backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

7 Kesalahan Membentuk Sixpack yang Perlu Dihindari

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 12/05/2023

7 Kesalahan Membentuk Sixpack yang Perlu Dihindari

Memiliki perut sixpack merupakan idaman banyak orang. Beberapa cara yang biasa dilakukan agar perut berotot adalah dengan latihan kekuatan otot, latihan kardio, serta diet. Namun, apakah seluruh cara tersebut tepat? Ternyata ada sejumlah kesalahan yang kerap dilakukan saat latihan untuk perut sixpack.

Berbagai kesalahan membentuk sixpack 

Agar bisa mendapatkan perut sixpack, hindari beberapa kesalahan berikut ini.

1. Hanya fokus pada crunch dan sit-up

Mitos paling umum adalah bahwa sit-up dan crunch merupakan satu-satunya cara membuat perut sixpack

Banyak orang bahkan memiliki rutinitas sit-up sebanyak 100 kali setiap harinya. Hal ini merupakan hal yang salah untuk mendapatkan sixpack.

Kenyataannya, crunch dan sit-up membakar sangat sedikit kalori per menitnya. Keduanya hanya membakar kalori sebanyak 153 kkal selama 30 menit, sedangkan senam aerobik bisa membakar kalori sebanyak 249 kkal.

Sit-up dan crunch akan bekerja hanya untuk menguatkan otot perut, tetapi tidak banyak membantu jika kita masih punya banyak lapisan lemak yang menutupi otot perut.

2. Terlalu banyak olahraga kardio

terlalu banyak kardio merupakan kesalahan sixpack

Cara lain yang salah saat sedang mencoba membuat perut sixpack adalah latihan kardio selama berjam-jam untuk mendapatkan otot perut. 

Jenis olahraga kardio memang membakar tumpukan lemak pada perut.

Namun, bila dilakukan terlalu banyak, hal ini justru membuat tubuh kekurangan tenaga. Akibatnya, tubuh mengambil protein dari otot sebagai cadangan energi. 

Sayangnya, pengambilan protein ini justru mengurangi massa otot di perut sehingga perut berpotensi mengendur.

Untuk itu, Anda tetap perlu melakukan latihan beban dan kardio secukupnya.

Berapa kali latihan beban?

Berdasarkan anjuran WHO, latihan beban sebaiknya dilakukan sebanyak 2 kali seminggu, sedangkan kardio dianjurkan sebanyak 5 kali seminggu. Lakukan selama 15 menit bila intensitas tinggi dan 30 menit jika intensitas sedang.

3. Berhenti olahraga setelah punya perut sixpack

Ketika telah memiliki perut sixpack, tentu Anda akan merasa puas dengan hasil kerja keras. Namun, jangan berpikir bahwa sixpack akan tetap ada selamanya. 

Kenyataannya, sixpack akan menghilang jika Anda tidak menjaganya. Pasalnya, aktivitas harian terus berjalan.

Bila tidak diimbangi mencukupi kebutuhan protein dan tidak rutin olahraga, massa otot akan berkurang. 

Tumpukan lemak bahkan bisa kembali bila asupan kalori dari makanan lebih banyak daripada kalori yang digunakan untuk beraktivitas fisik.

4. Hanya fokus melatih otot perut

Hal salah kaprah mengenai perut sixpack adalah adanya keharusan fokus pada latihan perut dan menggunakan alat-alat di pusat kebugaran untuk membentuk otot perut.

Kenyataannya, cara membentuk otot perut yaitu menurunkan kadar lemak di perut dan meningkatkan massa otot. 

Meski sudah sering latihan, otot-otot perut tetap saja tidak akan terlihat jika masih terdapat lapisan lemak di atasnya. Pasalnya, latihan kekuatan perut saja tidak dapat mengurangi lemak pada perut.

Cara mengurangi lemak perut adalah dengan defisit kalori, yaitu mengurangi kalori dari makanan dan meningkatkan pengeluaran kalori dengan beraktivitas fisik.

5. Terobsesi pada bentuk perut kotak-kotak

Kesalahan sixpack yang perlu Anda ketahui adalah terlalu berpatokan dengan bentuk perut kotak-kotak.

Padahal, faktor genetiklah yang akan menentukan bentuk otot perut. Pada beberapa orang, otot berbaris kotak-kotak secara merata, tapi pada beberapa orang lainnya tidak. 

Untuk sebagian orang, kotak perut akan simetris, tetapi beberapa orang lainnya tidak mengalami hal yang sama.

Oleh karena itu, Anda tidak bisa menentukan sendiri bentuk otot perut di tubuh. 

6. Hanya fokus pada satu latihan saja

Sebenarnya, terdapat banyak sekali latihan kekuatan untuk membentuk otot perut.

Salah satunya mungkin lebih cocok untuk Anda. Namun, tidak ada satupun dari mereka yang bisa dianggap paling baik. 

Ketika hanya melakukan satu macam latihan, otot-otot perut Anda akan terbiasa dan kebal dengan tekanan dan gerakan tersebut sehingga pembentukan otot perut tidak terlihat.

Untuk menghindari kesalahan sixpack ini, Anda harus mengganti dari satu latihan ke latihan yang lain. 

Hal ini berguna untuk membangun bagian otot perut lainnya secara menyeluruh sehingga  sixpack semakin merata.

7. Diet terlalu ketat

kesalahan sixpack berupa diet terlalu ketat

Mengurangi asupan kalori harian dan diimbangi dengan olahraga memang bisa mengurangi kadar lemak di perut.

Namun, membatasi secara berlebihan justru membuat Anda mengalami kekurangan gizi. Padahal, membangun otot tidak hanya membutuhkan olahraga, tetapi juga asupan gizi yang cukup. 

Asupan karbohidrat penting untuk memberikan energi utama saat berolahraga sehingga performa akan maksimal. Efeknya, manfaat olahraga untuk perut bisa didapatkan dengan baik.

Selain itu, protein diperlukan untuk membangun dan memperbaiki otot yang rusak akibat olahraga.

Hal ini juga mempercepat pemulihan nyeri sehingga Anda siap latihan otot dengan maksimal.

Kesalahan sixpack mencakup olahraga dan asupan gizi. Untuk itu, tetap lakukan olahraga sesuai anjuran dan penuhi kebutuhan gizi harian agar performa olahraga terjaga dan massa otot tidak hilang.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 12/05/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan