Benarkah Biopsi Bisa Membuat Kanker Menyebar dan Lebih Ganas?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/07/2020 . 6 mins read
Bagikan sekarang

Biopsi adalah salah satu tes yang biasanya dilakukan untuk mendeteksi dan memantapkan diagnosis penyakit kanker. Ya, penyakit kanker membuat sel tertentu di dalam tubuh menjadi tidak terkendali; sel terus membelah dan kadang menimbulkan tumpukan jaringan padat yang disebut tumor. Sebenarnya, seperti apa itu biopsi? Yuk, pahami lebih dalam tes kesehatan ini pada ulasan berikut.

Biopsi adalah tes untuk deteksi dan diagnosis kanker

apa itu biopsi

Biopsi adalah prosedur mengambil jaringan atau sampel sel dari tubuh Anda untuk membantu tim medis menegakkan diagnosis suatu penyakit. Sampel sel tersebut akan diuji dalam sebuah laboratorium dan dilihat bentuknya di bawah mikroskop.

Sederhananya, dengan melakukan tindakan ini, tim medis Anda jadi mengetahui bagaimana kondisi jaringan atau sel pada suatu bagian tubuh yang dicurigai mengalami gangguan.

Walaupun dilakukan untuk mendeteksi masalah kesehatan lain, biopsi adalah tindakan medis yang lebih dikenal untuk mendiagnosis penyakit kanker.

Biopsi digunakan untuk membantu membedakan tumor jinak dengan kanker. Selain itu, tindakan ini juga diandalkan untuk mengetahui stadium dan jenis kanker yang dialami. 

Jika diagnosis kanker sudah ditegakkan dan stadiumnya sudah diketahui, ini akan mempermudah dokter memilih pengobatan kanker yang tepat. Pengobatannya meliputi operasi pengangkatan kanker, kemoterapi, atau radioterapi.

Selain penyakit kanker, masalah kesehatan lain yang juga direkomendasikan menjalani biopsi adalah:

  • Membantu dokter untuk menentukan apakah terdapat luka pada usus atau tidak.
  • Membantu dokter menegakkan diagnosis apakah ada gangguan hati seperti sirosis atau kanker hati.
  • Mengidentifikasi apakah terjadi infeksi atau tidak dan mikroorganisme yang menyebabkannya.

Banyak orang merasakan gejala kanker atau berisiko terkena kanker tidak mau menjalani biopsi karena takut akan membuat pertumbuhan sel kanker semakin parah. Padahal, prosedur ini justru memudahkan tim medis untuk menentukan langkah pengobatan yang harus dilakukan selanjutnya.

Selain itu belum ada penelitian yang menyatakan dan membuktikan jika tindakan medis ini dapat memperparah kondisi kanker yang dialami oleh seseorang. 

Penelitian yang dilakukan Mayo Clinic menyatakan bahwa risiko untuk sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain akibat biopsi sangatlah kecil. Prosedur medis tersebut pasti dilakukan sesuai dengan standar dan tim medis akan melakukan berbagai cara untuk mencegah penyebaran sel kanker (metastasis).

Contoh pencegahannya, yaitu para tim medis biasanya menggunakan jarum atau peralatan operasi yang steril serta berbeda-beda untuk masing-masing area tubuh, sehingga meminimalisir kemungkinan sel kanker ‘berpindah’ ke bagian lainnya.

Seperti apa proses biopsi itu?

cara mengobati kanker prostat

Prosedur medis ini biasanya disertai dengan tindakan anestesi alias bius, sehingga Anda tak perlu takut untuk merasakan sakit. Selain itu, prosedur tersebut termasuk prosedur medis yang ringan dan tak memerlukan.

Jenis biopsi jarum biasanya hanya perlu menggunakan bius lokal saja. sementara bila tindakan tersebut mengharuskan tim medis mengambil jaringan di organ tubuh yang paling dalam, maka bius yang dilakukan adalah bius umum/total.

Proses biopsi yang akan dijalani, bergantung dengan jenis biopsi yang dipilih. Dilansir dari laman Mayo Clinic, ada beberapa tipe biopsi yang dilakukan untuk mendiagnosis penyakit kanker, yaitu:

1. Biopsi sumsum tulang

Biopsi sumsum tulang adalah prosedur memasukkan sebuah jarum ke sumsum tulang dan menyedot cairan atau jaringan. Jenis biopsi ini biasanya dilakukan ketika dokter mencurigai kemungkinan adanya kanker darah, seperti leukemia, limfoma, multiple myeloma, atau kanker yang berasal atau menuju ke sumsum tulang.

2. Biopsi endoskopi

Pada biopsi endoskopi, dokter akan menggunakan tabung tipis fleksibel (endoskop) yang dilengkapi cahaya dan pemotong. Alat ini dimasukkan ke dalam tubuh untuk mengambil sedikit jaringan yang dicurigai sebagai kanker untuk sampel.

Biasanya, endoskop dimasukkan lewat mulut, rektum, saluran kemih, atau sayatan kecil di kulit area kanker berada. Contoh prosedur biopsi endoskopi termasuk sistoskopi yaitu untuk mengumpulkan jaringan dari dalam kandung kemih, bronkoskopi untuk mendapatkan jaringan dari dalam paru, dan kolonoskopi untuk mengumpulkan jaringan dari dalam usus besar Anda.

3. Biopsi jarum

Biopsi jarum biasanya digunakan untuk mendeteksi adanya kanker pada benjolan payudara atau pembengkakan di kelenjar getah bening. Berbagai metode dalam penerapan biopsi jarum yang biasanya digunakan adalah:

  • Menggunakan jarum halus, panjang, dan tipis untuk mengeluarkan cairan dan sel untuk dianalisis.
  • Menggunakan jarum inti yang ukurannya lebih besar dengan ujung pemotong yang nantinya berfungsi untuk menarik dan memotong jaringan dari area tertentu.
  • Menggunakan bantuan vakum (alat hisap) agar jumlah cairan dan sel lebih banyak dan dipisahkan dengan sebuah jarum.
  • Menggunakan bantuan tes pencitraan, seperti CT scan, USG, MRI, dan sinar X-ray dengan jarum.

Berapa lama biopsi dilakukan dan hasilnya didapat?

sebelum biopsi tumor adalah

Mengutip dari UCSF Health, lama waktu biopsi yang menggunakan jarum halus atau needle biopsy adalah sekitar 10-15 menit. Namun, lama waktu biopsi tumor tersebut bisa bervariasi dan tidak selalu sama antara jenis yang satu dan lainnya.

Pada operasi biopsi atau surgical biopsy, biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama ketimbang needle biopsy. Begitu pula dengan jenis biopsi lainnya yang memakan waktu berbeda-beda tergantung tingkat kesulitannya.

Hasil biopsi umumnya bisa Anda dapatkan dalam 2-3 hari setelah prosedur dilakukan. Hasil yang memerlukan analisis yang lebih rumit dapat memakan waktu 7 hingga 10 hari.

Seperti apa persiapan biopsi itu?

deteksi dini kanker serviks

Sebelum Anda menjalani biopsi tumor, ada berbagai hal yang Anda perhatikan. Ini dilakukan untuk menghindari berbagai efek samping yang tidak inginkan. Persiapan biopsi yang perlu Anda ikuti adalah:

  • Sudah mendiskusikan riwayat penyakit sekaligus obat atau suplemen yang sedang diminum.
  • Tidak minum obat yang dapat mengencerkan darah, seperti ibuprofen atau naproxen setidaknya seminggu sebelum prosedur dilakukan.
  • Anda mungkin diminta untuk melakukan puasa dalam 6- 8 jam sebelum biopsi dilakukan.
  • Mengenakan pakaian yang longgar dan melepas perhiasan.

Setelah biopsi dilakukan, Anda harus beristirahat total selama 2 hari dan dilarang untuk melakukan aktivitas berat. Biopsi adalah prosedur yang cukup aman dan jarang menimbulkan efek samping, seperti perdarahan, infeksi, kerusakan jaringan, atau mati rasa. Jika Anda mengalami efek samping tersebut, segera ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . 5 mins read

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 4 mins read

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 4 mins read
gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 mins read
mengatasi mimpi buruk

Sering Mimpi Buruk? Ini Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 mins read
mitos fakta cacingan

Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Masalah Cacingan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 5 mins read