home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan adalah salah satu jenis perdarahan yang cukup sering terjadi. Biasanya mimisan tidak bersifat serius atau membahayakan. Namun, perdarahan hidung ini tentu sangat mengganggu dan tak nyaman. Jangan khawatir dulu, Anda bisa mengatasi mimisan secara mandiri di rumah. Selain menjepit hidung selama beberapa menit, ada berbagai jenis obat yang mudah ditemukan di rumah Anda, serta obat yang bisa Anda dapatkan di apotek. Simak berbagai cara mengatasi mimisan berikut ini.

Yang harus segera dilakukan saat mimisan terjadi

Mimisan adalah perdarahan hidung yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah dalam hidung. Kerusakan pembuluh darah hidung ini bisa dipicu oleh berbagai hal, mulai dari mengorek upil terlalu keras, cedera hidung, kelembapan hidung yang kurang, hingga adanya masalah kesehatan tertentu, seperti polip hidung atau gangguan pembekuan darah.

Kondisi mimisan biasanya tidak terlalu mengkhawatirkan dan bisa Anda atasi sendiri di rumah. Nah, sebelum menggunakan obat-obatan untuk menghentikan mimisan, Anda dapat segera melakukan cara penanganan awal untuk mimisan di bawah ini:

1. Tidak panik

Saat darah keluar dari hidung Anda, cobalah untuk tetap tenang. Kepanikan yang Anda buat justru dapat menimbulkan tindakan yang memperparah iritasi pada hidung dan mencegah pembekuan.

2. Menekan hidung

Setelah mengatasi kepanikan Anda, cubitlah hidung Anda dengan lembut. Cukup menekan tepat di bawah pangkal hidung atau bagian tulang tahan selama 10 menit jika memungkinkan. Cara ini adalah awal dari mengatasi mimisan yang terjadi pada Anda.

3. Mencondongkan tubuh

Nah, karena mendongakkan kepala berbahaya ketika mimisan, justru Anda harus mencondongkan tubuh ke depan. Hal ini dilakukan untuk mencegah darah mengalir kembali ke tenggorokan Anda.

4. Jangan bersin

Ketika darah masih mengalir, jangan sengaja mencoba untuk bersin atau mengeluarkan darah dari hidung. Hal tersebut malah dapat membuat mimisan sulit berhenti dan merangsang darah yang mulai mengering untuk kembali mengalir lagi.

Cara mengatasi mimisan dengan obat alami

Selain dengan mempraktikkan langkah-langkah di atas, Anda juga bisa coba memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di rumah Anda sebagai obat mimisan. Apa saja bahan-bahan tersebut?

1. Kompres es

Setelah Anda menjepit batang hidung dan darah yang mengalir mulai berkurang, siapkan es batu dan bungkus dengan kain lembut.

Jangan pernah menempelkan es batu langsung pada hidung karena hal tersebut berisiko menyebabkan kerusakan jaringan. Setelah es batu dibungkus kain, kompres pada bagian luar hidung Anda selama beberapa menit.

Dengan menempelkan es batu yang dibungkus kain, Anda dapat menghentikan perdarahan dengan cara menyempitkan pembuluh darah pada bagian hidung.

2. Air garam atau saline

Mimisan bisa disebabkan oleh berbagai hal. Beberapa di antaranya adalah udara yang terlalu dingin dan kering. Untuk itu, Anda membutuhkan obat rumahan berupa air garam alias larutan saline untuk meredakan mimisan akibat udara dingin dan kering.

Air garam akan membantu melembapkan lapisan dalam hidung dan mengurangi iritasi pada selaput hidung. Garam juga ampuh untuk mempersempit aliran pembuluh darah di hidung, sehingga perdarahan akan berhenti.

Untuk mengobati mimisan dengan air garam, larutkan garam dalam air hangat. Setelah itu, basahi kapas dengan air garam tersebut. Sambil sedikit mendongakkan kepala Anda, teteskan air garam secukupnya dari kapas melalui lubang hidung.

3. Daun sirih

Selama ini mungkin Anda hanya mendengar manfaat daun sirih yang dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi mimisan dari orangtua atau orang-orang di sekitar Anda.

Ternyata hal tersebut benar adanya. Dalam beberapa penelitian memang disebutkan jika daun sirih memiliki kemampuan untuk membantu tubuh untuk mempercepat penyembuhan luka, yang bisa Anda gunakan sebagai cara menghentikan mimisan.

Pada daun sirih, terdapat kandungan seperti tannin dan berbagai zat lainnya yang dapat mempercepat proses pembekuan darah, sehingga perdarahan pada hidung akan berhenti dalam waktu yang cepat.

Tak hanya itu, daun sirih diduga turut memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Dalam hal ini, tentu saja semakin kuat kekebalan tubuh Anda, maka akan semakin cepat membaik luka atau pun peradangan yang terjadi di dalam tubuh.

Ambil satu atau dua helai daun sirih yang sudah dibersihkan terlebih dahulu sebelumnya. Kemudian, gulung daun sirih tersebut dan masukkan ke dalam lubang hidung yang berdarah. Tekan dengan perlahan, jangan sampai Anda menekannya terlalu keras karena akan memperburuk kondisi hidung Anda. Tunggu beberapa saat dan darah pun akan berkurang secara perlahan.

4. Vitamin C

Vitamin C memang terkenal dengan segudang khasiatnya yang baik untuk kesehatan. Anda juga bisa memanfaatkan kebaikan vitamin C sebagai obat untuk hidung yang mimisan.

Menurut sebuah artikel dari StatPearls, kekurangan vitamin C bisa berdampak pada kekuatan pembuluh darah kapiler, yaitu pembuluh darah yang berukuran paling kecil di dalam tubuh. Nah, pembuluh kapiler ini juga terdapat di dinding hidung, dan mimisan biasanya terjadi akibat kerusakan pada pembuluh darah tersebut.

Oleh karena itu, mengonsumsi vitamin C yang cukup berpotensi membantu memperkuat pembuluh darah yang rusak di dalam hidung Anda.

Cara mengatasi mimisan dengan obat medis

Terkadang, mimisan tidak dapat langsung berhenti hanya dengan menggunakan obat-obatan alami seperti di atas. Oleh karena itu, Anda bisa memakai cara lain untuk mengatasi mimisan dengan cepat, yaitu dengan memakai obat-obatan medis.

Berikut adalah sederet obat yang bisa Anda gunakan agar perdarahan di hidung dapat berhenti:

1. Semprotan dekongestan

Salah satu jenis obat yang bisa Anda gunakan untuk menghentikan mimisan adalah obat semprot dekongestan khusus hidung.

Pilihlah obat dekongestan hidung yang mengandung oxymetazoline. Semprotkan obat ini sebanyak 3 kali ke lubang hidung yang mengalami perdarahan, lalu jepit ulang hidung Anda hingga perdarahan berhenti.

Dekongestan adalah obat yang efektif mengurangi perdarahan hidung karena membantu mengecilkan pembuluh-pembuluh darah yang rusak. Namun, jangan gunakan obat ini terlalu sering karena justru berisiko memperburuk kondisi hidung Anda.

2. Asam traneksamat

Selain dekongestan, Anda juga bisa memakai obat asam traneksamat untuk mimisan. Obat ini umumnya digunakan untuk mengurangi perdarahan berlebih pada menstruasi. Namun, Anda juga bisa mengonsumsi obat ini untuk mengatasi perdarahan di hidung karena kinerjanya yang memengaruhi proses pembekuan darah.

Akan tetapi, hindari pemakaian obat ini tanpa resep dokter. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu apakah Anda benar-benar memerlukan obat ini atau tidak.

Kapan mimisan harus dibawa ke dokter?

Langkah-langkah dan penggunaan obat-obatan di atas seharusnya sudah lebih dari cukup untuk mengatasi mimisan. Akan tetapi, jika darah terus mengalir lebih dari 20 menit dan tindakan yang telah Anda lakukan belum memberikan hasil, Anda sebaiknya segera ke dokter untuk diberikan penanganan medis lebih lanjut.

Selain itu, apabila Anda kesulitan untuk bernapas, kehilangan banyak darah akibat mimisan, menelan banyak darah hingga muntah, dan mimisan terjadi akibat gangguan hidung atau kecelakaan serius, sebaiknya Anda juga berobat ke dokter untuk diperiksa dan ditangani lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nosebleed: First aid – Mayo Clinic. (2017). Retrieved November 6, 2020, from https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-nosebleeds/basics/art-20056683 

Epistaxis (Nosebleed) Treatment – Pediatric ENT Associates. (n.d.). Retrieved November 6, 2020, from https://www.childrensal.org/workfiles/ENT/epistaxis_nosebleeds.pdf 

Do’s and Don’ts for Managing Nosebleeds – Health System University of Michigan. (2016). Retrieved November 6, 2020, from http://www.med.umich.edu/pdf/Nosebleed-Dos-and-Donts.pdf 

Capillary Fragility (Holistic) – PeaceHealth. (2015). Retrieved November 6, 2020, from https://www.peacehealth.org/medical-topics/id/hn-1181000 

Tranexamic Acid – MedlinePlus. (2017). Retrieved November 6, 2020, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a612021.html 

Fatakia, A., Winters, R., & Amedee, R. G. (2010). Epistaxis: a common problem. The Ochsner journal, 10(3), 176–178.

May, J. M., & Harrison, F. E. (2013). Role of vitamin C in the function of the vascular endothelium. Antioxidants & redox signaling, 19(17), 2068–2083. https://doi.org/10.1089/ars.2013.5205 

Beck, R., Sorge, M., Schneider, A., & Dietz, A. (2018). Current Approaches to Epistaxis Treatment in Primary and Secondary Care. Deutsches Arzteblatt international, 115(1-02), 12–22. https://doi.org/10.3238/arztebl.2018.0012 

Alam, B., Akter, F., Parvin, N., Sharmin Pia, R., Akter, S., Chowdhury, J., Sifath-E-Jahan, K., & Haque, E. (2013). Antioxidant, analgesic and anti-inflammatory activities of the methanolic extract of Piper betle leaves. Avicenna journal of phytomedicine, 3(2), 112–125.

Tedjasulaksana, R., Nahak, M., & Larasati, R. (2017). Effectivity of Betel Leaf (Piper betle L.) Gel Extract in Shortening Bleeding Time After Deciduous Tooth Extraction. Bali Medical Journal, 6(1), 31. https://dx.doi.org/10.15562/bmj.v6i1.374 

Chung, K. T., Wong, T. Y., Wei, C. I., Huang, Y. W., & Lin, Y. (1998). Tannins and human health: a review. Critical reviews in food science and nutrition, 38(6), 421–464. https://doi.org/10.1080/10408699891274273 

Fellows, J., & Crestodina, L. (2006). Home-prepared saline: a safe, cost-effective alternative for wound cleansing in home care. Journal of wound, ostomy, and continence nursing : official publication of The Wound, Ostomy and Continence Nurses Society, 33(6), 606–609. https://doi.org/10.1097/00152192-200611000-00003 

Maxfield, L., Crane, JS. (2020). Vitamin C Deficiency. StatPearls.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Irene Anindyaputri Diperbarui 14/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x