home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Ada Orang yang Cuma Sedikit Atau Tidak Berkeringat Saat Olahraga?

Kenapa Ada Orang yang Cuma Sedikit Atau Tidak Berkeringat Saat Olahraga?

Apa yang akan terjadi saat Anda habis berolahraga, misalnya lari pagi atau main futsal? Tentu keringat akan bercucuran. Keringat adalah salah satu efek dari adaptasi tubuh setelah melakukan olahraga. Ya, keringat justru menunjukkan tubuh Anda masih beradaptasi dengan baik terhadap aktivitas fisik. Namun, ternyata ada beberapa orang yang keringatnya sedikit atau bahkan tidak berkeringat saat dan setelah berolahraga.

Kenapa tubuh berkeringat setelah berolahraga?

Berkeringat adalah respon tubuh yang sangat penting. Berkeringat adalah proses melepaskan panas tubuh, sehingga suhu di dalam tubuh bisa tidak terlampau panas. Pada saat suhu tubuh meningkat, sistem saraf otonom merangsang kelenjar apokrin (kelenjar keringat) untuk menghasilkan keringat. Keringat nantinya akan berevaporasi (menguap) dari kulit. Inilah yang akan memberikan efek menyejukkan, sehingga suhu tubuh berkurang. Tanpa adanya keseimbangan untuk menghasilkan keringat, Anda berisiko mengalami heatstroke.

Heatstroke adalah kondisi saat tubuh mengalami panas yang berlebihan. Heatstroke yang tidak segera disadari dan ditangani bisa menimbulkan kerusakan organ tubuh bahkan kematian. Jika Anda tidak berkeringat sama sekali atau hanya sedikit keringat yang keluar, Anda perlu berhati-hati dan ketahui apa penyebab yang melatarbelakanginya.

Apa saja penyebab tidak berkeringat saat olahraga?

1. Kurangnya intensitas saat latihan

Sebelum melihat kondisi lebih jauh, pastikan dahulu apakah intensitas olahraga Anda memang sudah tepat. Jika seseorang yang berolahraga tidak meningkatkan suhu inti di dalam tubuhnya (hanya berada pada intensitas ringan), maka ini akan membuat orang tersebut hanya sedikit berkeringat. Contohnya berjalan kaki, aktivitas ini tidak akan membuat orang mudah mengeluarkan keringat.

Mungkin beberapa dari Anda juga berpikir kenapa teman Anda dan Anda yang melakukan olahraga yang sama, jumlah keringat yang keluar berbeda. Hal ini disebabkan bahwa Anda dan teman Anda memiliki tingkat kebugaran yang berbeda, sehingga intensitas yang Anda rasakan pun akan berbeda.

Contoh, mungkin bagi Anda berjalan cepat selama 10 menit sangat mudah dan termasuk aktivitas fisik yang ringan karena sudah biasa, tapi bagi teman Anda berjalan cepat 10 menit terasa sangat berat. Maka, suhu inti tubuh teman Anda sudah naik sedangkan Anda belum. Teman Anda sudah berkeringat dan Anda pun sedikit berkeringat atau bahkan tidak berkeringat.

2. Kurangnya cairan di dalam tubuh

Dilansir dari laman Livestrong, penyebab umum kurangnya keringat dalam tubuh yakni kurang cukupnya cairan sebelum, selama, atau setelah berolahraga. Jika dari awal olahraga Anda sudah kekurangan cairan maka produksi keringat juga cenderung akan berkurang. Pasalnya, tubuh tidak memiliki cukup cairan untuk mengeluarkan keringat.

3. Sedang minum obat tertentu

Mengonsumsi obat tertentu, terutama yang termasuk obat antikolinergik, dapat menyebabkan keringat yang diproduksi nantinya akan berkurang. Namun, dalam keadaan ini ada gejala lain yang mengikuti bukan hanya dari jumlah keringat, yaitu mulut kering dan sakit tenggorokan. Beberapa obat yang bisa memberikan efek ini antara lain: benzhexol, benztropine, diperiden, orphemadrine, dan procyclidine.

4. Kondisi saraf

Sedikitnya keringat yang keluar bisa juga berkaitan dengan kondisi saraf. Cedera yang terjadi pada saraf yang membantu mengendalikan fungsi saraf otonom dapat mengganggu aktivitas kelenjar keringat. Saraf otonom adalah saraf-saraf yang mengatur organ dalam, kelenjar keringat, dan tekanan darah. Kerusakan saraf semacam itu bisa disebabkan oleh sejumlah masalah medis antara lain:

  • Ross syndrome, yakni kondisi kelainan langka yang ditandai dengan kegagalannya tubuh untuk berkeringat dan pupil mata yang tidak bisa melebar dengan baik.
  • Diabetes melitus
  • Penyakit Parkinson
  • Amylidosis
  • Horner syndrome
  • Penyakit Fabry

5. Kondisi kulit

Kondisi penyakit kulit yang menghalangi atau menyumbat saluran keringat juga bisa menyebabkan tubuh tidak berkeringat atau hanya sedikit berkeringat. Kulit yang meradang juga bisa memengaruhi kelenjar keringat, termasuk:

  • Psoriasis
  • Ruam panas
  • Scleroderma
  • Acthyosis

6. Kondisi genetik

Beberapa orang bisa juga mewarisi gen tertentu yang mengalami kelainan sehingga membuat kelenjar keringat di tubuh tidak berjalan dengan baik. Setelah kondisi melelahkan pun tubuhnya tidak mampu atau kurang mampu menghasilkan keringat seperti orang lainnya.

Kondisi kelainan bawaan ini disebut dengan displasia ektodermal hipohidrotik. Orang yang mengalami kelainan ini jarang sekali berkeringat atau bahkan tidak berkeringat sama sekali.

Bagaimana kalau tubuh tidak berkeringat setelah berolahraga?

Sebelum berolahraga, pastikan Anda sudah mengonsumsi cairan yang cukup untuk melancarkan produksi keringat. Ketahui juga intensitas latihan yang tepat untuk diri Anda sendiri untuk menentukan berat latihan yang sesuai hingga bisa meningkatkan suhu inti tubuh.

Selain itu, bagi Anda yang memiliki kondisi khusus sehingga tidak bisa menghasilkan keringat dengan baik, lakukan pendinginan tubuh secara manual. Jika Anda sudah merasa panas, hentikan olahraga Anda dan segera dinginkan tubuh Anda dengan mandi, atau jika tidak ada kamar mandi basuh air ke wajah Anda, atau lap handuk basah ke kulit Anda.

Minum cairan yang banyak dan cari tempat yang sejuk untuk beristirahat sampai Anda merasa lebih sejuk. Jangan lupa juga untuk mengonsultasikan kondisi Anda ke dokter untuk memastikan penyebab pasti dan tindakan selanjutnya yang perlu dilakukan agar tidak menimbulkan masalah ke depannya saat berolahraga.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nall Rachel. 2012. Hypohidrosis (Absent Sweating). [Online] Tersedia pada: https://www.healthline.com/health/sweating-absent (Diakses 6 Maret 2018)

Branch Solomon. 2017. Lack of Sweating During Exercise. [Online] Tersedia pada: https://www.livestrong.com/article/460893-lack-of-sweating-during-exercise/ (Diakses 6 Maret 2018)

International Hyperhidrosis Society. Tanpa Tahun. Anhidrosis (Inability to Sweat). [Online] Tersedia pada: https://www.sweathelp.org/where-do-you-sweat/other-sweating/anhidrosis-no-sweating.html (Diakses 6 Maret 2018)

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Tanggal diperbarui 31/03/2018
x