Deteksi Ciri-ciri dan Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Setiap manusia memiliki sistem limfatik atau getah bening yang tersebar di seluruh tubuh dan berperan dalam sistem kekebalan atau imunitas. Saat sel limfosit (sel darah putih) di dalamnya berkembang secara tidak normal, kondisi ini bisa menjadi kanker getah bening atau limfoma yang berbahaya untuk kesehatan. Apa saja ciri-ciri dan gejala kanker kelenjar getah bening atau limfoma yang mungkin terjadi?

Kenali ciri-ciri dan gejala  kanker kelenjar getah bening

Limfoma atau kanker getah bening memiliki puluhan tipe atau jenis, yang dikelompokkan ke dalam dua kategori besar, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Setiap jenis limfoma bisa menimbulkan gejala atau ciri-ciri yang berbeda. Bahkan, beberapa jenis kanker kelenjar getah bening mungkin tidak menimbulkan ciri-ciri pada penderitanya, terutama pada stadium limfoma 1 atau awal.

Namun, secara umum, gejala dan ciri-ciri kanker kelenjar getah bening yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut:

1. Pembengkakan di kelenjar getah bening

Limfoma atau kanker getah bening merupakan jenis kanker darah yang berkembang di sistem limfatik. Sistem limfatik ini tersebar di seluruh tubuh yang meliputi kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang, dan kelenjar timus.

Ketika terjadi limfoma, sel limfosit yang abnormal berkembang dan menumpuk di kelenjar getah bening. Hal ini kemudian dapat menyebabkan pembengkakan di kelenjar getah bening, terutama di area leher, bawah ketiak, atau selangkangan.

Kelenjar getah bening yang bengkak ini umumnya berbentuk bulat, terasa lunak, bisa bergerak saat disentuh, dan umumnya tidak terasa sakit. Meski demikian, beberapa pasien mengeluhkan sakit pada benjolan tersebut, terutama setelah mengonsumsi alkohol.

Namun, perlu diketahui, pembengkakan di kelenjar getah bening tidak selalu merupakan ciri-ciri penyakit kanker getah bening. Kondisi ini bisa juga merupakan gejala infeksi lain, seperti flu, infeksi kulit, atau karena mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi yang ringan umumnya akan kembali normal dalam 2-3 minggu. Namun, bila pembengkakan yang Anda alami tidak kunjung membaik hingga melebihi waktu tersebut atau justru bertambah besar, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter.

2. Kelelahan yang tidak kunjung hilang

Anda mungkin akan merasakan kelelahan setelah seharian beraktivitas. Pada kondisi ini, istirahat dan tidur biasanya sudah cukup untuk mengembalikan energi Anda.

Namun, bila rasa lelah Anda terus menerus terjadi dan tak kunjung hilang, sebaiknya Anda segera pergi ke dokter. Hal ini tidak selalu sebagai tanda atau gejala dari kanker kelenjar getah bening, tetapi tidak ada salahnya untuk mencari tahu penyebab dari kondisi tersebut.

3. Demam dan berkeringat pada malam hari

Demam bisa terjadi karena adanya infeksi di dalam tubuh Anda. Namun, demam bisa muncul karena kanker getah bening atau limfoma. Pasalnya, sel limfoma dapat menghasilkan zat kimia tertentu yang meningkatkan suhu tubuh Anda.

Dilansir dari Lymphoma Action, limfoma bisa menyebabkan kenaikan suhu tubuh hingga ke 38°C. Biasanya, demam sebagai ciri-ciri kanker kelenjar getah bening akan datang dan pergi secara terus-menerus.

Demam ini pun bisa menyebabkan tubuh Anda berkeringat pada malam hari saat tertidur. Keringat yang Anda keluarkan bisa cukup parah hingga membasahi pakaian yang Anda kenakan dan sprei kasur Anda.

4. Penurunan berat badan tanpa alasan tertentu

Gejala dan tanda kanker kelenjar getah bening lainnya, yaitu penurunan berat badan yang terjadi secara cepat, dalam jangka waktu pendek, meski Anda sedang tidak melakukan diet. Hal ini umumnya terjadi pada jenis limfoma yang agresif, atau dengan sel kanker yang berkembang secara cepat.

Kondisi ini bisa terjadi karena sel limfoma atau kanker akan menghabiskan sumber energi di dalam tubuh Anda. Selain itu, tubuh Anda pun akan menggunakan banyak energi untuk menyingkirkan sel-sel kanker.

Umumnya, berat badan penderita limfoma akan turun lebih dari 10 persen dari total berat badannya, dalam jangka waktu 6 bulan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda segera hubungi dokter bila ini terjadi pada Anda.

5. Kulit gatal-gatal

Kulit yang gatal bisa terjadi karena beberapa hal, seperti alergi atau kondisi kulit tertentu, seperti eksim atau psoriasis. Namun, kulit yang gatal pun bisa menjadi salah satu ciri-ciri dari penyakit kanker kelenjar getah bening.

Hal ini umumnya terjadi pada 1 dari 3 orang dengan limfoma Hodgkin dan 1 dari 10 orang dengan limfoma non-Hodgkin. Area kulit yang terasa gatal umumnya di sekitar kelenjar getah bening yang terkena sel kanker, di kaki bagian bawah, atau di seluruh tubuh.

Hal ini bisa terjadi karena zat kimia yang dilepaskan oleh sistem kekebalan tubuh, sebagai reaksi terhadap sel kanker. Zat ini mengiritasi saraf di kulit Anda hingga menimbulkan rasa gatal.

6. Batuk dan sesak napas

Teknik batuk efektif agar tidak mual

Batuk, sesak napas, bahkan hingga rasa nyeri di bagian dada bisa timbul sebagai gejala kanker getah bening atau limfoma karena adanya pembengkakan kelenjar getah bening di area dada. Kelenjar getah bening yang bengkak tersebut menekan saluran udara, paru-paru, atau pembuluh darah, sehingga menimbulkan gejala tersebut.

Gejala ini umumnya terjadi pasien dengan jenis kanker limfoma Hodgkin dan beberapa jenis limfoma non-Hodgkin (terutama pada sel kanker yang berkembang secara cepat).

7. Perasaan seperti kenyang di perut

Limfoma juga bisa berkembang di kelenjar getah bening di perut atau sistem limfatik di hati atau limpa. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan limpa dan Anda pun mungkin akan merasakan sakit di bagian tulang rusuk sisi kiri, kembung, atau terasa seperti kenyang meski hanya mengonsumsi sedikit makanan.

Perut Anda pun bisa terasa seperti kenyang atau kembung bila limfoma telah memengaruhi hati Anda dan menjadikan perut Anda bengkak. Ciri-ciri atau gejala kanker kelenjar getah bening lainnya juga bisa terjadi bila limfoma Anda memengaruhi bagian perut, seperti sakit perut, diare, muntah, atau sembelit.

8. Pusing, sakit kepala, kejang dan gejala lain

Selain ciri-ciri dan tanda-tanda di atas, ada beberapa gejala limfoma lain yang mungkin terjadi, meski sangat jarang. Gejala tersebut, yaitu kejang, pusing, sakit kepala, atau kaki dan lengan terasa lemah. Kondisi ini umumnya terjadi bila limfoma Anda dimulai atau telah menyebar ke otak atau sistem saraf.

Anda juga bisa merasakan nyeri di bagian tubuh tertentu, tergantung di mana limfoma Anda berkembang atau menyebar. Bila limfoma memengaruhi tulang (jarang terjadi), bisa menyebabkan nyeri pada tulang yang terpengaruh.

Gejala-gejala di atas memang serupa dengan ciri-ciri penyakit yang umum terjadi. Dengan demikian, kondisi ini mungkin akan sulit dideteksi.

Namun, sebaiknya Anda segera ke dokter bila merasakan adanya perubahan atau gejala yang terus menerus terjadi dan tak kunjung sembuh. Bila kanker ditemukan masih dalam tahap awal, kemungkinan sembuh dari penyakit ini cukup besar.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Tiroid

Kanker tiroid dapat terjadi baik dengan atau tanpa gejala. Supaya lebih mengenal gejala, penyebab, dan pengobatannya, simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Kanker Mata

Kanker mata atau okular adalah kanker menyerang jaringan indra penglihatan. Kenali gejala, penyebab, dan pengobatan kanker mata berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Kanker Esofagus

Kanker esofagus adalah kanker yang menyerang kerongkongan. Yuk, pahami gejala, penyebab, dan cara mengobatinya pada ulasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 28 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Kanker Penis

Kanker penis adalah jenis kanker yang berkembang di alat reproduksi pria. Cari tahu gejala, penyebab, serta pengobatan kanker penis di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab trombosit turun dan cara menaikkan trombosit

Berbagai Penyebab Trombosit Turun dan Cara Menaikkan Jumlahnya Normal Kembali

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 8 menit
limfosit tinggi

Apa yang Terjadi Bila Kadar Limfosit Tinggi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 5 menit
sel darah putih naik

Mencari Penyebab Leukosit Tinggi dalam Darah dan Cara Menanganinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 9 November 2020 . Waktu baca 5 menit
cara meningkatkan leukosit lewat makanan penambah sel darah putih

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 8 November 2020 . Waktu baca 7 menit