Tak Banyak yang Tahu, Vitamin B Ternyata Baik untuk Jaga Kesehatan Jantung

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Vitamin B kompleks memberikan begitu banyak manfaat bagi tubuh, termasuk untuk memelihara kesehatan jantung Anda. Dua jenis vitamin B kompleks yang amat penting bagi jantung adalah vitamin B1 dan B2. Saking pentingnya kedua vitamin ini, asupan yang kurang disinyalir dapat menimbulkan gangguan hingga kegagalan pada jantung.

Bagaimana cara vitamin B1 dan B2 memengaruhi kesehatan jantung, dan apakah sulit menemukan sumber vitamin B kompleks dari makanan yang Anda konsumsi?

Manfaat vitamin B kompleks untuk kesehatan jantung

Vitamin B kompleks terdiri dari vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B5 (asam pantotenat), B6 (piridoksin), B7 (biotin), B9 (asam folat), dan B12 (kobalamin). Setiap vitamin B memiliki manfaatnya masing-masing, tapi secara umum semuanya berperan dalam kesehatan sel, sistem saraf, jantung, otot, dan masih banyak lagi.

Vitamin B1, B2, B6, B9, dan B12 adalah vitamin B kompleks yang paling dibutuhkan untuk kesehatan jantung. Beragam vitamin ini melindungi tubuh Anda dari penyakit jantung, stroke, serta berbagai gangguan lain pada jantung dan sistem peredaran darah.

Namun, vitamin B1 dan B2 ternyata memegang peran yang amat besar dalam mencegah timbulnya penyakit gagal jantung. Berikut penjelasannya.

1. Vitamin B1 (tiamin)

Tiamin bekerja dengan membantu produksi neurotransmiter asetilkolin. Neurotransmiter adalah senyawa kimia yang menyampaikan sinyal pada sistem saraf. Pada persarafan jantung, asetilkolin menyampaikan sinyal antara saraf-saraf dan otot jantung agar jantung selalu berfungsi dengan baik.

Kekurangan asupan vitamin B kompleks ini berpangaruh untuk kesehatan jantung. Detak jantung menjadi tidak teratur sehingga lambat-laun mengganggu fungsi jantung dan membahayakan kesehatan. Salah satu penelitian bahkan menunjukkan bahwa sebanyak 33% dari 100 pasien gagal jantung kronis ternyata mengalami kekurangan asupan vitamin B1.

Selain itu, kekurangan asupan vitamin ini juga dapat menyebabkan penyakit beri-beri. Dampaknya adalah pembesaran jantung, penumpukan cairan pada kaki, peningkatan tekanan pembuluh vena, kerusakan saraf, serta gagal jantung kongestif. Gagal jantung kongestif terjadi ketika jantung tidak mampu memompa cukup darah ke seluruh organ tubuh. Akibatnya, darah menumpuk dalam jantung atau pada jalur peredaran darah.

2. Vitamin B2 (riboflavin)

Tingginya jumlah plasma homosistein dalam tubuh dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Pada orang yang mengalami penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi akan memperparah gangguan pada jantung. Inilah sebabnya Anda membutuhkan riboflavin. Pasalnya, vitamin B kompleks ini berguna untuk kesehatan jantung dengan cara menurunkan risiko tekanan darah tinggi.

Meskipun kasus kekurangan vitamin B2 terbilang jarang, dampaknya dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh Anda. Gejala akibat kekurangan vitamin ini adalah gangguan kulit, hiperemia (kelebihan darah), penumpukan cairan pada mulut dan kerongkongan, masalah sistem reproduksi, serta gangguan pada hati dan sistem saraf.

Penelitian lain menemukan bahwa kekurangan asupan vitamin B2 saat hamil dapat meningkatkan risiko kecacatan lahir, termasuk di antaranya kelainan pada saluran jantung. Bagi ibu hamil, kondisi ini bisa menimbulkan masalah tekanan darah yang disebut preeklampsia. Wanita yang mengalami preeklampsia berisiko 3-4 kali lebih besar terkena penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Sumber vitamin B1 dan B2 untuk memelihara jantung

Tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin B ataupun menyimpannya dalam jumlah banyak. Kebutuhan vitamin B1 dan B2 per hari antara laki-laki dan wanita berbeda.

Untuk laki-laki kebutuhan harian vitamin B1 sebanyak 1,2 mg dan B2 yaitu 1,3 mg. Sedangkan pada wanita kebutuhan harian masing-masing vitamin B1 dan B2 adalah 1,1 mg. Inilah mengapa asupan vitamin B untuk jantung perlu diperoleh dari makanan dan minuman yang Anda konsumsi. Anda dapat memperoleh asupan B1 dan B2 dari sumber alami terbaik seperti:

  • Biji-bijian dan kacang-kacangan utuh:beras putih, beras merah, kacang hitam, kacang merah, kacang almond, biji bunga matahari, oatmeal, dan quinoa.
  • Ikan dan makanan laut: tuna, kakap, kerang, tiram, salmon, dan ikan kod.
  • Daging dan organ: daging sapi, daging ayam, dan hati sapi.
  • Produk susu: susu segar, yoghurt, dan keju cheddar.
  • Sumber nabati lainnya: apel dengan kulitnya, bayam, dan jamur.

Selain dari bahan alami, Anda pun bisa mendapatkan manfaat vitamin B kompleks untuk kesehatan jantung dari makanan maupun minuman yang telah diperkaya dengan kedua vitamin ini. Makanan tersebut biasanya berbentuk tepung, sereal, makanan pokok, atau roti. Sementara minuman yang telah diperkaya vitamin B kompleks umumnya berupa minuman mengandung susu.

Minuman mengandung susu dapat menjadi salah satu solusi yang mudah didapat untuk memenuhi kebutuhan vitamin B1 dan B2. Kandungan bermanfaat di dalamnya dapat membantu menurunkan tekanan darah serta mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker.

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 136.000 orang di seluruh dunia turut menemukan bahwa konsumsi 2 gelas susu dalam sehari dapat menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal jantung hingga sebanyak 16%. Namun, pastikan bahwa Anda memilih susu rendah-lemak atau bebas-lemak.

Selain mencukupi kebutuhan vitamin B kompleks, faktor lain yang tidak kalah penting untuk menjaga kesehatan jantung adalah gaya hidup sehat. Agar jantung senantiasa sehat, Anda perlu mengontrol kadar kolesterol dan gula darah, rutin berolahraga, menjaga tekanan darah, mencegah berat badan berlebih, serta menghindari kebiasaan merokok.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Komplikasi Gagal Jantung yang Perlu Diwaspadai

Kondisi gagal jantung dapat memicu komplikasi yang menurunkan kualitas dan harapan hidup. Apa saja komplikasi gagal jantung yang perlu diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit

Penyebab Gagal Jantung dan Faktor Risikonya, Apa Saja?

Gagal jantung merupakan kondisi yang perlu diwaspadai. Apa penyebab gagal jantung dan faktor risiko yang meningkatkan kemungkinannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 15/06/2020 . Waktu baca 12 menit

Hati-Hati, Mirror Syndrome Bisa Mengintai Kesehatan Ibu dan Janin

Mirror syndrome terjadi akibat penumpukan cairan pada janin dan preeklamsia pada ibu hamil. Sebelum terkambat, ada langkah antisipatif yang bisa ditempuh.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 10/12/2019 . Waktu baca 4 menit

Coralan

Coralan adalah obat untuk gagal jantung. Cari tahu informasi tentang fungsi, dosis, efek samping, interaksi, dan kemanan obat ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 24/10/2019 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
gagal jantung akut

Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 5 menit
endokarditis adalah

Endokarditis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 11 menit
gagal jantung kanan

Gagal Jantung Kanan, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kiri?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 7 menit