home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Olahraga Sambil Panas-panasan, Berbahayakah?

Olahraga Sambil Panas-panasan, Berbahayakah?

Apakah ketika Anda melakukan olahraga tubuh merasa panas? Mengapa suhu tubuh bisa meningkat ketika berolahraga?

Kenapa kita berkeringat dan merasa kepanasan saat berolahraga?

Ternyata, otot yang bekerja saat berolahraga, dapat menghasilkan panas yang dapat mempengaruhi suhu tubuh normal. Ketika berolahraga, otot menggunakan karbohidrat, lemak, dan beberapa zat gizi lain untuk diubah menjadi energi, dengan cara dibakar. Pembakaran ini menghasilkan panas yang membuat sirkulasi darah menjadi hangat dan meningkat suhunya. Oleh karena itu, saat olahraga seluruh tubuh kita terasa hangat. Semakin berat jenis olahraga yang dilakukan, maka akan semakin banyak ‘panas’ yang diproduksi oleh otot. Setidaknya otot menghasilkan 15 hingga 20 kali panas lebih banyak ketika melakukan olahraga berat dibandingkan dengan keadaan tubuh normal.

Ketika otot mengeluarkan panas yang berlebihan, maka tubuh akan memberi sinyal pada hormon yang mengatur suhu tubuh untuk secepat mungkin menormalkan tubuh seperti keadaan awal. Aliran darah yang menjadi panas akibat pembakaran otot tersebut, mengalir ke seluruh tubuh. Ketika mengalir ke permukaan kulit, maka panas akan dikeluarkan melalui keringat. Sedangkan aliran darah yang mengalir ke sistem pernapasan, panas akan disalurkan melalui udara yang akan dikeluarkan melalui hidung. Selain itu untuk mempercepat tubuh kembali ke suhu normal, maka panas akan diatasi dengan cara mengalirkan lebih banyak darah ke permukaan kulit sehingga panas dapat dikeluarkan melalui keringat.

Makanya, ketika kita berolahraga, tubuh akan mengeluarkan keringat, semakin banyak keringat yang dikeluarkan, akan semakin cepat tubuh kembali normal. Terdapat sekitar 3 juta kelenjar keringat yang tubuh miliki yang dapat membantu tubuh untuk mengeluarkan panas.

Berapa banyak perubahan suhu tubuh saat berolahraga?

Tubuh akan melakukan termoregulasi ketika mengalami ‘panas’. Termoregulasi adalah usaha tubuh untuk mempertahankan suhu normal tubuh. Suhu tubuh dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya adalah kegiatan fisik yang dilakukan oleh tubuh. Ketika suhu tubuh menurun atau meningkat, maka tubuh akan secara otomatis beradaptasi dan mempertahankan suhu normalnya, yang berada pada 35 derajat celcius hingga 37 derajat celcius. Penurunan atau peningkatan suhu tubuh sebanyak satu derajat celcius saja dapat menyebabkan berbagai perubahan fungsi tubuh.

Ketika melakukan olahraga berat, maka suhu tubuh akan meningkat beberapa derajat. Oleh karena itu, saat Anda melakukan olahraga, tubuh memiliki regulasi sendiri untuk mempertahankan kondisinya tetap normal. Hipotalamus akan mengeluarkan hormon yang berguna untuk mengatur suhu tubuh ketika suhu tubuh tidak normal. Hormon tersebut akan mengatur seberapa banyak keringat yang harus dikeluarkan untuk mengeluarkan panas dari tubuh.

Seberapa banyak suhu yang meningkat pada tubuh ketika melakukan olahraga tidak hanya bergantung pada seberapa banyak otot melakukan pembakaran dan menghasilkan ‘panas’, namun juga tergantung seberapa cepat tubuh dapat mendinginkan diri. Pada daerah atau lingkungan yang bersuhu rendah, panas yang dihasilkan oleh otot dapat hilang secara cepat. Sedangkan pada daerah yang bersuhu tinggi atau panas, tubuh akan mengalami kesulitan untuk menghilangkan panas, bahkan mungkin suhu tubuh akan semakin meningkat. Hal ini tentu saja buruk bagi kesehatan tubuh dan dapat menyebabkan berbagai dampak yang berbahaya bagi kesehatan.

Yang terjadi pada tubuh jika berolahraga di tempat yang terlalu panas

Ketika tubuh tidak dapat menurunkan suhu tubuhnya, maka tubuh akan mengalami over-heating atau kepanasan. Suhu tubuh yang melebihi 40 derajat celcius berisiko tinggi terkena stroke dan berbagai potensi kerusakan pada tubuh. Gejala yang dapat terjadi ketika melakukan olahraga di lingkungan yang panas, yang berhubungan dengan suhu tubuh yang meningkat adalah:

  • Keram otot
  • Terasa mual dan muntah
  • Lemah dan lelah
  • Sakit kepala
  • Berkeringat dalam jumlah yang banyak
  • Tekanan darah rendah
  • Jantung berdebar-debar sangat kencang
  • Penglihatan kabur

Untuk mengurangi risiko tersebut, The American College of Sports Medicine merekomendasikan untuk menghindari melakukan olahraga berat ketika suhu lingkungan sedang tinggi, kemudian mengenakan pakaian yang nyaman dan tipis, dan menghindari dehidrasi dengan cara minum air mineral sebanyak mungkin sebelum, selama, dan sesudah berolahraga. Jika tubuh mengalami dehidrasi, maka tubuh akan semakin sulit untuk menormalkan suhunya kembali.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Heat and exercise: Keeping cool in hot weather. Retrieved from http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/fitness/in-depth/exercise/art-20048167?pg=1 Accessed September 28,2016

What Effect Does Exercise Have on Your Body Temperature? Retrieved from http://www.livestrong.com/article/380666-what-effect-does-exercise-have-on-your-body-temperature/ Accessed September 28,2016

Sweating (Normal Amounts): Causes, Adjustments, and Complications. Retrieved from http://www.healthline.com/health/sweating Accessed September 28,2016

Body Temperature While Exercising. Retrieved from http://www.livestrong.com/article/473652-body-temperature-while-exercising/ Accessed September 28,2016

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 17/10/2016
x