Hati-hati Serangan Jantung Saat Bersepeda Terutama untuk Pemula

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bersepeda memiliki banyak manfaat bagi kebugaran tubuh, apalagi saat ini trennya sedang meningkat. Namun, para pemula sebaiknya lebih berhati-hati karena bersepeda berlebihan bisa berisiko terkena serangan jantung

Risiko serangan jantung saat bersepeda pada pemula

serangan jantung bersepeda

Bersepeda memiliki banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan jiwa seseorang. Hanya saja, melakukannya secara berlebihan justru bisa berakibat buruk bagi kesehatan.

Belakangan olahraga bersepeda sedang populer di kalangan masyarakat di mana kebugaran harus tetap dijaga. Melihat hal ini, pendiri Mainsepeda.com, Azrul Ananda, mengingatkan ada beberapa kejadian serangan jantung yang menimpa saat bersepeda. 

“Saat pandemi COVId-19 ini orang semakin banyak berolahraga, termasuk bersepeda. Yang berbahaya adalah pemula yang tidak tahu cara yang benar, lalu timbul hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Azrul dalam acara bincang-bincang Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di akun YouTube BNPB.

Bulan lalu, seorang laki-laki 48 tahun berinisial H meninggal saat sedang beristirahat setelah bersepeda di Monas. Kepala Kepolisian Sektor Gambir, Ajun Komisaris Besar Kade Budiyarta mengatakan bahwa dokter telah mengonfirmasi H meninggal karena serangan jantung.

“Risikonya bisa serangan jantung dan stroke. Sudah banyak kasus seperti itu,” tutur Azrul. 

Mulai menggemari olahraga harus diimbangi dengan pengetahuan seputar olahraga tersebut secara baik dan benar. Olahraga harus mengikuti langkah-langkah yang sesuai karena jika memaksakan diri dan terlalu berat bisa membahayakan kesehatan.

Bagaimana porsi olahraga berlebihan bisa berakibat pada serangan jantung?

manfaat bersepeda serangan jantung

Bersepeda menjadi olahraga yang menyegarkan. Duduk di sadel sambil menggowes berjam-jam terkadang tidak terasa atau bahkan sampai berusaha sekuat tenaga untuk tetap menggowes mencapai target.

Saat olahraga seperti bersepeda, jantung akan berdetak lebih cepat karena harus memompa darah terus menerus, padahal kemampuan jantung ada batasnya.

“Kita harus terbuka terhadap kemungkinan bahwa ada batas dalam bersepeda dan jika melewati batas tersebut bisa berakibat buruk pada jantung,” ujar ahli jantung dr. James O’Keefe.

Dokter O’Keefe mengatakan olahraga kardio yang berlebihan menyebabkan sejumlah kerusakan kecil dalam jangka pendek. Kemudian cedera kecil ini berubah menjadi cedera jangka panjang yang lebih berat yang dapat melukai jantung dan pembuluh darah.

“Seiring waktu, perubahan jangka panjang ini meningkatkan risiko serangan jantung, arteri koroner dan beberapa kasus bisa terjadi henti jantung,” jelas dr. O’Keefe.

Kondisi ini juga bisa terjadi pada atlet jika tidak memperhatikan porsi latihan dan kondisi tubuh. Sebuah studi menjelaskan bahwa olahraga semacam atletik bisa memberikan beban pada kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) dan dapat menimbulkan risiko gagal jantung yang tidak terdeteksi. 

Dalam olahraga rekreasi (termasuk di dalamnya bersepeda) kejadian kematian jantung mendadak dapat meningkat, apalagi jika individu tersebut memiliki penyakit penyerta. Hal ini karena banyak individu yang lebih tua berpartisipasi dalam olahraga ini.

Tapi hal ini tidak berarti Anda harus meletakan sepeda dan tidak memakainya lagi. Bersepeda secara seimbang merupakan resep terbaik untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

Bagaimana menyesuaikan lamanya olahraga bersepeda?

manfaat bersepeda

Saat melakukan olahraga kardio yang melatih jantung seperti bersepeda, Anda mungkin merasakan detak jantung lebih cepat yang membuat dada sakit. Saat seperti ini, Anda harus istirahat untuk mengembalikan denyut jantung kembali normal, baru bisa melanjutkan olahraga lagi.

Para ahli sepakat, baik itu bagi penggemar olahraga, pemula, maupun yang sudah berpengalaman (para senior), aktivitas fisik bagus untuk kesehatan Anda.

Untuk masyarakat umum, The American Heart Association (asosiasi ahli jantung Amerika) merekomendasikan minimal 150 menit aktivitas fisik (moderat) sedang per minggu.

Olahraga dengan kapasitas sedang misalnya aktivitas seperti gerak jalan, jogging, berenang, bersepeda ringan. Secara umum, aktivitas moderat akan membuat Anda bebas untuk melakukan percakapan saat Anda aktif. 

Jika Anda memiliki gejala tertentu, riwayat penyakit jantung, atau faktor yang mengacu pada serangan jantung, konsultasikan pada dokter Anda sebelum memulai olahraga bersepeda atau mengganti jenis dan porsi olahraga.

Berapa Banyak Kalori yang Berhasil Saya Bakar Saat Berolahraga?

Ingin tahu berapa banyak kalori yang berhasil kamu bakar dalam sehari? Efektifkah olahraga yang kamu pilih untuk membakar kalori? Cek selengkapnya.

Mau Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Meningkatkan Fokus, Juga Mengasah Kreativitas

Senam tak hanya untuk tubuh, senam otak yang dapat mengasah pikiran Anda dan membuat Anda lebih fokus. Bagaimana gerakan dasar senam otak dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf 29 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Daftar Obat Pengencer Darah yang Paling Umum Digunakan, Plus Risiko Efek Samping

Banyak jenis obat pengencer darah ada di pasaran. Apalagi bagi penderita penyakit jantung dan stroke, wajib tahu cara kerja, jenis, dan efek sampingnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Memahami Manfaat dan Risiko Angioplasti, Prosedur Medis untuk Serangan Jantung

Angioplasti adalah salah satu prosedur untuk orang yang mengalami serangan jantung. Yuk, ketahui manfaat dan risiko prosedur medis ini di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Serangan Jantung 28 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Atrial Flutter

Atrial Flutter adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegah penyakit ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung, Aritmia 25 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

7 Olahraga untuk Membantu Menambah Tinggi Badan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
fakta jantung manusia

10 Fakta Unik tentang Jantung Manusia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
angina adalah

Angina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
stenosis katup mitral adalah

Stenosis Katup Mitral (Penyempitan Katup Mitral)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit