Pilihan Susu yang Aman untuk Penderita Kolesterol Tinggi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda salah satu penggemar susu? Banyak yang bilang kalau susu mengandung kolesterol tinggi dan tidak baik untuk kesehatan. Padahal, sebenarnya hal itu tergantung dengan jenis susu yang Anda konsumsi. Lalu jenis susu apa saja yang baik untuk pengidap kolesterol tinggi? Apa benar produk olahan susu seperti yoghurt dapat turunkan kadar kolesterol? Simak penjelasannya berikut ini. 

Jenis susu yang aman untuk penderita kolesterol tinggi

Sebenarnya susu tidak perlu benar-benar dihindari oleh penderita kolesterol tinggi, hanya saja Anda perlu memilih jenis susu yang tepat. Nah, susu yang bisa dikonsumsi untuk membantu penderita kolesterol tinggi menurunkan kadar kolesterol dalam darah, antara lain:

1. Susu kedelai

Kedelai memang dikenal sebagai salah satu jenis makanan yang baik untuk kolesterol, begitu pula berbagai olahannya, termasuk susu kedelai. Susu ini tergolong bebas kolesterol dan tidak mengandung laktosa, sehingga menjadi sumber yang baik untuk protein, kalium, vitamin A, B12, dan vitamin D.

Selain itu, susu kedelai juga baik untuk penderita kolesterol tinggi karena memiliki kandungan lemak jenuh dan kalori yang tergolong rendah. Tak hanya itu, susu kedelai juga baik untuk penderita berbagai penyakit kronis yang mengharuskan pasiennya membatasi konsumsi lemak jenuh dan kolesterol.

Belum lagi, di dalam susu kedelai dipercaya terdapat lemak tak jenuh yang dapat mencegah berbagai penyakit jantung. Namun, selalu perhatikan kandungan nutrisi yang terdapat di dalam susu kedelai kemasan. Pasalnya, jumlah gula pada minuman kemasan cenderung lebih tinggi dan hal itu dapat menyebabkan kolesterol melonjak.

2. Susu almond

Saat ini sudah banyak orang yang beralih mengonsumsi susu almond. Tentu saja ini merupakan pilihan yang tepat, apalagi jika Anda tetap ingin mengonsumsi susu saat kadar kolesterol tinggi di dalam darah. Ya, kacang almond sendiri memang mengandung lemak, tetapi bukan jenis lemak yang jahat dan buruk bagi kesehatan Anda.

Salah satu penelitian yang dimuat di dalam Journal of Nutrition menyatakan bahwa mengonsumsi almond berpotensi menurunkan kadar kolesterol Anda sebanyak 3-25% dan menurunkan kadar kolesterol jahat mulai 4-35 persen. Sementara itu, efek mengonsumsi almond terhadap kadar kolesterol baik (HDL) cukup bervariasi.

Selain itu, di dalam susu almond Anda dapat menemukan jumlah lemak tidak jenuh yang cukup banyak, sementara tidak ada kandungan kolesterol di dalamnya karena susu almond didapatkan dari sumber makanan nabati. Tentu kandungan kalorinya juga cukup rendah, dalam satu gelas susu almond tanpa gula Anda hanya akan menemukan 30-40 kalori.

Selain itu kandungan vitamin D dan kalsiumnya yang cukup banyak membuat susu almond bisa dijadikan alternatif pengganti susu sapi baik untuk Anda yang memiliki kadar kolesterol tinggi atau yang ingin menjaga kolesterol tetap pada angka normal.

Jenis susu yang bisa meningkatkan kolesterol

Selama ini jenis susu yang umum diminum oleh masyarakat di Indonesia adalah susu sapi. Namun, bagi Anda yang memiliki risiko kolesterol tinggi, sebaiknya berhati-hati mengonsumsinya karena bisa menyebabkan kadar kolesterol di dalam darah meningkat.

1. Susu sapi

Susu yang paling banyak dikonsumsi adalah susu sapi. Namun, tahukah Anda bahwa susu sapi memiliki kandungan lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh? Ya, susu tergolong memiliki kandungan lemak yang rendah jika dibandingkan dengan makanan lain seperti daging merah.

Oleh karena itu, apabila Anda mengonsumsi susu setiap hari, kandungan lemak jenuh di dalam tubuh akan tetap meningkat. Di dalam satu gelas susu terdapat sekitar 146 kalori, 5 gram lemak jenuh, dan 24 mg kolesterol.

Jika Anda ingin tetap mengonsumsi susu sapi, cobalah pilih jenis yang rendah lemak atau tidak memiliki kandungan lemak sama sekali. Kini sudah banyak tersedia pilihan susu sapi rendah lemak dan non fat yang bisa Anda beli di supermarket.

Namun, selalu perhatikan informasi nutrisi pada kemasan, karena susu kemasan rendah lemak biasanya mengandung gula yang lebih tinggi.

2. Susu kambing

Selain susu sapi, susu kambing juga memiliki kandungan dan kolesterol yang cukup tinggi untuk dikonsumsi setiap hari. Oleh sebab itu, meski susu kambing memiliki kandungan protein yang baik, jenis susu ini tidak bisa menjadi pilihan susu yang terbaik untuk penderita kolesterol tinggi.

Satu gelas susu kambing saja memiliki jumlah kalori yang tinggi, yaitu 168 kalori. Selain itu, dalam 100 mililiter (ml) susu kambing terdapat 6 miligram (mg) kolesterol.

Sementara itu, kandungan lemak jenuh yang terdapat pada susu kambing adalah 6.5 gram. Maka itu, jika ingin menjaga agar kadar kolesterol tetap normal, pilih alternatif susu lain yang lebih aman untuk Anda.

Produk alternatif susu yang dapat membantu turunkan kolesterol

Selain konsumsi susu yang baik untuk kolesterol tinggi, maka Anda juga dapat mengonsumsi yogurt sebagai salah satu produk olahan susu untuk membantu menurunkan kadar kolesterol di dalam darah.  Nemun, Sebelum Anda terburu-buru membeli yoghurt untuk turunkan kolesterol, ada baiknya Anda mengetahui yogurt seperti apa yang benar-benar mampu menurunkan kolesterol dalam tubuh.

Penting untuk Anda memahami perbedaan jenis yogurt. Banyaknya yogurt yang mengandung gula harus membuat Anda berhati-hati dalam memilih yogurt jika ingin mengonsumsinya demi turunkan kolesterol.

Anda harus tahu bahwa kandungan gula dalam yogurt tawar berasal dari laktosa, gula alami yang ada pada susu. Bandingkan dengan yogurt rasa buah yang mengandung 12 gram gula tambahan dan belum termasuk gula alami yang ada pada susu.

Yogurt mana yang tepat untuk Anda? Yogurt yang banyak mengandung gula hanya cocok camilan Anda atau makanan penutup setelah makan. Sementara itu,  yogurt tawar tanpa lemak adalah pilihan paling sehat yang dapat turunkan kolesterol.

Selain itu yogurt tawar atau greek yogurt dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Yogurt tawar dan greek yogurt memiliki kandungan protein, probiotik, dan kalsium yang hebat. Oleh sebab itu, selain susu, yogurt tawar dan rendah lemak lebih cocok untuk penderita kolesterol tinggi.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit