home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Langkah Membuat Tubuh Lebih Fleksibel dan Lentur

5 Langkah Membuat Tubuh Lebih Fleksibel dan Lentur

Jika Anda merasa tubuh Anda termasuk tipe tubuh kaku dan tidak lentur sama sekali, Anda bukan satu-satunya. Banyak orang yang mengalami berbagai masalah berikut ini, biasanya merasa tubuhnya tidak fleksibel:

  • paha, bahu, atau otot lain tegang
  • merasa kaku dan tidak gesit
  • gerakan fisik terbatas

Semua itu adalah gejala yang umum dari fleksibilitas yang buruk.

Bagaimana cara membuat tubuh lebih lentur?

Dalam gaya hidup kita yang sibuk, berganti dari tanggung jawab rumah ke tanggung jawab pekerjaan dan kembali lagi, kita hampir tidak memiliki waktu untuk menjalankan rutinitas latihan yang rutin.

Sudah cukup sulit untuk menemukan bahkan 45 menit untuk sesi olahraga penuh, apalagi tambahan 20 menit atau lebih untuk melakukan peregangan yang kita butuhkan. Daripada membuang-buang waktu dengan rutinitas peregangan yang tidak efisien, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Cari tahu kebutuhan fleksibilitas Anda

Pertama-tama, mari kita perjelas mengapa Anda perlu melakukan peregangan dan meningkatkan fleksibilitas. Ada banyak alasan mengapa Anda harus melakukan peregangan:

  • mengurangi nyeri otot setelah olahraga
  • mengurangi risiko cedera
  • meningkatkan kinerja
  • meningkatkan rentang gerak
  • mengurangi rasa sakit

Sikap dalam latihan fleksibilitas adalah :“jika Anda tidak dapat mencapai suatu posisi yang Anda inginkan secara aktif, maka Anda harus menemukan cara untuk bisa mencapai gerakan tersebut.”

Ya, benar-benar sesederhana itu.

Jadi, bagaimana Anda tahu jika Anda harus melakukan peregangan?

  • Jika postur Anda sewaktu handstand buruk karena lengan Anda tidak terangkat sepenuhnya di atas kepala, maka Anda harus melakukan peregangan.
  • Jika Anda ingin bermain dengan anak Anda tetapi Anda kesulitan untuk duduk di lantai dengan kaki lurus karena Anda terlalu tegang, maka Anda harus melakukan peregangan.

Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, Anda harus menemukan motivasi yang tepat.

Banyak orang mungkin mengatakan bahwa “Anda HARUS melakukan peregangan” untuk berbagai macam alasan, tetapi jangan mengkhawatirkannya. Sebaliknya, fokuslah pada faktor yang memotivasi Anda.

Temukan alasan pribadi Anda, karena itu akan membuat Anda mencapai tujuan Anda dengan lebih cepat dan membawa Anda lebih jauh dari sekadar pembenaran lainnya yang dibuat-buat.

2. Tentukan otot mana yang tidak lentur

Setelah Anda memiliki tujuan dalam pikiran, Anda akan ingin mencari tahu apa yang secara khusus menghambat diri Anda untuk mencapainya.

Apakah Anda tahu otot mana yang harus Anda regangkan? Mungkin saja Anda kesulitan dalam membungkuk ke depan untuk menyentuh jari-jari kaki, dan secara alami ini akan membuat Anda berpikir bahwa otot hamstring (belakang paha) Anda terlalu tegang, tetapi ada beberapa hal lain juga yang dapat menjadi penghalang, seperti otot punggung bawah, fleksor pinggul, glutes (otot pada bokong) Anda, dll.

3. Lakukan perlahan-lahan

Tak mungkin menjadi fleksibel secepat mungkin. Kebanyakan orang harus melakukannya secara lebih perlahan. Anda tidak dapat meningkatkan toleransi peregangan dengan memaksakan hingga peregangan yang menyakitkan. Bahkan, ini kemungkinan akan menghambat kemajuan Anda.

Ketidakmampuan untuk bergerak dalam rentang tertentu akibat “ketegangan” dapat berkaitan dengan beberapa faktor:

  • luka jaringan lunak (pelekatan struktural yang sebenarnya yang mencegah gerakan)
  • hipomobilitas sendi (batasan pada sendi itu sendiri akibat cedera atau faktor bawaan)
  • bentuk otot saat istirahat yang lebih tinggi (resistensi otot untuk meregang saat istirahat)

Dua faktor utama di atas paling baik ditangani dengan berkonsultasi pada seorang profesional secara langsung, tetapi faktor yang terakhir adalah alasan mengapa kebanyakan orang harus menjalankan regimen peregangan mereka secara lebih perlahan.

4. Jalani latihan sekonsisten mungkin

Sekarang, Anda telah menemukan tujuan pribadi Anda, mengidentifikasi batasan Anda, dan melakukannya secara perlahan. Hal yang terakhir terakhir yang harus dilakukan adalah mengikuti rencana yang konsisten dan melakukannya serutin mungkin..

Latihan yang konsisten akan memberikan tubuh kesempatan untuk menyesuaikan diri terhadap hasil peregangan tersebut.

5. Mempertahankan kelenturan tubuh setelah Anda mendapatkannya

Hal ini dapat terjadi pada orang karena kecenderungan alami tubuh untuk kembali ke apa yang dianggapnya sebagai kondisi normal. Tubuh kita sebenarnya menolak untuk berubah dalam jangka waktu yang singkat.

Satu cara yang bagus untuk mencegah hal ini terjadi adalah dengan membuat tubuh terbiasa dengan fleksibilitas yang baru ini.

Bereksplorasilah secara aktif dengan rentang gerakan ke dalam dan ke luar Anda yang baru dan tubuh Anda akan menafsirkan hal ini sebagai “normal yang baru.” Anda harus meluangkan waktu untuk melatih posisi yang baru secara perlahan. Melakukan hal ini dalam berbagai cara dan benar-benar mengeksplorasi gerakan Anda akan memperkuat peningkatan fleksibilitas Anda dan membantu Anda mempertahankan hasil rentang gerakan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditinjau oleh Morteza Tafakory
Ditulis oleh Morteza Tafakory
Tanggal diperbarui 15/04/2017
x