home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tertarik Belajar Scuba Diving? Ini 3 Tips Penting yang Harus Anda Perhatikan

Tertarik Belajar Scuba Diving? Ini 3 Tips Penting yang Harus Anda Perhatikan

Tinggal di negara kepulauan memang banyak keuntungannya. Selain bisa sering jalan-jalan ke pantai, Anda juga bisa mencoba belajar scuba diving atau menyelam dalam laut. Meskipun menyelam terlihat mudah, ternyata ada banyak hal yang harus Anda persiapkan sebelum ikut kursus scuba diving dan menyelami lautan. Apa saja tips belajar diving untuk pemula? Simak informasinya di bawah ini.

Scuba diving tidak bisa Anda lakukan sembarangan

Menyelam di bawah laut tidak sama dengan berenang. Kondisi lingkungan bawah laut sangat berbeda dengan kolam renang atau daratan. Karena itu, Anda tidak bisa sembarangan saat menyelam. Sebelum menyelam, Anda harus mengantongi sertifikat scuba diving dengan mengikuti kelas belajar diving untuk pemula di sekolah menyelam.

Jadi, Anda memang harus lulus kursus sekolah menyelam dulu, memiliki sertifikat, baru kemudian bisa menikmati keindahan alam bawah laut Indonesia atau negara-negara lainnya. Semakin tinggi jam terbang Anda, semakin banyak pula perairan indah yang bisa Anda selami.

Memangnya apa yang akan terjadi saat manusia menyelam di bawah laut?

Saat berada di bawah air, kehangatan pada tubuh Anda akan hilang 20 kali lebih cepat dibandingkan dengan saat berada di darat. Tanpa pelatihan yang tepat, Anda bisa langsung kedinginan atau mengalami hipotermia.

Selain itu, diving juga dapat menyebabkan barotrauma. Barotrauma adalah suatu kondisi cedera pada telinga bagian tengah karena meningkatnya tekanan bawah air. Sebagai langkah pencegahan, biasanya para penyelam melakukan equalize atau ekualising. Hal ini bertujuan untuk membuat telinga beradaptasi dengan kondisi tekanan tinggi. Caranya adalah dengan mengembuskan udara sembari menutup hidung.

Bahkan saat menyelam, Anda mungkin saja mengalami nitrogen narkosis. Seperti dikutip dari eMedicine Health, kondisi ini terjadi saat ada kelebihan nitrogen dalam tubuh sehingga Anda bisa hilang kesadaran. Dalam kasus tertentu, nitrogen narkosis bisa menyebabkan koma. Gejala-gejala nitrogen narkosis sudah bisa muncul bahkan pada kedalaman 10 meter.

Meskipun menyelam merupakan aktivitas bermanfaat yang menyenangkan, bukan berarti kegiatan ini tak memiliki risiko. Anda butuh persiapan yang memadai sebelum melakukan scuba diving.

Persiapan seperti apa yang harus Anda lakukan sebelum ikut scuba diving?

tips diving untuk pemula

Bagi Anda yang sama sekali belum pernah menyelam, ada tiga hal utama yang perlu Anda perhatikan saat mengikuti kursus scuba diving. Lebih jelasnya, simak informasi berikut ini.

1. Kompetensi dalam air (waterskill)

Hal lumrah dalam olahraga yang terbilang unik dan ekstrem seperti scuba diving untuk memiliki beberapa syarat kompetensi yang dicapai terlebih dahulu. Persyaratan ini ada untuk kenyamanan dan keselamatan Anda sendiri saat menyelam. Jika persyaratan telah terpenuhi, artinya Anda sudah cukup kompeten dan bisa menguasai medan menyelam lebih mudah.

Salah satunya adalah tes dari Professional Association of Diving Instructors (PADI) yang harus Anda lalui untuk melihat seberapa besar waterskill atau kompetensi Anda dalam air.

Pertama, selama 10 menit Anda bisa mulai belajar diving dengan mengapung atau berenang ke pinggir kolam atau diam di tengah air tanpa alat bantuan.

Kedua, berenang tanpa alat bantu sejauh 200 meter atau berenang sejauh 300 meter dengan masker diving, snorkel, dan sepatu katak. Tes ini mudah Anda lewati jika sudah menguasai teknik dasar berenang. Dalam tes ini tidak ada hitungan waktu, sehingga Anda bisa dengan berenang dengan santai untuk menyimpan energi.

Pada saat kursus diving, instruktur selam akan memandu supaya Anda bisa menguasai kemampuan-kemampuan dasar diving yang jadi prasyarat tersebut.

