home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Fenomena Weekend Warriors: Olahraga Hanya di Akhir Pekan Saja

Fenomena Weekend Warriors: Olahraga Hanya di Akhir Pekan Saja

Berolahraga setiap hari Sabtu atau Minggu pagi mungkin sudah menjadi rutinitas bagi sebagian orang. Namun, tahukah Anda bahwa dengan hanya aktif bergerak saat akhir pekan, Anda masih termasuk seseorang yang kurang aktif beraktivitas fisik? Terlebih jika saat hari kerja Anda cenderung menghabiskan waktu untuk duduk saat bekerja yang cenderung beraktivitas sendetari. Fenomena ini dikenal sebagai pola olahraga weekend warriors di mana seseorang hanya aktif bergerak saat di akhir pekan.

Kenapa weekend warriors tidak dianggap aktif secara fisik

Pola hidup yang aktif bisa dicapai dengan aktif bergerak dan dilakukan dalam 3 hari seminggu. Sedangkan pola aktivitas fisik weekend warriors adalah pola aktivitas fisik yang hanya dilakukan saat akhir pekan dan cenderung tidak beraktivitas di hari biasa. Pada umumnya, waktu berolahraga hari minggu juga dilakukan dalam waktu yang lebih singkat dan mungkin kurang dari 60 menit.

Jika dilihat dari lama waktunya, kebutuhan aktivitas fisik orang dewasa adalah sebanyak 150 menit dalam seminggu untuk beraktivitas fisik dengan intensitas sedang (seperti bersepeda, berenang, berjalan, melakukan pekerjaan rumah, bermain permainan olahraga) dengan minimal waktu sesi berolahraga selama 10 menit. WHO juga merekomendasikan untuk memperkuat otot, penuhilah waktu kebutuhan aktivitas fisik selama 150 menit perminggu dalam waktu 2-3 hari. Beraktivtas fisik sedang secara rutin akan membantu otot berkembang lebih baik.

Apakah saya seorang weekend warrior?

Seseorang memenuhi kriteria weekend warriors jika ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk pada saat hari kerja dan hanya beraktivitas fisik sekitar 150 menit pada akhir pekan. Namun jika tidak memenuhi kriteria tersebut, maka ia tetap termasuk memiliki pola aktivitas fisik sedentari meskipun sudah berolahraga pada akhir pekan.

Apa efeknya jika hanya berolahraga saat akhir pekan?

Tipikal olahraga saat akhir pekan dilakukan dalam waktu yang singkat dan mungkin dengan intensitas yang terlalu tinggi. Tubuh memerlukan adaptasi untuk berolahraga, otot tubuh yang tidak siap untuk bergerak dengan intensitas yang tinggi akan lebih berisiko mengalami berbagai cedera, di antaranya:

  1. Achilles Tendon Rupture – adalah kerusakan pada jaringan atau robeknya otot tendon kaki, biasanya disebabkan oleh kegiatan yang menggunakan kaki berjalan dan berlari. Gejala cedera ini dapat diamati dengan mudah ditandai dengan adanya pembengkakan pada bagian tendon kaki yang mengalami rupture alias sobek. Hal ini termasuk kerusakan otot yang serius bahkan memerlukan operasi untuk penyembuhannya.
  2. Plantar fasciitis – merupakan cedera pada telapak kaki bagian belakang kaki (tumit) yang disebabkan tekanan berlebih dan sering ditandai dengan rasa nyeri. Efek nyeri dari cedera ini cenderung dapat berlangsung lama bahkan hingga durasi tahunan untuk benar-benar hilang.
  3. Lateral epicondylitis – berupa cedera pada area sekitar sikut. Penekukan berulang pada bagian pergelangan tangan disertai gerakan supinasi atau pronasi menyebabkan kerusakan kecil pada otot dan jaringan kolagen sikut. Gerakan olahraga yang menggunakan tangan dan alat olahraga seperti golf dan tenis adalah penyebab utama cedera ini.
  4. Ankle sprain atau engkel terkilir– merupakan salah satu bentuk cidera pada persendian kaki karena pergerakan memutar kaki yang batas normal pergerakannya. Tekanan berlebih untuk memutarkan kaki saat berolahraga adalah penyebab utamanya. Jika hal ini terjadi biasanya wilayah persendian di punggung kaki dengan tulang tibia mengalami pembengkakan dan rasa nyeri.
  5. Shin splints – adalah cedera yang disebabkan tekanan berlebih tulang tibia (tulang kering), rasa nyeri berasal tendon di sekitar tulang yang mengalami tekanan. Hal ini disebabkan karena peningkatan intensitas berolahraga pada permukaan yang keras atau permukaan yang tidak rata.
  6. Meningkatkan risiko serangan jantung – Berolahraga memang memiliki manfaat, namun intensitas yang terlalu tinggi akan berbahaya bagi kesehatan. Selain cedera, risiko lebih besar adalah ancaman pada kesehatan kardiovaskuler pada individu dengan pola aktivitas weekend warriors. Suatu penelitian menunjukkan bahwa serangan jantung (cardiac arrest) saat olahraga lebih sering terjadi pada individu yang kurang aktif yang mengalami peningkatan aktivitas fisik secara berlebih pada suatu sesi olahraga. Hal ini dikarenakan kerja jantung akan lebih berat jika kita tubuh tidak terbiasa melakukan aktivitas fisik dengan intensitas yang terlalu tinggi sehingga memicu gangguan fungsi dan serangan jantung. Hal ini juga dapat diperburuk oleh faktor risiko penyakit jantung.

Untuk menghindari cedera saat berolahraga di akhir pekan, Anda perlu mempersiapkan tubuh dengan memulai olahraga dengan intensitas rendah atau sedang satu atau dua hari sebelum akhir pekan. Peningkatan intensitas secara bertahap diperlukan untuk mencegah cedera saat berolahraga dengan intensitas tinggi. Lakukan juga pemanasan dan pendinginan dengan melakukan peregangan otot sebelum dan sesudah olahraga.

Suatu studi untuk mengetahui manfaat pola aktivitas weekend warriors menemukan pola aktivitas ini akan bermanfaat untuk pencegahan berbagai penyakit kronis pada seseorang dengan tubuh yang benar-sehat, namun hal ini justru tidak memberikan efek yang tidak signifikan pada individu dengan faktor risiko. Selain itu, rekomendasi aktivitas fisik untuk aktif minimal 3 hari per minggu bertujuan agar indivdu rutin beraktivitas dan dapat meningkatkan intensitasnya sehingga dapat bermanfaat dalam mencegah obesitas dan terjadinya sindrom metabolik. Sehingga pola aktivitas weekend warrior akan kurang efektif jika Anda memiliki tujuan penurunan berat badan dan penerapan pola hidup sehat.

BACA JUGA:

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hamzavi, B. & Frosh, D., 2015. 5 Common Weekend Warrior Injuries. [Online] Available at: http://reference.medscape.com/features/slideshow/weekend-warrior-injuries#page=17 [Accessed June 2016].

Live Science, 2010. Watch out, Weekend Warriors! Exercise Habits Could Hurt You. [Online] Available at: http://www.livescience.com/8738-watch-weekend-warriors-exercise-habits-hurt.html [Accessed June 2016].

Mcmahan, I., 2014. In Defense of the Weekend-Warrior Lifestyle. [Online] Available at: http://www.theatlantic.com/health/archive/2014/10/in-defense-of-the-weekend-warrior-lifestyle/381299/ [Accessed June 2016].

Schmidt, S., 2012. Obesity and Exercise. [Online] Available at: http://www.acsm.org/public-information/articles/2012/01/19/obesity-and-exercise [Accessed June 2016].

WHO, n.d. Physical Activity and Adults. [Online] Available at: http://www.who.int/dietphysicalactivity/factsheet_adults/en/ [Accessed June 2016].

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Kemal Al Fajar Diperbarui 08/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan