Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Waspada, Ini 3 Jenis Kanker yang Menyebabkan Mimisan

    Waspada, Ini 3 Jenis Kanker yang Menyebabkan Mimisan

    Mimisan adalah gejala umum yang ditandai dengan adanya perdarahan dari hidung akibat pecahnya pembuluh darah dalam hidung. Penyebabnya yang paling umum yakni mengupil atau kondisi selaput hidung yang mulai mengering. Namun, selain dua alasan itu, ternyata ada pula beberapa jenis kanker yang dapat menyebabkan mimisan.

    Bagaimana mimisan bisa menjadi gejala kanker? Lalu, apa saja jenis kanker yang ditandai dengan kondisi ini? Berikut ulasannya.

    Tiga jenis kanker yang menyebabkan mimisan

    mimisan saat terangsang

    Sebenarnya, yang menjadi faktor utama terjadinya mimisan yakni jumlah trombosit yang tidak cukup. Jumlah trombosit menurun dari waktu ke waktu akibat penyakit kanker itu sendiri atau sebagai efek samping pengobatan.

    Sebagai contoh, perawatan tertentu untuk kanker payudara seperti avastatin, aspirin, atau ibuprofen diketahui dapat menurunkan jumlah trombosit Anda, hingga menyebabkan mimisan.

    Hal inilah yang meningkatkan kemungkinan terjadinya mimisan pada pasien yang menjalani pengobatan kanker. Obat dapat merusak lapisan hidung dan didorong dengan adanya aktivitas berlebihan seperti bersin atau pasien tidak sengaja menekan hidung lebih keras.

    Biasanya, darah mimisan hanya keluar dari salah satu lubang hidung saja. Sebagian besar mimisan pun bisa berhenti sendiri tanpa perawatan medis yang serius.

    Namun, mimisan yang terjadi secara terus-menerus juga bisa menjadi gejala penyakit serius, termasuk kanker. Berikut merupakan jenis kanker yang dapat menyebabkan mimisan.

    1. Kanker nasofaring

    cara mengatasi mimisan

    Kanker nasofaring menyerang area nasofaring yang terletak di atas faring (tenggorokan) dan di belakang hidung. Karsinoma sel skuamosa (SCC) merupakan jenis kanker yang paling umum di daerah ini. SCC timbul dari jaringan lapisan hidung.

    Mimisan berulang merupakan salah satu gejala umum dari kanker nasofaring. Penyakit ini tak hanya menyebabkan mimisan, tapi juga keluarnya ingus yang sering kali mengandung bercak darah.

    Mimisan karena karsinoma nasofaring terjadi pada salah satu sisi hidung dan biasanya tidak menyebabkan perdarahan berat. Sulit untuk mendeteksi karsinoma nasofaring pada tahap awal, sebab gejalanya tidak mudah dikenali dan mirip dengan kondisi lain.

    Kanker ini bisa menyebar ke tulang, paru-paru, hati, dan bagian tubuh yang lain melalui sistem limfe dan aliran darah.

    2. Leukemia

    Mimisan terus-menerus juga bisa menjadi gejala kanker darah seperti leukemia. Orang dengan leukemia sering pula mengalami memar dan juga mudah berdarah. Leukemia merupakan kanker pada sel darah putih yang menghambat darah putih dalam melawan infeksi.

    Ketika seseorang mengidap leukemia, sumsum tulangnya tidak mampu memproduksi sel-sel darah merah yang cukup dan trombosit untuk memasok kebutuhan tubuh.

    Leukemia bisa bersifat akut ataupun kronis. Leukemia kronis jauh lebih berbahaya dan sulit untuk diobati. Ini merupakan jenis yang paling umum dari kanker darah.

    Mimisan karena leukemia mungkin sulit dihentikan meski perdarahan yang terjadi biasanya tidak begitu berat. Selain mimisan dan mudah memar, gejala leukemia lainnya meliputi:

    • mudah berdarah,
    • demam,
    • berkeringat pada malam hari,
    • nyeri tulang,
    • pembengkakan kelenjar getah bening,
    • merasa lemas, serta
    • berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.

    3. Limfoma

    penyebab mimisan

    Limfoma merupakan kanker yang menyerang kelenjar getah bening. Penyakit ini awalnya berkembang dari limfosit, yakni salah satu sel darah putih yang bertugas melawan infeksi.

    Limfosit yang abnormal dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh Anda. Hal ini akan mengurangi ketahanan terhadap bibit penyakit yang berbahaya dari luar.

    Karena kelenjar getah bening dan jaringan limfatik lainnya tersebar di seluruh tubuh, limfoma dapat muncul di hampir semua bagian tubuh, termasuk hidung atau sinus (rongga hidung yang berisi udara di belakang tulang wajah).

    Pertumbuhan jaringan limfoid pada hidung atau sinus dapat mengikis bagian dalam pembuluh darah dan akhirnya menyebabkan mimisan.

    Selain masalah perdarahan berupa mimisan yang dialami pasien kanker, ada kalanya darah juga tampak pada gusi, muntah, feses, vagina, atau urin.

    Oleh sebab itu, kondisi ini kemungkinan besar akan mengarah pada trombositopenia (jumlah trombosit yang rendah). Jika perdarahan terus terjadi, biasanya dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan transfusi trombosit.

    Selama menjalani pengobatan kanker, sebaiknya hindari hal-hal yang dapat memperparah mimisan, seperti mengupil terlalu dalam, menggosok hidung terlalu keras, atau memasukkan sesuatu ke rongga hidung.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Bleeding and Bruishing in Cancer Patients. (2022). Retreievd 20 May 2022 from https://www.mdanderson.org/patients-family/diagnosis-treatment/emotional-physical-effects/bleeding-bruising-cancer.html

    Certain Cancers That Cause Nosebleeds. (2022). Retrieved 20 May 2022 from https://www.livestrong.com/article/119942-certain-cancers-cause-nosebleeds/

    Symptoms Nosebleeds. (2022). Retrieved 20 May 2022 from https://www.mayoclinic.org/symptoms/nosebleeds/basics/causes/sym-20050914

    The Link Between Nosebleeds and Cancer. (2019). Retrieved 20 May 2022 from https://www.medanta.org/patient-education-blog/are-nosebleeds-a-sign-of-cancer/

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ocha Tri Rosanti Diperbarui Jun 09
    Ditinjau secara medis oleh dr. Bob Andinata Sp.B (K) Onk
    Next article: