Apa Bedanya Yoga dan Pilates, dan Mana yang Cocok untuk Saya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Yoga atau pilates? Keduanya bisa dikatakan serupa, jika dilihat dari jenis gerakannya. Yang membedakan hanya tujuan akhirnya: yoga lebih memfokuskan latihan fleksibilitas, meditasi, dan pengelolaan stres, sementara gerakan pilates lebih berfokus menempa stamina tubuh.

Yoga atau Pilates?

Yoga bermula 5,000 tahun yang lalu di India, terus berkembang selama berabad-abad dan dipengaruhi oleh beragam budaya hingga kini tercipta berbagai jenis yoga, mulai dari Ashtanga, Kripalu, Bikram, sampai Vinyasa.

Pilates adalah versi kontemporer dari yoga. Awal mula pilates dikembangkan sekitar abad 20-an oleh seorang atlit, Joseph Pilates, di Jerman. Ia menciptakan serangkaian latihan fisik sebagai bentuk rehabilitasi dan penguatan, dengan memfokuskan pada pengendalian otot inti postural.

Keduanya membawa pemahaman bahwa tubuh dan pikiran adalah dua hal yang saling berkaitan satu sama lainnya. Namun, yoga menambahkan satu elemen pembeda: jiwa. Menjelajahi jiwa dan spiritualitas mengambil porsi yang cukup besar dalam praktik yoga secara keseluruhan, terutama melalui meditasi.

Sementara itu, pilates menciptakan prinsip hubungan antara tubuh dan pikiran, serta bagaimana keduanya bisa membantu Anda dalam kehidupan sehari-hari.

Yang mana yang lebih cocok untuk saya?

Jika prioritas Anda adalah pemulihan tubuh setelah cedera atau menguatkan persendian yang lemah, pilates memiliki keunggulan yang lebih dibanding yoga.

Rachel Compton, direktur pilates dari Elixr Health Club Sydney, mengatakan bahwa pilates bisa meningkatkan kekuatan inti tubuh dan stabilitasnya untuk mengembalikan vitalitas tubuh setelah cedera sendi. Pilates telah digunakan selama bertahun-tahun oleh fisioterapis untuk membantu mengelola dan memulihkan cedera dengan menguatkan otot-otot pendukung sendi, serta untuk mencegah kemungkinan cedera di kemudian hari.

Jika tujuan Anda adalah untuk ‘lari’ dari tumpukan stres dan rutinitas sehari-hari untuk mengembalikan fokus, pilih yoga. Yoga membantu Anda meraih dan menjaga keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa. Praktik yoga mengombinasikan semua gerakan dan postur yang Anda butuhkan untuk mendapatkan kesehatan dan kesejahteraan tubuh secara umum, dengan memasukkan teknik relaksasi, pengaturan napas, dan meditasi untuk meraih ketenangan dan kedamaian spiritualitas.

Jika Anda pelari atau penari, kedua olahraga ini bisa mendatangkan manfaat berbeda yang sama besarnya untuk tubuh Anda.

Yoga adalah olahraga yang ideal jika peregangan dan fleksibilitas adalah tujuan utama Anda. Peregangan dari gerakan-gerakan yoga bisa membantu mengelola otot-otot yang aus setelah digunakan terus menerus untuk berlari.

Kelas yoga berkisar dari yang ringan dan menenangkan hingga berkeringat deras. Bikram, atau yoga panas, dilakukan di sebuah ruangan dengan pengaturan suhu udara hingga 40 derajat celsius. Dengan keberagaman kelas yoga, selalu ada tipe yoga yang pas untuk kebutuhan masing-masing orang.

Praktik pilates menantang inti tubuh Anda serta sambil menguatkan punggung dan tulang belakang, lengan, pinggul, paha dalam, dan perut Anda. Untuk Anda yang pelari, pilates bisa memperbaiki postur tubuh yang tidak seimbang dan melatih pergerakan tubuh agar lebih efisien, sehingga mengurangi risiko cedera.

Kedua olahraga ini bisa membantu Anda menurunkan berat badan jika dilakukan rutin dan teratur, walaupun tidak dari keduanya mengharuskan Anda terlibat dalam aktivitas aerobik fisik mati-matian, seperti tinju, lari, atau bersepeda. Satu sesi yoga selama 60 menit, tergantung dari jenis yoga yang Anda lakukan, bisa membakar 200-630 kalori. Melakukan pilates selama 60 menit bisa membakar 270-460 kalori per sesi, tergantung dari tingkat kesulitannya.

Kabar baiknya, Anda tidak harus memilih. Jika Anda tidak tahu harus memulai darimana, coba keduanya dan lihat mana yang lebih membawa manfaat untuk diri Anda. Banyak orang yang melakukan yoga dan pilates bersamaan untuk mendapatkan keseimbangan manfaat dari keduanya.

Tapi, jika Anda sudah memiliki tujuan khusus, fokuskan latihan hanya pada satu praktik agar Anda bisa mendapatkan manfaat yang optimal.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Sit Up Tidak Bisa Menghilangkan Lemak Perut?

Sudah rajin sit up tapi perut masih buncit? Wajar saja, karena kita tidak bisa hanya menghilangkan lemak di bagian tertentu saja. Jadi harus bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Latihan Kekuatan Otot, Kebugaran 24 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Ini Bahayanya Jika Anda Berolahraga di Siang Hari Saat Panas Terik

Katanya, olahraga di siang hari bisa membakar kalori lebih banyak sehingga efektif untuk menurunkan berat badan. Padahal, justru bisa berbahaya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Olahraga Lainnya, Kebugaran 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Ingin Membentuk Otot? Jangan Latihan Keras Setiap Hari

Agar otot lebih kuat, tak perlu olahraga mati-matian. Penelitian membuktikan kalau Anda perlu meluangkan waktu satu hari untuk "rest day" dan tidak ngegym.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Berbagai Gerakan Senam Mata untuk Mengatasi Mata Lelah

Senam mata adalah salah satu cara mengatasi mata lelah yang muncul akibat terlalu lama melihat layar komputer atau cahaya terang. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
senam jantung sehat

Yuk, Ketahui Manfaat dan Gerakan Senam Jantung Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
tips olahraga hiv

Olahraga Pagi atau Olahraga Malam, Mana yang Lebih Baik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
olahraga kardio dan angkat berat untuk menurunkan berat badan

Olahraga Kardio vs Angkat Beban: Mana yang Lebih Cepat Turunkan Berat Badan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit