home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Kondisi yang Membuat Anda Tidak Boleh Olahraga Dulu

7 Kondisi yang Membuat Anda Tidak Boleh Olahraga Dulu

Olahraga memang baik untuk kesehatan. Namun sayangnya, hal tersebut tidak selalu baik dilakukan semua orang. Bagi beberapa orang dengan kondisi tertentu, olahraga justru bisa memperburuk kondisi tersebut atau memperparah rasa nyeri yang Anda alami. Lantas, kondisi apa saja yang membuat Anda tidak boleh olahraga dulu? Cari tahu jawabannya dalam artikel ini.

Kondisi yang membuat Anda tidak boleh olahraga dulu

1. Demam

Jangan berolahraga jika Anda merasa tak enak badan, bahkan jika hanya demam sekalipun. Demam terjadi ketika sistem kekebalan tubuh sedang bekerja keras melawan infeksi. Sementara itu, olahraga juga dapat memberikan tekanan yang lebih banyak pada sistem imun. Ini sebabnya, berolahraga ketika demam justru akan memperburuk penyakit Anda.

Berolahraga ketika demam juga seringnya jadi penyebab utama cedera, karena dalam kondisi ini Anda jadi lebih sulit berkonsentrasi.

2. Pilek dan flu

Selain demam, Anda juga tidak disarankan untuk berolahraga ketika sedang pilek dan flu. Dalam keadaan normal, olahraga memang akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda, namun keadaan berbalik saat Anda sedang pilek atau flu. Pasalnya, olahraga justru akan membuat tubuh Anda jadi semakin lemah sehingga sulit untuk pulih. Terlebih jika flu yang Anda alami juga disertai demam, kondisi Anda jelas akan makin buruk jika ditambah dengan berolahraga.

3. Asma

Jika serangan asma disebabkan oleh infeksi pernapasan, sebaiknya Anda tidak olahraga dulu selama beberapa hari dan periksa ke dokter jika gejala terus berlangsung. Jika dokter melihat asma Anda sudah mulai dapat dikendalikan dengan baik, maka barulah Anda boleh olahraga.

Namun, jangan langsung melakukan olahraga yang berintensitas tinggi. Ada baiknya Anda memulai olahraga secara perlahan dengan melakukan pemanasan selama 10 menit. Segera hentikan olahraga jika Anda tidak dapat mengatur napas atau merasa lelah dan lemah. Yang terpenting, selalu bawa inhaler atau obat lainnya untuk berjaga-jaga apabila asma Anda kambuh sewaktu-waktu.

4. Cedera lama yang kumat kembali

Apabila cedera lama Anda tiba-tiba kambuh lagi, Anda harus segera menunda olahraga dan temui dokter. Pasalnya, gangguan ini biasanya bukan pertanda baik, terutama jika rasa sakit terus dialami selama Anda beraktivitas. Dalam banyak kasus, nyeri yang muncul tiba-tiba memerlukan perhatian medis dengan segera, terlebih bila sumber nyeri berada di tempat yang memang sebelumnya pernah mengalami cedera.

5. Kurang tidur dan kelelahan

Jika semalam Anda sudah tidak tidur cukup, atau bahkan sudah tidak tidur dua-tiga hari ke belakang karena mengejar proyek kantor, Anda tidak boleh olahraga dulu sekarang. Tubuh yang sudah stres dan kelelahan akan makin nge-drop ketika diajak berolahraga. Istirahatlah sejenak sebelum mulai rutinitas gym Anda kembali.

Jika perlu, temui dokter dulu. Pasalnya, kelelahan yang ekstrem bisa jadi pertanda adanya sebuah penyakit.

6. Hamil

Tanyakan kepada dokter mengenai program olahraga yang aman dilakukan saat hamil. Yoga, berenang, berjalan, dan olahraga intensitas rendah dapat sangat bermanfaat selama kehamilan. Pastikan untuk tetap mencukupi asupan air, istirahat yang cukup, dan hindari panas. Hindari olahraga yang menekan punggung dan perut.

7. Keadaan lainnya

Selain hamil, Anda juga tidak boleh olahraga apabila Anda baru saja menjalani operasi atau cedera berat. Dalam keadaan tersebut, tubuh Anda butuh waktu untuk pulih. Sedangkan melakukan olahraga justru akan memberikan tekanan pada tubuh yang pada akhirnya bisa memperburuk kondisi Anda.

Tidak hanya itu, beberapa orang yang memiliki penyakit kronis juga tidak disarankan untuk berolahraga. Namun jika ingin tetap melakukan olahraga, ada baiknya Anda berkonsultasi dulu ke dokter agar mendapatkan pilihan jenis olahraga yang tepat sesuai dengan keadaan Anda.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

When Not to Exercise – https://www.webmd.com/fitness-exercise/features/when-not-to-exercise#1 diakses pada 23 November 2017

6 Reasons You Shouldn’t Work Out Today – https://www.prevention.com/fitness/6-reasons-you-shouldnt-work-out-today diakses pada 23 November 2017

12 Times You Should Absolutely Skip Your Workout – https://www.rd.com/health/fitness/when-not-to-workout/ diakses pad 23 November 2017

 


Foto Penulis
Ditulis oleh Risky Candra Swari pada 29/11/2017
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x