home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sebelum Ajak Anak Menyelam di Laut Dalam (Scuba Diving), Ortu Wajib Perhatikan Hal Ini

Sebelum Ajak Anak Menyelam di Laut Dalam (Scuba Diving), Ortu Wajib Perhatikan Hal Ini

Jika Anda sedang merencanakan liburan keluarga tapi bosan dengan pilihan destinasi yang itu-itu saja, kenapa tidak mencoba scuba diving? Menikmati kekayaan alam bawah laut bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi si kecil, yang juga sekaligus bermanfaat bagi kesehatan. Namun, apakah cukup anak scuba diving hanya mengandalkan kemampuan berenangnya? Amankah scuba diving untuk anak?

Amankah scuba diving untuk anak?

Scuba diving aman untuk anak, tapi tidak sesederhana itu. Menyelam di laut dalam bukanlah kegiatan main-main. Scuba diving membutuhkan peralatan khusus daripada sekadar berenang di kolam renang umum. Misalnya saja masker, kaki katak, tangki udara, dan pakaian khusus menyelam. Menyelam di laut dalam juga memerlukan aturan, prosedur, dan teknik khusus yang harus dipelajari dulu dari jauh-jauh hari, agar Anda bisa tetap aman berlama-lama di dalam air. Pasalnya, salah teknik atau panik sedikit saja ketika menyelam, maka nyawa ancamannya.

Menurut PADI (Professional Association of Dive Instructor), anak-anak bisa mendapat pelatihan dan sertifkasi sebagai penyelam junior ketika ia berumur 10 tahun. Namun secara umum berbagai kelompok penyelam profesional sepakat bahwa sekolah menyelam baru dapat diikuti oleh anak yang berusia di atas 12 tahun. Jadi untuk bisa menyelam di laut bersama di kecil, Anda harus menunggu ia lulus pelatihan dulu untuk membuktikan dirinya mampu mengendalikan diri di dalam air.

Oleh karena itu, kemampuan berenang yang andal tentu saja tidak cukup untuk dijadikan tolak ukur boleh tidaknya anak ikut scuba diving. Ada banyak hal yang harus Anda perhatikan sebelum mengajak anak menyelam di lautan bebas. Beberapa hal yang bisa menjadi pertanda kesiapan seorang anak untuk menyelam di antaranya adalah kedewasaan, nalar, serta ada tidaknya keterbatasan fisik.

Risiko yang dapat terjadi jika anak scuba diving tanpa persiapan matang

European Child Safety Alliance mengungkakan bahwa kemampuan mengendalikan emosi serta ketajaman kemampuan analisis adalah dua faktor penting yang berperan besar dalam keselamatan anak selama menyelam. Hal ini tentunya tidak mudah, bahkan orang dewasa pun belum tentu dapat melakukannya.

Anak-anak cenderung mudah merasa takut dan panik, sehingga meski ia telah mendapat pelatihan formal, memahami benar teknik menyelam, dan peralatannya dalam keadaan baik, bukannya tidak mungkin ia jadi kelabakan begitu menghadapi situasi nyata di bawah laut. Bila rasa panik ini tidak bisa ia kendalikan, maka risikonya sangat fatal.

Sebuah survei menemukan bahwa kasus kematian anak ketika menyelam banyak diakibatkan oleh pembentukan emboli udara di paru-paru. Masalah kesehatan ini diketahui terjadi akibat anak tidak dapat mengendalikan kepanikannya, sehingga membuat mereka sulit bernapas ketika menyelam.

Risiko lain yang rentan terjadi pada anak yaitu hipotermia. Faktanya, anak-anak lebih rentan mengalami perubahan suhu tubuh daripada orang dewasa. Bahkan ketika berenang di dalam air yang bersuhu hangat sekalipun, ia tetap berisiko alami hipotermia.

asma boleh diving

Hal yang harus diperhatikan ketika mempersiapkan anak scuba diving

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mempersiapkan anak untuk mengikut scuba diving, yaitu

  • Anak yang berusia di bawah 8 tahun tidak dapat ikut sekolah menyelam, apalagi menyelam langsung ke dalam laut. Paru-paru anak balita belum sepenuhnya matang. Banyak organisasi penyelam ahli yang merekomendasikan bahwa anak baru bisa ikut pelatihan menyelam ketika ia berusia 12 tahun.
  • Anak harus memiliki tinggi badan minimal 150 cm dan berat badan 45 kg sebelum mulai berlatih.
  • Anak tidak diizinkan untuk melakukan scuba diving, jika mengalami beberapa penyakit tertentu seperti:
  • Anak juga tidak boleh menyelam bila mengonsumsi beberapa obat-obatan seperti:
    • Anti-depresan
    • Antihistamin dan dekongestan
    • Insulin
    • Obat stimulasi saraf
  • Anak harus mampu dan kuat melompat dari papan sambil membawa semua peralatan selamnya (tidak memiliki keterbatasan fisik yang dapat menghambat pergerakannya)

Scuba diving untuk anak sebenarnya aman jika memang dipersiapkan dengan matang dan dilakukan ketika ia berusia lebih dari 12 tahun. Mempersiapkan anak scuba diving, membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Anda harus memastikan bahwa si kecil benar-benar siap melakukannya, siap dari segi fisik maupun mental.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Childsafetyeurope.org. (2017). [online] Available at: http://www.childsafetyeurope.org/archives/news/2008/info/watersafetyguidelines/scuba-diving.pdf  [Accessed 1 Nov. 2017].

Cilveti, R., Osona, B., Peña, J., Moreno, L. and Asensio, O. (2015). Scuba diving in children: Physiology, risks and recommendations. Anales de Pediatría (English Edition), 83(6), pp.410-416.

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 03/08/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x