2. Persyaratan kesehatan

Untuk mendapatkan sertifikasi diving, Anda perlu berada dalam keadaan sehat dan bugar. Maka dari itu, Anda memerlukan surat dokter yang menyatakan bahwa Anda memenuhi persyaratan kesehatan yang dibutuhkan sebelum menyelam.

Anda bisa mendapatkan surat ini dengan langsung memeriksakan kondisi ke dokter. Daftar kondisi tubuh yang perlu Anda lampirkan di antaranya:

  • riwayat kesehatan secara keseluruhan,
  • rontgen pada dada,
  • elektrokardiogram (EKG) untuk melihat aktivitas listrik jantung,
  • fungsi paru-paru,
  • audiogram,
  • ketajaman penglihatan (visus mata),
  • tes darah lengkap, dan
  • tes urine.

Selain daftar tersebut, mungkin masih ada tes kesehatan lainnya yang perlu Anda jalani. Hubungi tempat kursus diving Anda untuk memastikan apa saja kriteria kesehatan yang harus Anda penuhi sebelum menyelam.

Selain itu, tempat kursus diving biasanya akan meminta Anda mengisi kuesioner untuk menilai apakah ada kondisi tertentu yang mungkin menimbulkan masalah kesehatan saat menyelam.

Memang ada beberapa kondisi kesehatan yang tidak disarankan untuk melakukan diving, seperti kelainan pada rongga telinga bagian tengah, asma, dan penyakit jantung koroner.

Terlebih untuk penderita gangguan jantung, sebuah jurnal Occupational Medicine menjelaskan menyelam bisa menimbulkan efek kardiovaskular jangka pendek akibat tekanan dalam air.

Pada orang yang berisiko, seperti memiliki kondisi darah tinggi, menyelam mungkin memiliki efek kardiovaskular jangka panjang yang perlu Anda waspadai. Sebaiknya konsultasikan ke dokter atau instruktur selam Anda sebelum memulai aktivitas ini.

3. Belajar mengenal peralatan diving

Selain persiapan fisik dan tes kesehatan, ada satu hal lagi yang tak kalah penting kalau mau ikut scuba diving. Ya, hal ini adalah belajar menggunakan serta menguasai berbagai peralatan diving. Anda wajib memahami cara kerja setiap bagian dari alat selam sebaik mungkin. Anggaplah alat-alat selam ini sebagai perpanjangan dari kemampuan fisik Anda sendiri.

Misalnya memahami cara kerja selang tabung scuba untuk bernapas di bawah laut. Anda harus tahu bagaimana cara kerjanya seolah selang tersebut adalah saluran pernapasan yang ada dalam tubuh Anda. Seberapa dalam Anda mengenal alat-alat selam tersebut bisa jadi kunci apakah Anda akan sukses menyelam atau tidak.

Selain itu, Anda juga perlu mengetahui risiko-risiko apa saja yang dapat terjadi pada alat-alat tersebut dan bagaimana cara mencegahnya atau mengatasinya ketika sudah terjadi. Misalnya, masker diving harus terpasang rapat. Jika Anda menunduk dan masker bergoyang, berarti pemasangannya belum cukup rapat dan berisiko kemasukan air. Tanyakan pada instruktur selam apa yang bisa Anda lakukan bila tiba-tiba masker terasa longgar saat menyelam.

Sebaiknya, hindari melakukan penyelaman seorang diri, sekalipun Anda sudah mahir dan bersertifikasi. Pastikan setidaknya ada seorang pendamping berpengalaman yang bisa membantu saat terjadi hal yang tidak Anda inginkan saat berada di dalam air.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Learn to Scuba Dive. Scuba Diving. Retrieved 25 September 2017, from https://www.scubadiving.com/learn-to-dive

Gibb, N. (2017). How Does One Get Started in Scuba Diving?. LiveAbout. Retrieved 25 September 2017, from https://www.liveabout.com/how-to-start-diving-2963231

Thomas, E. (2017). What Are the Dangers of Scuba Diving?. Travel Tips – USA Today. Retrieved 25 September 2017, from https://traveltips.usatoday.com/dangers-scuba-diving-2492.html

Plantz, S., Harris, N., Talavera, F., & Takayesu, J. Scuba Diving: Nitrogen Narcosis Symptoms & Treatment. eMedicineHealth. Retrieved 25 September 2017, from https://www.emedicinehealth.com/wilderness_nitrogen_narcosis/article_em.htm

Åsmul, K., Irgens, Å., Grønning, M., & Møllerløkken, A. (2017). Diving and long-term cardiovascular health. Occupational Medicine, 67(5), 371-376. https://doi.org/10.1093/occmed/kqx049

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fauzan Budi Prasetya Diperbarui 27/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri