Berawal dari Jantung Berdebar, Bisa Berujung Lumpuh

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pernah mendengar penyakit yang menyebabkan penderitanya lumpuh sebelah badan dan bibir atau mulutnya miring sebelah? Itu adalah gambaran umum pada penyakit stroke. Penderitanya biasanya sudah tidak mampu lagi beraktivitas fisik secara normal. Jangankan untuk bekerja, kemungkinan untuk merawat diri sehari-hari saja sudah kesulitan. Ironisnya, penyakit ini dapat menyerang seseorang di usia yang sebenarnya masih produktif. Salah satu penyebab dari stroke adalah kelainan jantung yang disebut atrial fibrilasi.

Atrial fibrilasi, gangguan yang bisa sebabkan stroke

Atrial fibrilasi adalah kondisi detak jantung yang tidak teratur dan cenderung cepat alias berdebar-debar. Orang yang mengalami atrial fibrilasi akan berpeluang 5-7 kali lebih besar mengalami stroke  kali lipat pada penderita kelainan irama jantung ini.

Selain menyebabkan detak jantung tidak beraturan, kondisi ini juga membuat aliran darah ke rongga jantung tidak normal, sehingga menimbulkan pembekuan darah. Bekuan  darah dari jantung ini dapat menyumbat aliran di pembuluh darah otak.

Gejala Atrial Fibrilasi yang mesti diwaspadai

Keluhan berdebar, detak jantung dirasakan tidak beraturan, pusing atau lekas lelah merupakan gejala yang membawa seseorang memeriksakan diri ke dokter. Bahayanya, seringkali atrial fibrilasi sangat tenang dan tidak dirasakan hingga suatu saat menyebabkan stroke.

Seberapa sering kelainan ini terjadi?

Gangguan irama jantung yang paling sering ditemukan adalah Atrial fibrilasi. Diketahui bahwa ada 1-2% kasus dari populasi umum. Namun, kejadian gangguan irama jantung tipe ini dapat meningkat hingga 10-20% bila kita khusus mengamati kelompok orang-orang yang lebih tua.

Di Amerika diperkirakan sekitar 2,2 juta orang mengalami atrial fibrilasi. Massimo Zoni-Berisso dalam Clinical Epidemiology memperkirakan pada tahun 2030 akan terdapat 14-17 juta kasus Atrial fibrilasi, dengan memperkirakan  kasus baru per tahun sekitar 120,000-215,000 kasus.

Bagaimana Atrial fibrilasi dideteksi?

Detak jantung dipengaruhi oleh aktivitas listrik jantung yang dihantarkan secara teratur sehingga detaknya mengikuti sebuah irama yang konstan, walaupun pada berbagai kondisi detaknya dapat bertambah cepat atau melambat.

Pemeriksaan dokter dapat mendeteksi kelainan aktivitas listrik jantung ini, ditunjang dengan alat diagnostik rekam jantung; Elektrokardiografi ( EKG) dan

Holter monitor adalah pemeriksaan yang paling sering ditemukan di berbagai rumah sakit di  Indonesia.

Elektrokardiografi bahkan terdapat di banyak klinik dan PUSKESMAS. Saat ini di rumah sakit besar di kota-kota besar Indonesia mungkin menyediakan EKG tanpa kabel yang memungkinkan alat tersebut memantau irama jantung pasien dalam durasi yang lebih lama.

Bagaimana penanganan atrial fibrilasi ini?

Anda akan membutuhkan obat pengencer darah untuk mencegah stroke. Obat pengencer darah dapat menurunkan risiko stroke hingga 67%, dan menurunkan risiko kematian 26% dibandingkan penderita yang tidak menggunakan obat pengencer darah. Obat-obatan lain yang diberikan biasanya ditujukan untuk mengendalikan irama atau laju jantung.

Selain itu, terdapat metode ablasi menggunakan alat canggih elektrofisiologi yang dapat mengendalikan laju atau irama jantung ini apabila kriteria penderita sesuai indikasinya.

Pemeriksaan USG jantung ( echocardiography) atau CT scan koroner juga mungkin akan dilakukan untuk mengetahui kelainan lain yang mungkin menyebabkan kelainan irama jantung; seperti penyakit jantung koroner, atau pembengkakan jantung.  

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Artikel dari ahli dr. Vito Anggarino Damay, SpJP (K), M.Kes, FIHA, FICA

Hati-hati Jika Berencana ke Tempat Bersuhu Dingin Ekstrem, Ini Pengaruhnya Pada Jantung

Bagi Anda yang punya penyakit jantung dan ingin pergi ke daerah yang bersuhu dingin, sebaiknya kenali dulu pengaruh suhu dingin pada jantung.

Ditulis oleh: dr. Vito Anggarino Damay, SpJP (K), M.Kes, FIHA, FICA
pengaruh suhu dingin pada jantung

Jarang Disadari, Penyakit Jantung Jadi Penyebab Utama Kematian Wanita di Dunia

Penyakit jantung nyatanya bisa jadi penyebab utama dari kematian kaum perempuan. Ternyata ini yang menyebabkan penyakit jantung pada wanita.

Ditulis oleh: dr. Vito Anggarino Damay, SpJP (K), M.Kes, FIHA, FICA
penyakit jantung wanita perempuan

Berawal dari Jantung Berdebar, Bisa Berujung Lumpuh

Merasa jantung berdebar? Jangan sepelekan, apalagi jika berulang kali terjadi. Pasalnya, kondisi yang disebut atrial fibrilasi ini bisa sebabkan stroke.

Ditulis oleh: dr. Vito Anggarino Damay, SpJP (K), M.Kes, FIHA, FICA
atrial fibrilasi jantung berdebar

Yang juga perlu Anda baca

Jantung Berdegup Kencang dan Dada Terasa Sesak Saat Terangsang, Wajarkah?

Di samping merasakan kenikmatan, ada yang justru merasa jantung berdetak kencang dan sesak napas saat terangsang. Apa penyebab jantung berdebar tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 10/04/2018 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Jantung Saya Berdebar Hebat Saat Maag Kambuh?

Maag bisa menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya yakni jantung berdebar hebat. Namun, apakah kondisi jantung berdebar saat maag termasuk normal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Gangguan Pencernaan, Gastritis, Health Centers 25/03/2018 . Waktu baca 4 menit

Penyebab Jantung Berdebar Kencang Saat Hamil dan Cara Mengendalikannya

Jangan panik jika jantung berdebar kencang saat hamil. Hal ini normal dikarenakan adanya peningkatan volume darah di dalam tubuh hingga hampir 50 persen.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 31/12/2017 . Waktu baca 5 menit

Awas, Jam Kerja yang Terlalu Lama Meningkatkan Risiko Kelainan Jantung

Berapa jam Anda bekerja dalam sehari? Hati-hati, jam kerja terlalu lama bisa membuat Anda lebih rentan kena gangguan irama jantung (fibrilasi atrial).

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Kent Pradana
Hidup Sehat, Fakta Unik 28/12/2017 . Waktu baca 3 menit