Olahraga Sambil Panas-panasan, Berbahayakah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah ketika Anda melakukan olahraga tubuh merasa panas? Mengapa suhu tubuh bisa meningkat ketika berolahraga?

Kenapa kita berkeringat dan merasa kepanasan saat berolahraga?

Ternyata, otot yang bekerja saat berolahraga, dapat menghasilkan panas yang dapat mempengaruhi suhu tubuh normal. Ketika berolahraga, otot menggunakan karbohidrat, lemak, dan beberapa zat gizi lain untuk diubah menjadi energi, dengan cara dibakar. Pembakaran ini menghasilkan panas yang membuat sirkulasi darah menjadi hangat dan meningkat suhunya. Oleh karena itu, saat olahraga seluruh tubuh kita terasa hangat. Semakin berat jenis olahraga yang dilakukan, maka akan semakin banyak ‘panas’ yang diproduksi oleh otot. Setidaknya otot menghasilkan 15 hingga 20 kali panas lebih banyak ketika melakukan olahraga berat dibandingkan dengan keadaan tubuh normal.

Ketika otot mengeluarkan panas yang berlebihan, maka tubuh akan memberi sinyal pada hormon yang mengatur suhu tubuh untuk secepat mungkin menormalkan tubuh seperti keadaan awal. Aliran darah yang menjadi panas akibat pembakaran otot tersebut, mengalir ke seluruh tubuh. Ketika mengalir ke permukaan kulit, maka panas akan dikeluarkan melalui keringat. Sedangkan aliran darah yang mengalir ke sistem pernapasan, panas akan disalurkan melalui udara yang akan dikeluarkan melalui hidung. Selain itu untuk mempercepat tubuh kembali ke suhu normal, maka panas akan diatasi dengan cara mengalirkan lebih banyak darah ke permukaan kulit sehingga panas dapat dikeluarkan melalui keringat.

Makanya, ketika kita berolahraga, tubuh akan mengeluarkan keringat, semakin banyak keringat yang dikeluarkan, akan semakin cepat tubuh kembali normal. Terdapat sekitar 3 juta kelenjar keringat yang tubuh miliki yang dapat membantu tubuh untuk mengeluarkan panas.

Berapa banyak perubahan suhu tubuh saat berolahraga?

Tubuh akan melakukan termoregulasi ketika mengalami ‘panas’. Termoregulasi adalah usaha tubuh untuk mempertahankan suhu normal tubuh. Suhu tubuh dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya adalah kegiatan fisik yang dilakukan oleh tubuh. Ketika suhu tubuh menurun atau meningkat, maka tubuh akan secara otomatis beradaptasi dan mempertahankan suhu normalnya, yang berada pada 35 derajat celcius hingga 37 derajat celcius. Penurunan atau peningkatan suhu tubuh sebanyak satu derajat celcius saja dapat menyebabkan berbagai perubahan fungsi tubuh.

Ketika melakukan olahraga berat, maka suhu tubuh akan meningkat beberapa derajat. Oleh karena itu, saat Anda melakukan olahraga, tubuh memiliki regulasi sendiri untuk mempertahankan kondisinya tetap normal. Hipotalamus akan mengeluarkan hormon yang berguna untuk mengatur suhu tubuh ketika suhu tubuh tidak normal. Hormon tersebut akan mengatur seberapa banyak keringat yang harus dikeluarkan untuk mengeluarkan panas dari tubuh.

Seberapa banyak suhu yang meningkat pada tubuh ketika melakukan olahraga tidak hanya bergantung pada seberapa banyak otot melakukan pembakaran dan menghasilkan ‘panas’, namun juga tergantung seberapa cepat tubuh dapat mendinginkan diri. Pada daerah atau lingkungan yang bersuhu rendah, panas yang dihasilkan oleh otot dapat hilang secara cepat. Sedangkan pada daerah yang bersuhu tinggi atau panas, tubuh akan mengalami kesulitan untuk menghilangkan panas, bahkan mungkin suhu tubuh akan semakin meningkat. Hal ini tentu saja buruk bagi kesehatan tubuh dan dapat menyebabkan berbagai dampak yang berbahaya bagi kesehatan.

Yang terjadi pada tubuh jika berolahraga di tempat yang terlalu panas

Ketika tubuh tidak dapat menurunkan suhu tubuhnya, maka tubuh akan mengalami over-heating atau kepanasan. Suhu tubuh yang melebihi 40 derajat celcius berisiko tinggi terkena stroke dan berbagai potensi kerusakan pada tubuh. Gejala yang dapat terjadi ketika melakukan olahraga di lingkungan yang panas, yang berhubungan dengan suhu tubuh yang meningkat adalah:

  • Keram otot
  • Terasa mual dan muntah
  • Lemah dan lelah
  • Sakit kepala
  • Berkeringat dalam jumlah yang banyak
  • Tekanan darah rendah
  • Jantung berdebar-debar sangat kencang
  • Penglihatan kabur

Untuk mengurangi risiko tersebut, The American College of Sports Medicine merekomendasikan untuk menghindari melakukan olahraga berat ketika suhu lingkungan sedang tinggi, kemudian mengenakan pakaian yang nyaman dan tipis, dan menghindari dehidrasi dengan cara minum air mineral sebanyak mungkin sebelum, selama, dan sesudah berolahraga. Jika tubuh mengalami dehidrasi, maka tubuh akan semakin sulit untuk menormalkan suhunya kembali.  

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Menakjubkan Kunyit untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh

Anda mungkin cukup familier dengan manfaat kunyit untuk meredakan mual. Nah, ternyata masih ada khasiat lain dari kunyit yang mungkin belum Anda tahu!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 25 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Wabah Kesepian, Fenomena Kekinian yang Menghantui Kesehatan Masyarakat

Rasa kesepian banyak dialami oleh masyarakat modern. Bahkan, kondisi psikologis ini bisa dianggap sebagai salah satu ancaman kesehatan yang serius.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Tahukah Anda bahwa mentega dan margarin tidaklah sama? Salah satunya ternyata berisiko bagi jantung, kolesterol, dan berat badan Anda. Yang mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Penyakit kuku, mulai dari penampakannya yang aneh atau sekadar mudah patah, bisa berarti ada masalah juga pada kesehatan Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengusir semut

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Seks setelah haid

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit
menguji keperawanan wanita

Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit