Memahami Tahapan Stadium Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Ketika Anda didiagnosis dengan kanker kelenjar getah bening atau limfoma, dokter akan memberitahu stadium kanker Anda. Stadium adalah cara untuk mengetahui penyebaran sel kanker dan kondisi Anda. Mengetahui stadium kanker dapat membantu dokter untuk merencanakan pengobatan limfoma yang tepat. Lalu, apa penjelasan tentang masing-masing stadium kanker kelenjar getah bening atau limfoma dari yang awal atau 1 sampai yang akhir atau 4?

Menentukan stadium kanker getah bening atau limfoma

Kanker kelenjar getah bening atau limfoma adalah jenis kanker darah yang  bermula di sistem limfatik. Adapun sistem limfatik tersebar di seluruh tubuh yang meliputi kelenjar getah bening, limpa, timus, sumsum tulang, dan lainnya, yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh.

Dari satu jaringan sistem limfatik, sel kanker limfoma bisa menyebar ke area lain atau bahkan organ lain dari tubuh. Seberapa parah penyebaran tersebut digambarkan melalui stadium.

Dilansir dari Lymphoma Action, sistem penentuan stadium kanker kelenjar getah bening untuk semua jenisnya, baik limfoma Hodgkin maupun limfoma non-Hodgkin, umumnya sama, kecuali pada jenis tertentu, seperti limfoma non-Hodgkin pada anak.

Penentuan stadium ini menggunakan klasifikasi Lugano, yang didasarkan pada sistem Ann Arbor. Berdasarkan sistem tersebut, stadium kanker kelenjar getah bening atau limfoma terbagi ke dalam empat tahapan, yaitu 1, 2, 3, dan 4, yang umumnya ditulis dengan angka romawi, dari I hingga IV. Semakin tinggi angkanya, semakin parah pula kondisi limfoma yang Anda derita.

Limfoma Ekstranodal

Beberapa stadium kanker limfoma mungkin ada yang didampingi dengan huruf E, yang merupakan singkatan dari ekstranodal. Bila angka stadium didampingi dengan huruf E, artinya sel kanker limfoma bermula di organ tubuh yang bukan bagian dari sistem limfatik, seperti di sistem pencernaan atau di kelenjar ludah.

Berdasarkan gejala

Selain penyebaran sel kanker, stadium limfoma juga ditentukan berdasarkan gejala kanker kelenjar getah bening yang muncul. Kondisi ini digambarkan melalui tambahan huruf A dan B setelah angka stadium kanker.

Huruf B ditambahkan (misalnya tahap IIIB) jika seseorang memiliki gejala berikut ini:

  • Kehilangan lebih dari 10 persen berat badan selama 6 bulan sebelumnya (tanpa diet).
  • Demam yang menetap, sekitar 38 derajat celcius atau lebih, yang datang dan pergi, terutama pada malam hari.
  • Berkeringat pada malam hari.

Jika tidak ada gejala B yang muncul, huruf A ditambahkan di belakang stadium, seperti IIIA. seseorang dengan kanker limfoma stadium B biasanya membutuhkan perawatan yang lebih intensif.

Bulky disease

Selain huruf E, A, dan B, angka stadium juga mungkin didampingi oleh huruf X. Ini artinya, satu atau lebih kelenjar getah bening yang terkena mengalami pembengkakan atau tumor yang berukuran besar, yang mencapai sekitar 10 cm.

Kondisi ini juga bisa terjadi di area dada dengan ukuran tumor mencapai 1/3 lebar dada. Pada kondisi ini, biasanya pasien memerlukan perawatan yang lebih intensif.

Memahami tahapan stadium kanker kelenjar getah bening

Berdasarkan ketentuan tersebut, berikut penjelasan mengenai stadium kanker kelenjar getah bening, dari 1 hingga 4, yang perlu Anda ketahui:

Stadium I

Kanker kelenjar getah bening stadium 1 (I) merupakan tahapan awal pada penyakit limfoma. Baik pada limfoma Hodgkin maupun non-Hodgkin, tahapan 1 ini menggambarkan sel kanker yang hanya ditemukan di satu kelenjar getah bening atau organ limfoid, seperti timus.

Sel kanker bisa bermula di kelenjar getah bening area leher atau di area manapun, baik di atas atau di bawah diafragma (lembaran otot yang memisahkan dada dan perut).

Stadium IE

Bila Anda memiliki stadium IE, berarti sel kanker limfoma dimulai di satu organ yang berada di luar sistem limfatik, dan hanya berada di organ tersebut.

Pada kanker limfoma stadium 1, pengobatan yang diberikan umumnya berupa kemoterapi, yang bisa terdiri dari 2 hingga 4 siklus. Anda pun mungkin juga perlu menjalani radioterapi. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk jenis pengobatan yang tepat.

Stadium II

Pada kanker kelenjar getah bening stadium 2 (II), sel kanker menyerang dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening. Sel kanker ini bisa dimulai di area manapun, tetapi terjadi di sisi diafragma yang sama.

Misalnya, sama-sama di bagian atas diafragma (ketiak dan leher) atau sama-sama di bagian bawah diafragma (pangkal paha), serta bukan kombinasi antara keduanya, seperti kelenjar getah bening di ketiak dan pangkal paha. 

Stadium IIE

Bila Anda memiliki tahapan IIE, berarti sel kanker limfoma yang Anda miliki dimulai di satu organ tubuh (bukan di sistem limfatik) dan juga berada di satu atau lebih kelompok kelenjar getah bening terdekat. Hal ini pun terjadi di satu sisi diafragma yang sama. 

Pada kanker kelenjar getah bening tahap 2, pengobatan yang diberikan umumnya berupa kemoterapi yang terdiri dari 2 hingga 4 siklus. Anda pun mungkin juga perlu menjalani radioterapi, sesuai dengan kondisi Anda.

Stadium III

Kanker kelenjar getah bening stadium 3 (III) merupakan tahapan lanjut dari penyakit limfoma. Stadium ini berarti sel kanker telah memengaruhi kelenjar getah bening di kedua sisi diafragma, baik di atas dan bawah, termasuk limpa. 

Pada stadium ini, pengobatan yang diberikan umumnya berupa kemoterapi, yang terdiri dari 6 hingga 8 siklus. Radioterapi pun mungkin diberikan pada beberapa pasien.

Stadium IV

Kanker kelenjar getah bening atau limfoma stadium 4 merupakan tahap akhir dari penyakit ini. Pada tahap ini, sel kanker dimulai di kelenjar getah bening dan telah menyebar ke satu atau lebih organ tubuh di luar sistem limfatik, seperti paru-paru, tulang, hati, dan sumsum tulang.

Perlu digarisbawahi, limpa dan timus adalah organ yang merupakan bagian dari sistem limfatik. Oleh karena itu, sel kanker yang baru menyebar ke organ tersebut tidak termasuk sebagai kanker limfoma stadium 4.

Kanker yang telah mencapai stadium lanjut memang sudah bisa dikategorikan parah. Meski demikian, tidak seperti jenis kanker lain, limfoma stadium lanjut, yaitu 3 dan 4, kemungkinan dapat berhasil diobati dan dikendalikan. Sebagian pasien memiliki kemungkinan sembuh. Namun, hal ini tergantung pada jenis limfoma yang Anda alami.

Adapun pengobatan yang umumnya diberikan pada limfoma stadium 4, yaitu kemoterapi sebanyak 6 hingga 8 siklus. Anda pun mungkin perlu menjalani radioterapi, sesuai dengan kondisi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Langkah Efektif untuk Mencegah Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)

Kanker getah bening (limfoma) berbahaya bagi kesehatan. Anda dapat melakukan pencegahan kanker kelenjar getah bening ini dengan langkah berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Kanker Darah 3 November 2019 . Waktu baca 5 menit

Jangan Cemas, Ini Cara Mencegah Kanker Darah Berdasarkan Jenisnya

Kunci dari penanganan kanker darah adalah upaya pencegahan. Berikut adalah ragam cara mencegah kanker darah berdasarkan jenisnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 11 April 2019 . Waktu baca 4 menit

Mengenal 3 Jenis Kanker Darah yang Paling Umum: Leukimia, Limfoma, dan Myeloma

Jenis kanker darah yang paling umum adalah leukemia, limfoma, dan myeloma. Yuk, pelajari lebih lanjut tentang ketiganya beserta gejala masing-masingnya!

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Februari 2019 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Penyakit Kelainan Darah yang Paling Umum

Darah Anda tersusun dari empat komponen utama. Jika salah satu komponen tersebut mengalami gangguan, maka dapat menyebabkan penyakit kelainan darah.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kelainan Darah, Penyakit Kelainan Darah Lainnya 16 Desember 2018 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab hemoglobin hb rendah

4 Penyebab Hemoglobin (Hb) Rendah, dari Anemia Hingga Kanker

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
limfoma Hodgkin

Informasi Lengkap Mengenai Limfoma Hodgkin, Mulai dari Gejala Hingga Cara Mengobati

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 7 menit
obat dan pengobatan kanker kelenjar getah bening

Berbagai Obat dan Pengobatan Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 7 menit
benjolan di ketiak

Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit