home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Sebagian besar orang yang sedang sakit, tetap ingin berpuasa di bulan Ramadan, meskipun penyakit yang dideritanya adalah penyakit kronis, seperti penyakit jantung. Lalu apakah orang dengan penyakit jantung boleh puasa di bulan Ramadan?

Apakah dampak puasa terhadap penderita penyakit jantung?

Ada berbagai penelitian yang mengamati kaitan antara penyakit jantung dan berpuasa. Namun, sampai saat ini memang belum ada penelitian yang menyatakan atau menemukan dampak buruk yang dialami oleh para pasien dengan sakit jantung jika berpuasa.

Salah satunya dijelaskan pada penelitian yang dilakukan selama 10 tahun di Qatar, Arab Saudi. Penelitian ini mengajak sebanyak 2.160 pasien yang mengalami gagal jantung yang kemudian diperhatikan kondisi fisiknya selama berpuasa. Selanjutnya, hasil penelitian menyatakan bahwa berpuasa tidak memiliki dampak buruk bagi fungsi jantung maupun kesehatan organ lainnya.

Manfaat puasa bagi untuk orang dengan penyakit jantung

Ternyata puasa justru bermanfaat bagi orang yang mengalami penyakit jantung. Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa ada peningkatan kadar kolesterol baik sebesar 30-40% pada penderita penyakit jantung. Hal ini dapat membuat kadar lemak total penderita lebih baik dan risiko komplikasi tidak terlalu tinggi. Tak hanya itu, dilaporkan juga bila status gizi penderita penyakit jantung hampir semua berubah ke arah yang normal.

Dampak baik tersebut terjadi diperkirakan karena selama bulan Ramadan penderita penyakit jantung mengalami perubahan pola makan. Mereka lebih dapat mengendalikan asupan yang masuk ke dalam tubuh serta mengatur porsi dan jadwal makan setiap hari, sehingga diharapkan para pasien yang mengalami sakit jantung dapat meneruskan pola hidup ketika berpuasa, meskipun sudah melewati bulan Ramadan.

mengatasi jantung berdebar-debar

Jadi, apakah penderita penyakit jantung boleh puasa?

Meskipun dilaporkan jika puasa tidak menimbulkan efek samping yang buruk bagi pasien yang mengalami sakit jantung, tetap saja hal ini tergantung dengan kondisi fisik masing-masing pasien. Pasien yang memiliki kondisi jantung yang sangat lemah, maka lebih baik untuk tidak ikut berpuasa.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan apakah orang dengan penyakit jantung boleh puasa atau tidak, sebaiknya periksakan dan diskusikan dulu hal ini kepada dokter Anda. Dokter akan memberikan pertimbangan apakah Anda lebih baik berpuasa atau tidak.

Sementara bagi pasien yang memiliki riwayat sakit jantung tapi tekanan darah normal dan selalu terkendali dengan baik, biasanya dokter membolehkan Anda ikut puasa di bulan Ramadan. Namun, jangan lupa obat-obatan yang harus diminum meskipun Anda berpuasa. Anda mungkin harus menyesuaikan lagi jadwal minum obatnya.

Panduan puasa aman bagi penderita penyakit jantung

Beberapa orang dengan penyakit jantung bisa puasa, dengan syarat Anda memerhatikan betul pengaturan porsi makan serta pemilihan makanan yang tepat. Selain untuk menjalankan perintah agama, salah satu tujuan utama pasien penyakit jantung berpuasa adalah untuk menurunkan jumlah lemak total pada darahnya dan menormalkan berat badannya.

Oleh karena itu, makanan berbuka puasa maupun menu sahurnya tak boleh sembarangan. Hindari gorengan atau makanan berlemak lainnya. Selain itu, lebih baik juga jika sebelum berpuasa Anda bertemu dengan ahli gizi dan dokter spesialis jantung yang menangani Anda.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mousavi, M., Mirkarimi, S., Rahmani, G., Hosseinzadeh, E. and Salahi, N. (2014). Ramadan Fast in Patients With Coronary Artery Disease. Iranian Red Crescent Medical Journal, 16(12).

The British Journal of Cardiology. (2017). Islam and the cardiovascular patient – pragmatism in practice. [online] Available at: https://bjcardio.co.uk/2013/07/islam-and-the-cardiovascular-patient-pragmatism-in-practice/  [Accessed 31 May 2017].

Impact of religious Ramadan fasting on cardiovascular disease: a systematic review of the literature. (2017). Current Medical Research and Opinion, [online] p. Available at: http://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1185/03007995.2013.774270  [Accessed 31 May 2017].

Chamsi-Pasha, H., Ahmed, W. and Al-Shaibi, K. (2014). The cardiac patient during Ramadan and Hajj. Journal of the Saudi Heart Association, 26(4), pp.212-215.

Chamsi-Pasha, H. and Chamsi-Pasha, M. (2016). The cardiac patient in Ramadan. Avicenna Journal of Medicine, 6(2), p.33.

Esciencecentral.org. (2017). OMICS Group : eBooks :: Atrial Fibrillation and Chronic Kidney Disease. [online] Available at: https://www.esciencecentral.org/ebooks/effects-of-ramadan-fasting/ramadan-fasting-and-cardiovascular-disease.php  [Accessed 31 May 2017].

Foto Penulis
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 19/04/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x