Tanda dan Gejala Kanker Kulit Melanoma Pada Anak yang Harus Ortu Waspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami kanker kulit melanoma. Meski termasuk jenis kanker langka, melanoma merupakan jenis kanker kulit yang paling umum menyerang anak-anak. Baca lebih lanjut untuk mengetahui apa saja ciri kanker kulit pada anak. Deteksi dini dapat meningkatkan peluang kesuksesan pengobatan dan angka harapan hidup anak.

Sekilas tentang kanker kulit melanoma

Melanoma adalah jenis kanker kulit paling serius yang berkembang akibat adanya gangguan pada sel melanosit sehingga jadi mengganas. Sel melanosit adalah sel yang memproduksi melanin, pigmen penentu warna kulit. Ciri kanker kulit melanoma terlihat seperti tahi lalat yang baru muncul secara tiba-tiba, meski beberapa juga berkembang dari tahi lalat yang sudah ada.

Tahi lalat ciri kanker bisa menyebar ke area sekitarnya dan kemudian semakin masuk ke dalam kulit, ke pembuluh darah, dan kelenjar getah bening, dan terakhir menyerang hingga ke dalam hati (liver), paru-paru, dan tulang.

Ciri kanker kulit melanoma pada anak

Tidak semua tahi lalat merupakan ciri kanker kulit melanoma. Tahi lalat menjadi ciri kanker jika tumbuh tiba-tiba di tempat yang sebelumnya tidak bertahi lalat, dan mengalami perubahan bentuk, ukuran serta warna.

Ciri kanker kulit pada anak, antara lain:

  • Perubahan bentuk, warna, atau ukuran tahi lalat
  • Tahi lalat muncul sebagai luka yang tidak sembuh dan terasa sakit
  • Tahi lalat yang gatal atau berdarah
  • Benjolan yang terlihat mengkilap atau berkerak
  • Bintik gelap di bawah kuku jari atau kuku kaki tidak disebabkan oleh luka pada kuku

Faktor risiko kanker kulit melanoma anak

Anak yang berkulit putih dan memiliki rambut asli berwarna terang memiliki risiko melanoma yang tinggi. Itu sebabka kasus kanker kulit pada anak lebih banyak ditemukan pada anak-anak keturunan kulit putih (ras kaukasian).

Selain itu, paparan radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari dan riwayat kanker kulit dalam keluarga membuat anak lebih rentan terhadap perkembangan melanoma.

Secara umum, faktor risiko kanker kulit pada anak di atas usia 10 tahun sama dengan yang dialami orang dewasa, meski untuk anak yang lebih muda faktor risikonya kurang jelas.

Anak-anak penyintas kanker kulit masih memiliki risiko kekambuhan kanker yang sama di masa depan.

Apa saja pengobatan untuk kanker kulit melanoma pada anak?

Pilihan pengobatan untuk melanoma anak tergantung pada stadium dan tempat penyebaran kanker. Kanker kulit melanoma stadium rendah (0-1) biasanya ditangani dengan operasi pengangkatan tahi lalat dan jaringan kulit sehat di bagian pinggirnya. Kanker kulit stadium rendah juga dapat ditangani dengan pemberian krim imiquimod (Zyclara), salep yang membantu menghilangkan pertumbuhan kulit kanker dan non kanker.

Semakin tinggi diagnosis stadium kanker kulit pada pada, pilihan pengobatannya pun makin beragam dan kompleks. Ini meliputi biopsi kelenjar getah bening, radioterapi, kemoterapi, hingga imunoterapi. Terapi pengobatan akan direncanakan dokter sesuai dengan kondisi anak dan perkembangan gejala kanker kulit melanoma yang dialaminya.

Apakah kanker kulit melanoma bisa dicegah?

Melanoma anak bisa dicegah dengan mengurangi paparan langsung sinar UV. Pencegahan ini dapat dilakukan dengan menggunakan tabir surya minimal SPF 15. Ini bisa mengurangi risiko anak Anda memiliki melanoma hingga 50 persen.

Biarkan anak Anda bermain di luar saat pagi dan menjelang sore hari. Hal ini akan mengurangi paparan sinar matahari langsung ke anak Anda sehingga dapat melindungi anak Anda dari melanoma. Selain itu, sebaiknya hindari anak Anda untuk berjemur untuk menggelapkan warna kulit (tanning).

Menggunakan pakaian gelap juga bisa melindungi anak Anda. menggunakan topi juga bisa menjadi pilihan terbaik untuk melindungi anak Anda dari teriknya sinar matahari.

Lakukan pemeriksaan kulit pada anak Anda secara teratur, terutama pada wajah, leher, dan kaki. Anak-anak yang menghabiskan banyak waktu di luar tanpa mengenakan baju bisa membuatnya rentan terkena kanker kulit di tubuhnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tabir Surya untuk Kulit, Seberapa Penting Menggunakannya?

Cahaya matahari memicu penuaan dini, kulit kusam, hingga kanker kulit. Maka itu, dibutuhkan rangkaian skincare tabir surya. Seberapa penting produk ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Karsinoma Sel Basal

Karsinoma sel basal adalah salah satu jenis kanker kulit yang paling umum terjadi. Simak penjelasan lengkap tentang gejapa, penyebab dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kanker Kulit, Kanker 10 September 2020 . Waktu baca 11 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Pasien Kanker Kulit

Untuk mengatasi penyakit kanker kulit, ada beberapa jenis prosedur medis yang bisa dijalani oleh pasien. Lalu, apa saja jenis pengobatan kanker kulit?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kanker Kulit, Kanker 13 Februari 2020 . Waktu baca 7 menit

Muncul Freckles di Mata, Apakah Berbahaya? Perlukah Dihilangkan?

Bintik cokelat atau freckles di mata biasanya tidaklah membahayakan penglihatan, tapi perlukah Anda menghilangkan bintik-bintik ini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 14 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mendeteksi penyakit dari kaki

Bisakah Mendeteksi Penyakit dari Kondisi Kaki?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
medical checkup

Perlukah Melakukan Medical Check Up secara Rutin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
efek tanning

Melakukan Tanning, Apa Efeknya untuk Kesehatan Kulit?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Porfiria atau porphyria adalah membuat seseorang terlihat pucat pasi dan bertingkah laku bak vampir yang harus menghindari sinar matahari.

Porfiria

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit