Setelah Sembuh dari Kanker, Terapkan 7 Pola Hidup Sehat Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/07/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Banyak mitos seputar kanker yang beredar, salah satunya mengenai penyakit kanker yang tidak bisa disembuhkan. Faktanya, penyakit ini bisa disembuhkan dengan pengobatan, seperti kemoterapi atau radioterapi dan banyak yang sembuh.  Namun, tetap saja setelah sembuh dari kanker perlu menerapkan gaya hidup yang sehat.  Lantas, seperti apa pola hidup yang tepat untuk survivor kanker?

Pola hidup sehat setelah sembuh dari kanker

Meskipun penyakit kanker bisa disembuhkan, penyakit ini juga bisa kembali kambuh. Guna mencegah kanker kembali terjadi, orang yang sembuh harus memperhatikan gaya hidupnya.

National Cancer Institute  menyebutkan penyebab kanker adalah mutasi gen dalam DNA sebagai akibat dari penuaan dan paparan zat karsinogen. Nah, zat pemicu kanker ini ada pada asap rokok, zat pembersih, radiasi matahari, bahkan makanan yang Anda konsumsi.

Semua hal tersebut berkaitan erat dengan berbagai aktivitas sehari-hari sehingga menjadi alasan penting bagi orang yang sembuh dari kanker dalam menjaga gaya hidupnya. Berikut penerapan pola hidup yang tepat bagi survivor kanker.

1. Terapkan diet sehat

diet makanan untuk kanker

Saat kanker masih menyerang tubuh, Anda wajib menerapkan diet kanker. Setelah kanker sembuh, pola makan pun harus tetap terjaga. Pasalnya, beberapa jenis makanan bisa meningkatkan risiko kanker, contohnya makanan tinggi lemak yang cenderung membuat obesitas atau makanan yang dibakar.

Sebenarnya, aturannya diet saat kanker atau setelah sembuh dari kanker tidak berbeda jauh. Anda harus memperbanyak konsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, dan biji-bijian.

Kesemua makanan tersebut dapat memenuhi asupan nutrisi, mulai dari vitamin, mineral, serat, karbohidrat, dan lemak sehat yang dibutuhkan sel, jaringan, dan organ tubuh. Anda bisa mengonsumsi makanan yang berpotensi mencegah kanker yang kaya antioksidan, seperti tomat, nanas, atau sayuran hijau.

Menurut Institute of Medicine, orang yang sembuh dari kanker lebih rentan untuk terkena berbagai penyakit jantung. Oleh karena itu, komposisi makanannya harus diatur, seperti:

  • Kebutuhan lemak yaitu 20% hingga 35% dari total energi.
  • Kebutuhan karbohidrat yaitu 45% hingga 65% dari total energi.
  • Kebutuhan protein, yaitu 10% hingga 35% dari total energi dalam sehari.

Dengan mengatur nutrisi dan zat gizi yang didapatkan dari makanan yang masuk ke dalam tubuh, dapat menjaga kondisi kesehatan serta mencegah berbagai dampak buruk yang mungkin saja terjadi akibat pengobatan kemoterapi atau radiasi.

Di samping itu, Anda juga harus menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi, seperti mencuci sayuran dan buah dengan air bersih mengalir.

Kurangi konsumsi makanan cepat saji, sebaliknya perbanyak makanan racikan sendiri, sehingga Anda bisa memilih bahan makanan yang segar dan banyaknya garam yang digunakan. Pilih cara menyajikan makanan yang sehat, seperti dikukus, direbus, atau ditumis dengan sedikit minyak.

2. Rajin olahraga setelah sembuh dari kanker

olahraga untuk kanker tulang

Olahraga teratur dapat  meningkatkan daya tahan dan kebugaran tubuh bagi siapa saja, tidak terkecuali bagi orang yang sembuh dari kanker. Aktivitas fisik ini memberikan banyak manfaat, di antaranya:

  • Meningkatnya daya tahan tubuh sehingga tidak mudah sakit.
  • Menjauhkan risiko depresi dan rasa cemas karena membuat suasana hati jadi lebih baik.
  • Mengurangi kelelahan dan memperbaiki kualitas tidur.

Meskipun menyehatkan, Anda yang seorang survivor kanker tidak harus memilih olahraga tingkat berat, terlebih jika punya anemia. Ada baiknya Anda fokus pada langkah-langkah kecil untuk membuat hidup Anda lebih aktif.

Coba dengan cara naik tangga lebih sering atau parkir lebih jauh dari tujuan Anda dan berjalan kakilah sampai tujuan. Kemudian, buat rencana olahraga yang lebih baik dengan konsultasi lebih dulu pada dokter. 

3. Minum alkohol sewajarnya atau hindari sama sekali

alkohol sebabkan kanker prostat

Seorang survivor kanker yang ingin terus sehat harus memperhatikan asupan alkohol. Pasalnya, minuman ini masuk dalam daftar karsinogen yang bisa meningkatkan risiko kanker hati, kanker payudara, dan kanker kolorektal. Disebut sebagai karsinogen karena alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen dalam darah dan merusak DNA sel.

Cobalah untuk minum alkohol sesuai dengan batas aman yang dianjurkan, yakni maksimal satu gelas sehari untuk wanita segala usia dan pria di atas usia 65 tahun, serta dua gelas sehari untuk pria usia 65 tahun ke bawah.

Namun, jika khawatir tidak bisa mengendalikan kebiasaan minum alkohol yang aman, akan lebih baik berhenti dari kebiasaan ini. Lakukan konsultasi dokter maupun psikolog jika Anda kesulitan untuk berhenti dari kebiasaan minum alkohol.

4. Jangan lagi merokok

cara berhenti merokok

Berhenti merokok merupakan salah cara mencegah penyakit kanker. Ini karena bahan kimia yang terkandung pada rokok dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru. Menghentikan kebiasaan ini tentunya dapat mengurangi risiko kekambuhan atau terkena kanker jenis baru pada tubuh.

Orang yang sudah kecanduan memang susah untuk berhenti dari kebiasaan buruk ini. Bisa jadi di awal berhasil, kemudian di pertengahan kembali tergoda untuk merokok. Jadi, orang yang sembuh dari kanker harus punya niat yang kuat untuk keluar dari kebiasaan ini. Jika masih saja kesulitan, tidak ada salahnya untuk meminta bantuan ahli medis.

5. Jaga kualitas tidur tetap baik

tidur siang berkali-kali

Masalah tidur banyak menghantui pasien kanker, termasuk orang yang sembuh dari penyakit ini. Hal ini bisa terjadi karena stres, perubahan fisik, atau efek samping pengobatan kanker yang belum sepenuhnya menghilang. Padahal sekalipun Anda sudah sembuh, tidur yang cukup menjadi bagian penting dari penerapan pola hidup yang sehat.

Tidur memberi waktu bagi sel-sel tubuh untuk mengganti kerusakan, sehingga keesokan harinya jaringan dan organ tubuh bisa kembali bekerja dengan normal. Tidur juga mengatur hormon tubuh, tekanan darah, dan suasana hati Anda tetap stabil.

Guna mengoptimalkan waktu tidur jadi lebih baik, sebagai survivor kanker, Anda bisa mengikuti tips berikut ini.

  • Menghindari berbagai hal yang bisa mengganggu tidur, seperti minum kopi di sore atau malam hari, menonton tv, atau bermain gadget.
  • Pastikan suhu ruangan dan pencahayaannya sesuai serta kamar tidur nyaman dan bersih.
  • Selalu tidur lebih cepat dan bangun lebih awal di jam yang sama setiap hari, sekalipun itu hari libur.
  • Jika gangguan tidur tidak juga membaik, bicarakan dengan dokter Anda.

6. Ketahui cara mengelola stres yang tepat

berimajinasi mengatasi stres

Stres memang penting dalam kehidupan, tapi bila kadarnya terlalu tinggi bisa menurunkan kesehatan tubuh. Oleh karena itu, orang yang sembuh dari kanker harus mampu mengatasi segala hal yang membuatnya stres. Hal ini sangat penting diterapkan pada survivor kanker yang memang punya depresi atau kecemasan.

Pada dasarnya, cara mengelola stres pada setiap orang memang berbeda-beda. Namun umumnya, stres berkurang dengan melakukan beberapa cara berikut.

  • Melakukan terapi relaksasi atau meditasi.
  • Aktif melakukan jenis olahraga tertentu, seperti yoga atau taichi.
  • Melibatkan diri pada suatu kegiatan dengan teman, keluarga, atau komunitas.
  • Melakukan hobi yang disukai.
  • Minum obat antidepresan dan antikecemasan yang diresepkan dokter.

7. Lakukan cek kesehatan rutin setelah sembuh dari kanker

tes skrining mendeteksi kanker usus besar

Kambuhnya kanker bisa terjadi karena faktor sel kanker yang tidak sepenuhnya terangkat ketika operasi atau penerapan gaya hidup yang tidak sesuai. Untuk mengantisipasi hal ini, orang yang sembuh dari kanker, dianjurkan melakukan tes skrining kesehatan secara berkala, seperti mamografi, MRI, kolonoskopi, atau pap smear.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Tahukah Anda bahwa lemak paha adalah lemak yang sulit dihilangkan dibandingkan dengan lemak yang ada di bagian tubuh lain? Lalu apa penyebabnya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit

13 Tips Makan Sehat untuk Orang yang Super Sibuk

Banyak yang mengira makan makanan sehat itu susah dan perlu banyak usaha, jadi orang yang sibuk tidak akan bisa. Padahal, kenyataannya tidak begitu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 22/07/2020 . Waktu baca 12 menit

Memahami Lebih Jauh Mengenai Stadium Kanker Ovarium

Pengobatan kanker ovarium akan disesuaikan dengan stadium yang dimiliki pasien. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai stadium kanker ovarium.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 20/07/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
pembengkakan prostat jinak adalah

Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 11 menit
berat badan turun bukan berarti lemak berkurang

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit
makan tidak teratur

6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 4 menit