit terus dialami selama Anda beraktivitas.

Dalam banyak kasus, nyeri yang muncul tiba-tiba memerlukan perhatian medis dengan segera, terlebih bila sumber nyeri berada di tempat yang memang sebelumnya pernah mengalami cedera.

Namun, jika Anda mengalami cedera tulang belakang, Anda boleh berenang. Sebaiknya hal ini juga didiskusikan lebih dulu dengan dokter. 

5. Kurang tidur dan kelelahan  

Kondisi atau penyakit yang membuat penderitanya tidak boleh berolahraga dulu, yaitu ketika kurang tidur dan kelelahan.

Jika semalam Anda sudah tidak tidur cukup, atau bahkan sudah tidak tidur dua-tiga hari ke belakang karena suatu hal, Anda tidak boleh olahraga untuk sementara.

Istirahatlah sejenak sebelum mulai rutinitas olahraga Anda kembali. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter terlebih dulu sebelum berolahraga agar tidak terjadi efek samping yang merugikan Anda.

6. Hamil

Hamil merupakan kondisi medis yang dilarang untuk olahraga. Jika Anda memang ingin atau perlu berolahraga, tanyakan dulu kepada dokter mengenai program olahraga yang aman dilakukan saat hamil.

Yoga bagi ibu hamil, berenang, berjalan, dan olahraga intensitas rendah dapat sangat bermanfaat selama kehamilan. 

Pastikan untuk tetap mencukupi asupan air, istirahat yang cukup, dan hindari panas. Hindari olahraga yang menekan punggung dan perut.

7. Pasca-operasi

Selain hamil, Anda juga tidak boleh olahraga apabila Anda baru saja menjalani operasi. Dalam keadaan tersebut, tubuh Anda butuh waktu untuk pulih.

Sementara itu, melakukan olahraga justru akan memberikan tekanan pada tubuh yang pada akhirnya bisa memperburuk kondisi Anda.

Jika ingin berolahraga, pastikan Anda bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal terlebih dahulu. Mulailah latihan secara bertahap, jangan langsung melakukan olahraga intensitas tinggi.

Kesimpulan

Berolahraga memang menyehatkan. Namun, terdapat kondisi dan penyakit yang membuat penderitanya dilarang berolahraga karena dapat memperburuk kondisinya. Jika ingin tetap melakukan olahraga, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter untuk mengetahui jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Risky Candra Swari · Tanggal diperbarui 10/08/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan