home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Yayasan Rachel House Meluncurkan Buku Panduan Asuhan Paliatif

Yayasan Rachel House Meluncurkan Buku Panduan Asuhan Paliatif

Yayasan Rachel House meluncurkan buku berjudul Asuhan Paliatif: Buku Panduan Bagi Pelaku Rawat, pada Senin, 15 Februari 2021. Buku ini berisi edukasi untuk pelaku rawat, baik itu medis maupun orang tua di rumah, mengenai asuhan paliatif bagi anak dengan penyakit serius.

Buku Asuhan Paliatif dari Yayasan Rachel House

Yayasan Rachel House Meluncurkan Buku Panduan Asuhan Paliatif

Bertepatan dengan Hari Kanker Anak Sedunia, Yayasan Rachel House meluncurkan buku berjudul Asuhan Paliatif: Buku Panduan Bagi Pelaku Rawat dalam bentuk elektronik (e-book).

“Tujuan diluncurkannya buku ini agar pemahaman tentang asuhan paliatif dapat tersebar secara lebih merata, tidak hanya kepada tenaga kesehatan, namun juga bagi masyarakat luas,” tulis Rachel House dalam keterangan persnya, Senin (15/2).

Perawatan paliatif atau asuhan paliatif merupakan suatu asuhan medis yang ditujukan bagi pasien dengan penyakit serius beserta keluarganya.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), asuhan paliatif berfokus untuk mengelola rasa nyeri dan gejala dari penyakit, serta memberi dukungan emosional, sosial, spiritual, dan dukungan praktis. Tujuannya adalah agar pasien dengan penyakit serius ini dapat hidup tanpa rasa sakit dan dengan kualitas hidup yang optimal.

Misalnya, rasa nyeri pada pasien kanker itu bisa membuat tidurnya tidak nyenyak, nafsu makan hilang, dan banyak aktivitas yang tidak bisa dilakukan. Maka dengan memberikan penanganan nyeri, pasien dapat melakukan aktivitas-aktivitasnya tersebut.

“Membantu keluarga dalam memahami perjalanan penyakit serta perawatan apa saja yang tersedia juga bagian dari asuhan paliatif,” tulis Rachel House.

Layanan medis ini seringkali masih dipandang sebagai perawatan bagi pasien yang sudah mendekati kematian. Padahal perawatan paliatif dapat diberikan kapan saja, bahkan begitu terdiagnosa penyakit serius.

Buku Asuhan Paliatif: Buku Panduan Bagi Pelaku Rawat mengupas tuntas mengenai asuhan paliatif bagi anak dengan penyakit serius, beserta keluarganya. Di dalam buku ini, pelaku rawat dapat memperoleh panduan mengenai penanganan gejala, cara berkomunikasi, dan merespons perilaku pasien.

Selain itu, buku ini juga membahas asuhan diri bagi pelaku rawat dan anggota keluarga lain, seperti adik atau kakak dari pasien. Dengan buku ini, Rachel House berharap pelaku rawat dapat memberi perawatan dasar kepada anak yang mengidap penyakit serius di rumah.

“Kami berharap anak-anak dengan penyakit serius di seluruh Indonesia dapat memperoleh kenyamanan dalam melewati perjalanan hidup yang tidak mudah,” tulis Rachel House.

Misi edukasi perawatan paliatif pada semua pelaku rawat

Yayasan Rachel House Meluncurkan Buku Panduan Asuhan Paliatif

Yayasan Rachel House memberikan layanan asuhan paliatif bagi anak dengan penyakit serius seperti kanker dan HIV. Layanan ini diberikan secara gratis pada anak dari keluarga kurang mampu di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Selain itu, Rachel House juga menjalankan program edukasi asuhan paliatif pada tenaga kesehatan dan masyarakat umum, mulai dari kader kesehatan wilayah, relawan sosial, ataupun pelaku rawat dari pasien dengan penyakit serius.

Yayasan Rachel House memiliki visi untuk Indonesia dimana tidak ada lagi anak yang harus hidup atau meninggal dalam kesakitan,” tulis Rachel House.

E-book ini tersedia untuk diunduh situs Rachel House secara gratis oleh siapapun. Bentuk fisik buku “Asuhan Paliatif: Buku Panduan Bagi Pelaku Rawat” telah tersedia bagi keluarga dengan anak yang hidup dengan penyakit serius, atau penyakit kronis, atau penyakit langka.

Keluarga bisa mendapatkannya di sejumlah rumah sakit dan yayasan untuk penyakit serius yang telah bermitra dengan Rachel House seperti RSCM, RSAB Harapan Kita, dan RS Kanker Dharmais

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ulfa Rahayu Diperbarui 15/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan