Apa yang Akan Terjadi Jika Ibu Hamil Kena Kanker Ovarium?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kanker ovarium merupakan kanker yang menyerang sel indung telur. Kanker ini termasuk dari sepuluh kanker yang sering terjadi pada wanita Indonesia. Risiko kanker ovarium selama masa kehamilan pada umumnya cukup rendah, yakni 1:18.000 dari tiap kehamilan. 

Kanker ovarium yang terjadi pada masa kehamilan biasanya dapat terdeteksi lebih cepat. Hal ini dikarenakan orang yang sedang mengandung lebih sering periksa ke dokter kandungan untuk melihat kondisi janin yang dikandungnya. Jika Anda didiagnosis menderita kanker ovarium saat hamil, Anda harus mengonsultasikannya pada beberapa ahli agar mendapatkan solusi terbaik, misalnya pada ahli kanker, dokter kandungan, dan dokter anak.

Gejala dan tanda kanker ovarium saat hamil

Gejala dan tanda kanker ovarium pada saat hamil sama dengan gejala saat tidak sedang hamil. Pada fase awal biasanya tidak ada gejala dan ciri yang berarti. Kalaupun Anda merasakannya, mungkin terasa ringan hingga sulit dibedakan dari ketidaknyamanan yang ditimbulkan karena kehamilan itu sendiri.

Berikut beberapa gejala yang biasanya menandai kanker ovarium:

  • Perut terasa kembung dan nyeri
  • Mulas
  • Kurang nafsu makan
  • Merasa cepat kenyang saat makan
  • Sering buang air kecil 
  • Kelelahan
  • Nyeri punggung
  • Sembelit (susah buang air besar hingga berhari-hari atau berminggu-minggu)

Beberapa gejala di atas umumnya memungkinkan muncul saat kehamilan. Namun, jika Anda merasakan kondisi yang lebih buruk, segara konsultasikan ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tes yang biasa dilakukan untuk kanker ovarium

Biasanya dokter akan melakukan serangkaian pengujian untuk mendiagnosis kanker. Diagnosis biasanya dilakukan dengan ultrasound (USG), MRI, serta CT scan. Namun, CT scan menghasilkan radiasi yang tidak aman untuk bayi yang dikandung. Sehingga MRI dan ultrasound bisa menjadi alternatif karena cenderung jauh lebih aman.

Tes darah CA-125 (penanda tumor untuk kanker ovarium) juga biasanya dilakukan untuk mendiagnosis kanker ovarium, tapi tidak sepenuhnya akurat selama kehamilan. Ini karena kehamilan dapat meningkatkan CA-125 itu sendiri.

ibu hamil kurang gizi

Langkah yang perlu diambil untuk pengobatan kanker ovarium saat hamil

Tujuan pengobatan kanker ovarium selama masa kehamilan ialah untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi. Pengobatan yang akan Anda pilih tergantung pada seberapa parah kondisi kanker Anda dan bagaimana efeknya pada tubuh. Dalam hal ini, dokter akan lebih mengetahui mana solusi terbaik untuk penyembuhannya.

Umumnya terdapat dua jenis pengobatan yang biasa dilakukan, yaitu:

1. Pembedahan

Jika diperlukan pembedahan, maka hal itu bisa dilakukan setelah Anda melahirkan. Lain halnya jika selama kehamilan Anda merasakan rasa sakit yang luar biasa atau ada komplikasi lain seperti perdarahan. Maka pembedahan saat kehamilan mungkin diperlukan. Semua ini kembali pada keputusan dokter yang memahami mana langkah tepat yang seharusnya diambil.

Pada stadium awal, biasanya pembedahan akan dilakukan untuk mengangkat bagian dari ovarium yang terkena sel kanker. Namun, jika kanker telah telah menyebar ke seluruh ovarium, ada kemungkinan pengangkatan rahim akan dilakukan.

Jika kehamilan kurang dari 24 minggu, pengangkatan rahim jelas akan mengakhiri kehamilan dan janin tidak akan bertahan. Tetapi, jika usia kehamilan sudah lebih dari 24 minggu tapi masih kurang dari 36 minggu, diperlukan operasi caesar untuk mengeluarkan bayi.  Selanjutnya proses pengangkatan rahim baru akan dilakukan. Semua pertimbangan mengenai pembedahan bisa Anda konsultasikan langsung pada dokter kandungan dengan sejelas-jelasnya.

2. Kemoterapi

Studi di Eropa menyatakan kemoterapi bisa dijalani pada masa kehamilan. Janin yang ibunya mendapat kemoterapi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan dapat berkembang secara normal. Namun, kemoterapi umumnya tidak dianjurkan selama trimester pertama, karena berisiko cacat lahir. Terapi radiasi di trimester pertama juga dikhawatirkan akan membawa dampak berbahaya bagi bayi Anda.

penyakit lupus saat hamil

Efek kanker ovarium pada janin

Menurut para ahli, kanker ovarium bukan salah satu jenis kanker yang bisa menyebar ke janin. Jika Anda dalam perawatan dokter, biasanya tim dokter akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan bahwa kanker Anda tidak memengaruhi bayi yang ada dalam kandungan.

Apapun pengobatan yang Anda jalani, perlu pemantauan yang ketat demi terjaganya kondisi ibu dan bayi. Selain itu, konsultasikan selalu perkembangan kondisi Anda pada dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
bercak darah tanda hamil atau menstruasi

Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit