Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sebagian besar orang yang sedang sakit, tetap ingin berpuasa di bulan Ramadan, meskipun penyakit yang dideritanya adalah penyakit kronis, seperti penyakit jantung. Lalu apakah orang dengan penyakit jantung boleh puasa di bulan Ramadan? Apa dampak puasa bagi pasien penyakit jantung?

Apakah puasa berdampak buruk bagi penderita penyakit jantung?

Ada berbagai penelitian yang mengamati kaitan antara penyakit jantung dan berpuasa. Namun, sampai saat ini memang belum ada penelitian yang menyatakan atau menemukan dampak buruk yang dialami oleh para pasien dengan sakit jantung jika berpuasa.

Salah satunya dijelaskan pada penelitian yang dilakukan selama 10 tahun di Qatar, Arab Saudi. Penelitian ini mengajak sebanyak 2.160 pasien yang mengalami gagal jantung yang kemudian diperhatikan kondisi fisiknya selama berpuasa. Selanjutnya, hasil penelitian menyatakan bahwa berpuasa tidak memiliki dampak buruk bagi fungsi jantung maupun kesehatan organ lainnya.

Manfaat puasa bagi pasien penyakit jantung

Ternyata puasa justru bermanfaat bagi orang yang mengalami penyakit jantung. Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa ada peningkatan kadar kolesterol baik sebesar 30-40% pada penderita penyakit jantung. Hal ini dapat membuat kadar lemak total penderita lebih baik dan risiko komplikasi tidak terlalu tinggi. Tak hanya itu, dilaporkan juga bila status gizi penderita penyakit jantung hampir semua berubah ke arah yang normal.

Dampak baik tersebut terjadi diperkirakan karena selama bulan Ramadan penderita penyakit jantung mengalami perubahan pola makan. Mereka lebih dapat mengendalikan asupan yang masuk ke dalam tubuh serta mengatur porsi dan jadwal makan setiap hari, sehingga diharapkan para pasien yang mengalami sakit jantung dapat meneruskan pola hidup ketika berpuasa, meskipun sudah melewati bulan Ramadan.

mengatasi jantung berdebar-debar

Jadi, apakah penderita penyakit jantung boleh puasa?

Meskipun dilaporkan jika puasa tidak menimbulkan efek samping yang buruk bagi pasien yang mengalami sakit jantung, tetap saja hal ini tergantung dengan kondisi fisik masing-masing pasien. Pasien yang memiliki kondisi jantung yang sangat lemah, maka lebih baik untuk tidak ikut berpuasa.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan apakah orang dengan penyakit jantung boleh puasa atau tidak, sebaiknya periksakan dan diskusikan dulu hal ini kepada dokter Anda. Dokter akan memberikan pertimbangan apakah Anda lebih baik berpuasa atau tidak.

Sementara bagi pasien yang memiliki riwayat sakit jantung tapi tekanan darahnya selalu terkendali dengan baik, biasanya dokter membolehkan Anda ikut puasa di bulan Ramadan. Namun, jangan lupa obat-obatan yang harus diminum meskipun Anda berpuasa. Anda mungkin harus menyesuaikan lagi jadwal minum obatnya.

Panduan puasa aman bagi penderita penyakit jantung

Beberapa orang dengan penyakit jantung boleh puasa, dengan syarat Anda memerhatikan betul pengaturan porsi makan serta pemilihan makanan yang tepat. Selain untuk menjalankan perintah agama, salah satu tujuan utama pasien penyakit jantung berpuasa adalah untuk menurunkan jumlah lemak total pada darahnya dan menormalkan berat badannya.

Oleh karena itu, makanan berbuka puasa maupun menu sahurnya tak boleh sembarangan. Hindari gorengan atau makanan berlemak lainnya. Selain itu, lebih baik juga jika sebelum berpuasa Anda bertemu dengan ahli gizi dan dokter spesialis jantung yang menangani Anda.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Angina

Normal Kah Detak Jantung Anda? Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai. Coba Hitung! ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Jantung, Serangan Jantung 4 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Congestive Heart Failure (CHF)

Congestive Heart Failure (CHF) atau gagal jantung kongestif adalah kondisi jantung tidak mampu memompa darah. Apa penyebab, gejala, dan cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Stenosis Katup Mitral (Penyempitan Katup Mitral)

Stenosis Katup Mitral adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, dan pengobatan penyakit ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 2 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Bradikardia

Bradikardia adalah kondisi di mana detak jantung mengalami perlambatan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobata bradikardi di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 28 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

senam jantung sehat

Yuk, Ketahui Manfaat dan Gerakan Senam Jantung Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
ablasi jantung

Ablasi Jantung, Prosedur Medis untuk Mengatasi Detak Jantung yang Tidak Normal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
fakta jantung manusia

10 Fakta Unik tentang Jantung Manusia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
efusi perikardium, penyakit jantung

Kenali Bahaya Efusi Perikardium, Saat Jantung ‘Terendam’ Air

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit